PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
KERIPIK REBUS (REBUNG KUKUS) INOVASI JAJANAN SEHAT
BIDANG KEGIATAN :
PKM KEWIRAUSAHAAN
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
MEDAN
2017
PENGESAHAN PKM-KEWIRAUSAHAAN
1.
Judul Kegiatan : Keripik
Rebus (Rebung Kukus) Inovasi
Jajanan Sehat
2. Bidang Kegiatan :
PKM-K
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.
Nama Lengkap :
b.
NIM :
c.
Jurusan :
Pendidikan Ekonomi
d.
Universitas :
Universitas Negeri Medan
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
f.
Alamat email :
4. Anggota Pelaksana Kegiatan :
2 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : -
b. NIDN : -
c.
Alamat Rumah dan No Tel/HP : -
6. Biaya Kegiatan Total
a.
Dikti : Rp. 12.500.000
b.
Sumber Lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan :
2 bulan
Medan, Mei 2017
Menyetujui
Wakil Dekan
Bidang Kemahasiswaan
Ketua Pelaksana Kegiatan
NIP.19611102 98703 1000 NIM. 7143341023
Wakil
Rektor Bidang Kemahasiswaan
Universitas
Negeri Medan
NIP.
196101041987030117
DAFTAR ISI
DAFTAR
TABEL
DAFTAR
GAMBAR
RINGKASAN
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rebung merupakan tunas muda
tanaman bambu yang muncul di permukaan dasar rumpun. Tanaman ini dapat tumbuh
di dataran rendah sampai di tempat dengan ketinggian 2.000 meter di atas
permukaan laut. Tunas bambu muda tersebut enak dimakan, sehingga digolongkan ke
dalam sayuran. Rebung yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan sudah sejak zaman dahulu sebagai bahan sayuran.
Dalam bahasa Inggris, rebung dikenal dengan sebutan bamboo shoot.
Rebung tumbuh dibagian
pangkal rumpun bambu dan biasanya dipenuhi oleh glugut (rambut bambu) yang
gatal. Morfologi rebung berbentuk kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian
seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya cokelat.
Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi
pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen
saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter
batang sekitar 7 cm.
Kandungan serat pangan pada rebung juga cukup baik kandungan serat pangan pada rebung adalah 2,56 persen, lebih tinggi
dibandingkan jenis sayuran tropis lainnya, selain itu rebung mempunyai
kandungan kalium cukup tinggi. Kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg.
Makanan yang serat kalium, yaitu minimal 400 mg, dapat mengurangi risiko
stroke. Rebung juga
kaya akan asam amino, protein, vitamin A dan vitamin C.
Keripik merupakan makanan yang sangat dinikmati masyarakat. Pemanfaatan
rebung menjadi makanan yang mempunyai keunikan dan nilai gizi yang tinggi
tentunya akan menjadi sesuatu kelebihan tersendiri.
Bahan
makanan yang alami membuat makanan ini cocok dinikmati semua kalangan dari
balita hingga manula. Keripik dan telah dikenal oleh masyarakat sebagai makanan
ringan atau jajan yang sangat disukai. Bahan baku yang berbeda diharapkan akan
menjadi sesuatu cemilan yang menarik dan santapan harian masyarakat luas.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana memanfaatkan rebung (tunas bambu) menjadi makanan yang
mempunyai nilai
ekonomi?
1.2.2 Bagaimana menciptakan wirausaha melalui pemanfaatan rebung?
1.2.3 Bagaimana pemasaran keripik berbahan baku rebung?
1.2.4 Bagaimana
menjadikan keripik rebung dikenal masyarakat luas sebagai
makanan yang tinggi serat dan kalium
tinggi bermanfaat bagi kesehatan?
1.3 Tujuan Makalah
1.3.1 Memanfaatkan rebung menjadi makanan yang kaya serat dan kalium.
1.3.2 Menciptakan wirausaha baru di
bidang pangan dengan pemanfaatan rebung
menjadi keripik.
1.3.3 Mencari alternatife yang tepat
dalam memasarkan produk keripik rebung.
1.3.4 Mempopulerkan produk makanan
bergizi berbahan baku rebung yang
dibutuhkan tubuh manusia dalam
kehidupan.
1.4 Luaran dan Manfaat Kegiatan
1.4.1 Keripik
Rebus (Keripik Rebung Kukus) dapat menjadi salah satu makanan khas Medan
1.4.2 Keripik
Rebus (Keripik Rebung Kukus) dapat menjadi solusi kudapan sehat dan bergizi
bagi para konsumen
1.4.3 Keripik
Rebus (Keripik Rebung Kukus) dapat menjadi referensi bagi para pembaca yang
ingin berwirausaha.
1.5 Manfaat Kegiatan
1.5.1 Meningkatkan
inovasi mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan sebagai
peluang usaha.
