Senin, 03 Mei 2021

KRITIK BUKU - STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

 

Laporan Kritik Buku

KRITIK BUKU

STRATEGI BELAJAR  MENGAJAR

 

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas

Strategi Belajar Mengajar

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kritik buku mata kuliah Strategi Belajar Mengajar yang berjudul “ Kritik Buku Pedoman Strategi Belajar Mengajar”.

Penulis berterima kasih kepada Ibu Deni Adriani, S.Pd, M.Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar yang sudah memberikan bimbingannya selama proses pengerjaan,  juga kepada teman-teman yang mendukung dan membantu penyelesaian tugas ini.

Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu penulis mengharapkan kritik maupun saran dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga kritik buku ini dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

A.    IDENTITAS BUKU

BUKU 1

a.       Judul Buku      : Strategi Belajar Mengajar

b.      Penulis             : Dra.Effi Aswita Lubis,M.Pd,M.Si

c.       Tahun Terbit    : 2015

d.      Penerbit            : Perdana Publishing

e.       Cetakan            : 1

f.       Tebal buku       : 162 Halaman

g.      ISBN                : 978-602-6970-24-4

 

BUKU 2    (BUKU PEMBANDING)

a.       Judul Buku      : Desain Pembelajaran: Konsep, Model dan Aplikasinya

                           dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran.

b.      Penulis             : Prof.Dr.Abdul Gafur,M.Sc

c.       Penerbit           : Penerbit Ombak

d.      Tahun Terbit    : 2012

e.       Tebal buku       : 198 Halaman

f.       ISBN                : 978-602-7544-35-2

g.      Ukuran             : 14,5 x 21 cm

 

BUKU 3

a.        Judul Buku      : Konsep dan Makna Pembelajaran

b.        Penulis             : Prof.Dr.Syaiful Sagala,M.Pd

c.        Tahun Terbit    : 2012

d.       Penerbit            : Alfabeta

e.        Tebal buku       : 280 Halaman

f.         ISBN                : 978-979-8433-13-3

g.        Ukuran             : 16 x 24cm

 

BUKU 4

a.        Judul Buku      : 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif

b.        Penulis             : Istarani & M. Ridwan S.Ag,MA

c.        Tahun Terbit    : 2014

d.       Edisi                 : Edisi  pertama

e.        Penerbit            : Media Persada

f.         Tebal buku       : 259 Halaman

g.        ISBN                : 978-603-970-28-4

 

A.    IKHTISAR BUKU

Bab I Dasar Dasar Strategi Belajar Mengajar

(hal 13)

 

      Seiring dengan tanggung jawab profesional pengajar dalam proses belajar mengajar, maka dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran setiap guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesusatu.

      Umumnya persiapan awal dilakukan adalah membuat suatu perencanaan pembelajaran, yaitu dimulai dari membuat rumusan tujuan.

     Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi belajar-mengajar yang diterapkannya. Strategi yang dipilih guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi.

      Syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam penggunaan strategi belajar menagajar :

1.      Strategi yang digunakan harus membangkitkan motivasi dan minat.

2.      Dapat memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pelajaran.

3.      Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mewujudkan hasil karya.

4.      Dapat mendukung  pengembangan kepribadian peserta didik.

      Pemilihan strategi belajar mengajar yang digunakan dalam proses pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada pemilihan strategi belajar mengajar yaitu

1.      Anak didik

2.      Tujuan

3.      Situasi

4.      Fasilitas

5.      Guru

6.      Sifat bahan pengajaran.

Ada beberapa prinsip dalam memilih strategi belajar mengajar yaitu:

1.      Prinsip efektivitas

2.      Prinsip efisiensi

3.      Prinsip relevan

Pada berbagai situasi proses pembelajaran seringkali digunakan berbagai istilah. Istilah model, metode, strategi, pendekatan, dan teknik.

      Model pembelajaran adalah seluruh rancangan atau desain penyampaian materi pembelajaran; Pendekatan pembelajaran adalah suatu sudut pandang  terhadap proses pembelajaran agar pembelajaran tersebut berhasil; Strategi  pembelajaran adalah suatu rancangan pembelajaran  yang harus dikerjakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai; metode pembelajaran.    

     Teknik pembelajaran adalah jalan atau alat atau media yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan peserta  didik kearah tujuan yang ingin dicapai.

     Komponen strategi belajar mengajar meliputi kegiatan pendahuluan (tujuan pembelajaran, apersepsi), kegiatan pembelajaran inti, partisipasi peserta didik, tes (evaluasi), kegiatan lanjutan.

 

Syaiful Sagala “Konsep dan Makna Pembelajaran”                                          (hal 221)

 

Bab V Model Mengajar dalam Pembelajaran

 

     Konsep dasar strategi belajar mengajar ini meliputi (1) Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku belajar, (2) Menetukkan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar, memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar, (3)Norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

     Strategi dapat diartikan sebagai garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dikaitkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru, murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Menurut Newman dan mogan, strategi dasar setiap usaha meliputi empat masalah masing-masing yaitu (1) Pengidentifikasian dan penetapan spesifikasi dan kualifikasi hasil yang harus dicapai dan menjadi sasaran untuk usaha tersebut, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang memerlukannya, (2) Pertimbangan dan pemilihan pendekatan utama yang ampuh untuk mencapai sasaran, (3) Pertimbangan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh sejak awal sampai akhir, (4) Pertimbangan dan penetapan tolok ukur dan ukuran baku yang akan digunakan untuk menilai keberhasilan usaha yang dilakukan. 

     Dari uraian di atas tergambar bahwa ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar supaya sesuai dengan yang diharapkan.

     Pertama, spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan itu. Sasaran ini harus dirumuskan secara jelas dan konkrit sehingga mudah difahami oleh peserta didik.

     Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara kita memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang kita gunakan dalam memecahkan suatu kasus akan mempengaruhi hasilnya.

      Ketiga, adalah memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengaajr yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode atau teknik penyajian untuk memotivasi siswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah.

      Keempat, menetapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Seorang siswa dapat dikategorikan sebagai murid yang berhasil bisa dilihat dari berbagai segi. Bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru, perilaku sehari-sehari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olahraga, keterampilan dan sebagainya atau dilihat dari berbagai aspek.

 

Keempat dasar strategi tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh antara dasar yang satu dengan dasar yang lain saling menopang dan tidak bisa dipisahkan.  

Kritik :          

Dilihat dari struktur penyusunan buku. BUKU 1 Karangan Effi Aswita menempatkan konsep dasar strategi pada bab pertama dalam buku yang menjelaskan secara gamblang bahwa buku ini terspesifikasi untuk membahas atau mengkaji Strategi belajar mengajar secara tersendiri. Sementara BUKU 3 karangan Syaiful Sagala menempatkan Strategi pada bab kelima dengan penjelasan yang hanya meliputi konsep dasar saja.

BUKU 1 lebih banyak menyajikan pembahasan mengenai strategi belajar dengan menyertakan langkah, kriteria, prinsip serta komponen strategi belajar mengajar sementara pada BUKU 3 tidak selengkap BUKU 1 mengingat kajian pembahasan buku yang luas dan tidak semata-mata membahas tentang strategi pembelajaran. Kedua buku menjelaskan konsep dasar dan langkah-langkah dengan jelas.

Tata penulisan pada BUKU 1 dinilai lebih atraktif karena penggunaan font yang besar dan jenis huruf yang enak untuk dibaca, tidak demikian halnya dengan BUKU 3 yang menggunakan font standar dan jenis huruf yang monoton, ditambah lagi dengan terlalu rapatnya karakter sehingga jarak antar kata sangat kecil dilihat, hal ini akan sulit bagi orang yang memiliki gangguan pada penglihatan untuk membacanya.

                                                                                                                             

Segi penggunaan bahasa, BUKU 1 masih lebih ringan dibanding BUKU 3. Pemakaian bahasa yang ringan dinilai lebih efektif bagi pembaca pemula atau remaja dan anak anak. Dengan demikian buku ini masih dapat menjangkau hampir semua kalangan.

BUKU 3 menggunakan pola bahasa yang sedikit berbeda dalam hal penulisan. Buku ini banyak memuat istilah berat dan lebih analitik, dengan demikian bisa dilihat bahwa buku ini dibuat bagi para analis penidikan, para profesional ataupun pelajar yang berkecimpung di dunia pendidikan itu sendiri .

 

Bab II Media Pembelajaran                           ( hal 26)

 

      Media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi .

     Fungsi media adalah memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbal, mengatasi keterbatasan ruang, mengatasi sikap pasif peserta didik.

     Manfaat media adalah untuk membantu guru menyampaikan materi, materi pelajaran yang didapatkan siswa lebih bermakna,mempermudah siswa menerima materi yang diajarkan.

     Macam-macam media (menurut Djamarah:2010) diklasifikasikan menurut jenisnya (meliputi media auditif, visual, audiovisual), daya liputnya (meliputi daya liput terbatas, daya liput luas dan pengajaran individual) dan bahan pembuatnya ( meliputi media sederhana, media kompleks).

     Pemilihan media tidak dilihat dari sudut pandang kecanggihan, prestise pendidik akan tetapi yang terpenting adalah dapat bermanfaat dalam pembelajaran dan memperlancar proses belajar mengajar.

     Dalam memilih media, akan lebih baik guru mempertimbangkan beberapa hal : 1) Keterampilan pendidikan menggunakan media, 2) Situasi dan Kondisi 3) tujuan Pembelajaran 4) kemudahaan memperoleh media.

     Kelebihan dan kelemahan dilihat dari jenis medianya, media audio misalnya bisa mengasah pendengaran namun tidak dapat mengasah indera lain , media visual dapat memperlihatkan objek namun tidak mengasah indera peraba dan pendengaran serta media audiovisual dapat mengasah segala aspek namun termasuk mahal dan penerapannya harus memiliki kemampuan yang cukup.

Bab III Deskripsi Langkah-Langkah Pokok Pengembangan Desain Pembelajaran       ( hal 103)

 

Media Pembelajaran merupakan komponen meliputi pesan,orang, bahan, alat, teknik, lingkungan.

 

Dengan menggunakan media sebagai produk teknologi pendidikan, diharapkan dapat dipetik beberapa keuntungan, antara lain : Lebih produktif, efektif, efisien, aktual, serempak, merata dan menarik

 

Media berguna untuk memperjelas konsep, menyederhanakan materi pelajaran, menampak dekatkan yang jauh dan menampakjauhkan yang dekat.

 

Klasifikasi media (Heinich:1996) adalah media yang diproyeksikan dan yag tidak diproyeksikan

 

Memilih media terbaik didasarkan pada prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan karakteristik media.

 

Beberapa faktor yang diperhatikan dalam pemilihan media : a) apakah media sesuai untuk mrncapai tujuan, b) apakah media sesuai dengan kemampuan belajar dan pola belajar siswa, c) apakah media yang dipilih sesuai dengan bahan pelajaran, d) apakah bahan dan media mudah disediakan, e) apakah biaya pengadaan seimabang dengan manfaat yang diterimanya

 

Pengembagan media belajar harus memperhatikan prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, perulangan, umpan balik. Yang paling relevan adalah penggunaan alat pemusat perhatian.

Kritik :

Dilihat dari segi tata penulisan, kedua buku sudah baik karena menggunakan ukuran font yang besar dan jenis huruf yang tidak monoton. BUKU 1 karangan Effi Aswita Lubis menjelaskan pengertian, fungsi dan macam serta teknik pemilihan media dengan baik demikian pula BUKU 2 karangan Abdul Gafur.

Walaupun sudah baik masih ada kelemahan BUKU 1 apabila dibandingkan dengan BUKU 2 yaitu sebagai suatu pembahasan yang tercakup menjadi sebuah bab, masih dirasa terlalu sederhana pembahasan didalamnya. Seharusnya bab ini sudah juga bisa memuat bagaimana pengembangan media belajar. Sementara BUKU 2 mencakup sangat banyak penjelasan terkait media pembelajaran walaupun hanya sebagai subbab dalam buku, sudah memuat pengembangan media pembelajaran hingga evaluasi media pembelajaran. BUKU 2 juga menjelaskan contoh-contoh media secara terpisah dalam sebuah tabel yang mana akan mempermudah pembaca dalam membaca dan memahami. Terdapat juga sebuah bagan hirarki tentang proses pemilihan media, hal ini juga sangat baik dikembangkan untuk mempermudah pembaca mengingat serta mengajak pembaca untuk melatih diri memahami dan membuat peta konsep.

Bab III Pendekatan Pembelajaran                 (hal 32)

 

     Melalui pendekatan pembelajaran, siswa disajikan semacam scaffolding yang memungkinkan merka untuk bertanggung jawab pada pemahamanya sendiri, yang pentinng adalah bagaimana belajar.

     Dari sekian banyak pendekatan, para ahli mengelompokkan ke dalam beberapa kategori model. Kategori pemrosesan informasi terdiri atas 4 pendekatan yaitu (1) pendekatan pembelajaran perolehan konsep, (2) Pendekatan pembelajaran latihan inquiry, (3) pendekatan pembelajaran berpikir induktif, (4) pendekatan pembelajaran advance organizer.

Kategori pembelajaran individual meliputi (1) pendekatan pembelajaran  non direktif, (2) pendekatan pelatihan kesadaran, (3) pendekatan pembelajaran pertemuan kelas.

     Pendekatan teacher center learning adalah suatu pandangan proses pemebelajaran dimana pendidik dituntut menjadi sumber utama dalam membangun pengetahuan peserta didik.

 

-          Kelebihan pendekatan ini yaitu guru mengendalikan materi, materi disampaikan dengan singkat, materi pembelajaran sama rata.

-          Kelemahannya yaitu tidak memicu kreativitas peserta didik, menimbulkan kebosanan, komunikasi hanya satu arah.

 

Pendekatan student center learning adalah suatu pandangan proses pembelajaran dimana peserta didik dituntut membangun pengetahuan sendiri.

 

-          Kelebihannya yaitu pemebelajaran lebih aktif, mengurangi kebosanan, memperkuat daya ingat peserta didik.

-          Kelemahannya yaitu sukar diterapkan jika banyak siswa, menguras waktu, pengetahuan dan keterampilan menjadi heterogen.

Pada dasarnya teacher center learning dan student center learning  memiliki paradigma pembelejaran yang berbeda yakni :

Pada Teacher Center Learning

-          Pendidik lebih aktif

-          Pendidik menjadi pendengar yang baik

-          Peserta didik mengerjakan tugas sendiri

-          Pendidik mengevaluasi pembelajaran.

-          Kelas kondusif dan tenang

Sementara  Student Center Learning

-          Peserta didik lebih aktif

-          Pendidik jadi pembimbing

-          Tugas dikerjakan kelompok atau sendiri

-          Peserta didik mengevaluasi diri dan diikuti guru mengevaluasi peserta didik

-          Kelas bising dan ribut.

 

Syaiful Sagala “Konsep dan Makna Pembelajaran”                                             (hal 68)

 

Bab II Konsep dan Makna Pembelajaran

 

Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional. Pendekatan pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran.

      Sistem dan pendekatan pembelajaran dibuat karena adanya kebutuhan sistem tersbut untuk meyakinkan (1) ada alasan untuk belajar; (2) siswa belum tau apa yang akan diajarkan maka guru menetapkan tujuan.

     Kemampuan guru menciptakan situasi belajar sehingga peserta didik  dapat berinteraksi dengan guru secara intensif berdasarkan agenda yang telah diprogramkan guru.

     Pendekatan belajar dan strategi serta metode belajar dalam proses  pembelajarn termasuk faktor yang turut menentukan  tingkat keberhasilan  belajar siswa. Adapun pendekatan pembelajaran yang sudah umum dipakai oleh para guru antara lain pedekatan konsep dan proses, deduktif dan induktif, ekspositori dan heuristik, pendekatan kecerdasan serta pendekatan kontekstual.

     Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk mengahayati bagaimana konsep itu diperoleh.  Pendekatan pembelajaran ini oleh para ahli didasarkan pada pola pengorganisasian bahan pengajaran yang meliputi pengejaran linier dan komulatif.

     Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan  suatu konsep  sebagai suatu keterampilan proses. Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi  juga dari sesama temannya dan dari manusia-manusia sumber di luar sekolah..

     Pendekatan Deduktif adalah  proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.

         Pendekatan induktif adalah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus ke umum. Langakh-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah : (1) memilih konsep, prinsip (2) menyajikan contoh-contoh khusus, (3) disajikan bukti tambahan,(4) disusun pernyataan mengenai sifat umum.

     Pendekatan ekspositori adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Komunikasi yang digunakan adalah satu arah, guru berperan lebih aktif.

     Pendekatan Heuristik adalah pendekatan pengajaran yang menyajika sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut, implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan dan metode inkuiri.

     Kecerdasan adalah sikap intelektual mencakup kecepatan memberikan jawaban, penyelesaian, dan kemampuan memecahkan masalah. Peserta didik perlu menyadari potensi kecerdasan dan mengaktualisasikan secara optimal. Menurut Howard gardner ada delapan bentuk kecerdasan yakni kecerdasan verbal, kecerdasan logika, kecerdasan spasial, kecerdasan tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual. Menilik beragam bentuk kecerdasan manusia,  menjadikan peran guru dan konselor amat penting untuk memberikan arahan pada apa yang cocok dan sesuai bagi para siswanya.

        Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat  hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.  Melibatkan  komponen pembelajaran efektif yaitu (1) Konstruksivisme; (2) Bertanya; (3) Menemukan/ Inkuiri; (4) Masyarakat Belajar; (5) Pemodelan; (6) Refleksi; (7) Penilaian Sebenarnya.

 

 

 

 

Kritik :

Pada bab ini terdapat perbedaan yang sangat jauh antara kedua buku, terlihat dari isi atau konten pembahasan yang sama sekali tidak bersinggungan walaupun kedua bab membahas tentang pendekatan pembelajaran.

BUKU 1 menjelaskan pendekatan dari segi orangnya, yaitu pendekatan siswa dan guru. Jika dilihat sekilas buku ini hanya membahas dua hal tersbut, namun lebih rinci dan ringkas.

BUKU 3 karangan Syaiful Sagala menjelaskan pendekatan belajar dan pembelajaran secara lebih kompleks. Jika disandingkan kedua buku, maka BUKU 3 tentang pendekatan lebih mirip dengan strategi pembelajaran ( Bab 4) pada BUKU 1.  Perbedaan kedua buku ini jelas akan membuat pembaca bingung, sebab makna daripada pendekatan pembelajaran sudah menjadi absurd.  Secara keseluruhan memang BUKU 3 sangat kompleks baik dari penyusunan kalimat, tata penulisan serta penggunaan bahasa serta pemakaian kata yang tidak konsisten.

 

Bab IV Strategi Pembelajaran                       (hal 37)

 

Strategi pembelajaran adalah suatu rangkaian pembelajaran yang harus dikerjakan guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efisien, efektif dan relevan.

 

Strategi pembelajaran terdiri atas ekspositori, heutistic, deduktif dan induktif,

 

-          Strategi ekspositori atau pembelajaran langsung dimana penyajian materi dilakukan pendidik dengan ceramah di depan kelas dan peserta didik mendengarkan dan memberi perhatian apa yang diajarkan pendidik. Kelebihan strategi ini adalah dapat digunakan di kelas yang banyak jumlahnya, sangat efisien dalam waktu, pendidik berperan lebih dari peserta didik. Sementara kelemahannya adalah peserta didik bisa saja bosan, materi yang diterima sebatas pengetahuan, kurang memicu pemikiran kritis dan kreatif.

 

-          Strategi pembelajaran heuristic adalah strategi pembelajaran yang bersifat menemukan suatu konsep atau teori dimana menggunakan metode ilmiah yang terdiri dari merumuskan masalah, hipotesisi, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Kelebihannya adalah melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, memberi kesempatan mengembangkan pengetahuan, pemebalajaran lebih bermakna. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan alokasi waktu yang banyak, sulit diterapkan bagi siswa yang banyak, sulit dilakukan jika tidak ada sumber belajar.

 

-          Stategi pembelajaran deduktif dimulai dari pemaparan hal yang bersifat spesifik menuju ke penjelasan bersifat umum, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapan beserta contoh-contoh. Kelemahannya adalah waktu singkat, mudah menyampaikan isis materi, persiapan tidak perlu banyak. Sedangkan kelemahan adalah sulit memahami konsep abstrak, peserta didik menjadi pasif, kurang mengasah kemampuan berpikir kritis .

 

-          Pada pembelajaran induktif, pendidik memulai pembelajaran dengan memberi contooh-contoh tentang topik yang akan dipelajari peserta didik, selanjutnya pendidik mengarahkan peserta didik menemukan inti dari contoh tersebut. Kelebihannya adalah dapat memicu keatifan siswa, pendidik tinggal membimbin siswa, pembelajaran lebih bermakna. Sedangkan kelebihannya adalah pembelajaran tergantung pada ilustrasi yang dipaparpan, pembelajaran tidak dapat belajar juga, itu natura tenaganya.

Bab III Deskripsi Langkah-Langkah Pokok Pengembangan Desain Pembelajaran        (hal 71)

 

     Dalam rangka pengembangan pembelajaran, salah satu tugas pendidik adalah memilih strategi pembelajaran yang digunakan untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan.

     Strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dipilih yang dapat memberikan fasilitas kepada siswa dalam menuju tercapainya tujuan pembelajaran

     Komponen strategi pembelajaran meliputi lima butir kegiatan yaitu :

·         Kegiatan pembelajaran pendahuluan

·         Penyampaian informasi

·         Partisipasi siswa

·         Tes

·         Kegiatan lanjutan.

 

     Strategi pembelajaran di klasifiksikan menurut

1.      Tujuan pembelajaran.

-          Strategi pembelajaran kognitif

-          Strategi pembelajaran psikomotorik

-          Strategi pembelajaran afektif

2.      Letak kendali belajar

-          Kendali belajar pada siswa

-          Kendali belajar pada guru

3.      Materi yang dipelajari

-          Strategi pembelajaran fakta

-          Strategi pembelajaran konsep

-          Strategi pembelajaran prinsip ( drill)

-          Strategi pembelajaran prosedur

4.      Besar kecilnya kelompok belajar

-          Strategi pembelajaran kelompok besar

-          Strategi pembelajaran kelompok kecil

-          Strategi pembelajaran individual

5.      Cara peroleh ilmu pengetahuan

-          Induktif

-          Deduktif

-          Inkuiri

-          Diskaveri

-          Konstruksivisme

6.      Interaksi siswa dan guru

-          Strategi pembelajaran non-aktif

-          Strategi pembelajaran overaktif

-          Strategi pembelajaran interaktif

-          Strategi pembelajaran satu arah

-          Strategi pembelajaran dua arah

-          Strategi pembelajaran multiarah

-          Strategi pembelajaran kooperatif

7.      Aktualitas, letak dan hubungan antarsumber belajar dan siswa

-          Strategi pembelajaran  tatap muka

-          Strategi pembelajaran jarak jauh

-          Kontekstual

 

Kritik :

BUKU 1 karangan Effi Aswita Lubis dan BUKU 2 karangan Abdul Gafur sama sama menjelaskan pengertian, dan macam macam strategi pembelajaran. Namun BUKU 2 lebih banyak menyajikan jenis strategi pembelajaran dibandingkan dengan BUKU 1 yang hanya mencakup 4 strategi. BUKU 1 menjelaskan macam-macam strategi tersebut dengan baik yakni dengan menyertakan kelebihan dan kelemahannya. Sementara BUKU 2 hanya mencantumkan klasifikasi strategi pembelajaran secara garis besar tanpa penjelasan yang lebih rinci tetapi memasukkan komponen strategi pembelajaran dalam pembahasan bab tersebut.

 

Bab V Metode Pembelajaran                           (hal 42)

 

     Model pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran sehari-hari yaitu guru memberikan materi pelajaran kemudian melakukan proses tanya jawab, memberikan tugas kepada siswa lalu melakukan penarikan kesimpulan.

      Ada beberapa kelebihan model