1.5.2 Untuk
meningkatkan kreatifitas dan penalaran mahasiswa pada pengembangan ilmu
teknologi pangan
1.5.3 Memperkenalkan
kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan salah satu hasil pertanian yaitu
Rebung sebagai produk olahan yang enak, sehat dan bergizi untuk dijadikan
peluang usaha baru.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Prospek Pengembangan Kripik Rebus (
Keripik Rebung Kukus)
Prospek
pengembangan Kripik Rebus ( Keripik Rebung Kukus)sebagai kudapan merupakan
salah satu produk olahan dari pemanfaatan Rebung. Produk yang coba penulis
ciptakan tersebut akan kaya dengan gizi dan nutrisi. Kandungan gizi yang ada
dari percampuran tersebut adalah berbagai macam vitamin dan mineral, yaitu
Dalam setiap 100 gram rebung mengandung sejumlah :
·
vitamin seperti
vitamin A sebanyak 20 IU (1%)
·
vitamin B6
sebanyak 0.240 mg (12%)
·
vitamin E
sebanyak 1mg (5%)
·
thiamin
sebanyak 0.150 mg (10%)
·
riboflavin
sebanyak 0.070 mg (5%)
·
niasin sebanyak
0.600 mg (4%)
·
asam folat
sebanyak 7 µg (7%)
·
asam pantotenat
sebanyak 0.161 mg (3%)
·
Mineral yang
ditemukan di rebung termasuk kalsium sebanyak 13 mg (1.5%)
·
magnesium
sebanyak 3 mg (1%)
·
fosfor sebanyak
59 mg (8%)
·
Zinc sebanyak
1.10 mg (10%)
·
seng 0.190 mg
(21%)
·
tembaga
sebanyak
·
mangan 0.262 mg
(11%)
·
selenium
8 µg (1.5%0
·
zat besi
sebanyak 0.50 mg (6%)
Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus)
dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan karena untuk
memperoleh atau menanam rebung juga mudah. Harga untuk mendapatkannya juga
cukup terjangkau. Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus) memiliki peluang usaha
yang cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan beberapa alasana, diantaranya: (1)
di Medan belum pernah ada usaha yang memproduksi Rebung menjadi sebuah keripik
kemasan. (2) Bahan baku mudah diperoleh sehingga ketersediannya cukup terpenuhi
(3) Proses produksi tidak membutuhkan biaya besar, mudah dan praktis (4) dalam
proses produksi tidak membutuhkan keahlian khusus (5) banyak orang dewasa,
remaja dan anak – anak khususnya didaerah Medan dan sekitarnya yang menggemari
kudapan ringan sebagai cemilan sehat.
2.2 Analisis Ekonomi Usaha
Analisis
ekonomi usaha dari produk Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus) meliputi
analisis SWOT, yaitu:
a. Strength (kelebihan)
a) Bahan
baku mudah didapat
b) Lokasi
strategis
c) Harga
Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus) lebih murah dari pada keripik kentang
d) Sumber
daya mahasiswa potensial
e) Merupakan
kudapan sehat dan bergizi
f) Produk
keripik tanpa bahan pengawet lebih menjamin kesehatan konsumen
b. Weakness (Kelemahan)
a) Membutuhkan
modal usaha yang tidak sedikit
b) Produk
keripik tanpa bahan pengawet tidak tahan lama
c) Kesadaran
masyarakat yang kurang terhadap pentingnya mengkonsumsi kudapan yang sehat
c. Opportunity (Peluang)
a) Produk
ini cukup diminati oleh semua kalangan
b) Dapat
dikonsumsi dari berbagai kalangan dari rentang usia 5 – 60 tahun
c) Cakupan
lokasi pemasaran yang cukup luas
d) Belum
ada usaha keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus) di daerah medan khusus nya
daerah pancing/ medan tembung
d. Threat (Ancaman)
a) Munculnya
pesaing baru yang meniru konsep penulis
b) Pilihan
rasa Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus) yang kurang beragam.
2.3 Harga
Berdasarkan
survei yang telah dilakukan harga dari keripik yang berada di beberapa toko
adalah Rp 5.000/bungkus. Sedangkan harga Keripik Rebus (Keripik Rebung Kukus)
yang kami tawarkan lebih murah dari harga pasaran, yaitu Rp 3.000/bungkus.
Sehingga harga yang kami tawarkan masih sangat bersaing dengan harga pasar.
2.4 Tempat
Selain
mempunyai harga terjangkau, tempat merupakan salah satu hal yang pentung untuk
pemasaran (Keripik Rebung Kukus). Penulis memilih areal kampus Universitas
Negeri Medan, tepatnya di jalan Willem Iskandar dan daerah jalan pancing. Jalan
tersebut merupakan tempat yang memiliki prosepek untuk penempatan stand karena jalan tersebut yang cukup
padat di daerah Medan Tembung. Sedangkan untuk pemasaran keliling akan
dilakukan di sekitar daerah kampus dan MMTC pancing. Selain itu promosi juga
akan dilakukan melalui jejaring sosial untuk pemasaran di wilayah interlokal
dan internasional.
2.5 Analisis Biaya
Analisis
dari 1 kg rebung adalah 10 bungkus. Jika dalam 1 bulan mampu membuat 20 kg
keripik, maka dalam waktu 5 bulan dapat memproduksi 100 kg keripik. Sehingga
dalam waktu 5 bulan dapat menghasilkan 1000 bungkus keripik. Harga (keripik
Rebung Kukus) yang ditawarkan Rp 3.000,00/bungkus. Hasil penjualan 5 bulan =
1000 x Rp 3.000 = Rp 3.000.000
Keuntungan
tiap 5 bulan = hasil penjualan – biaya operasional
=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar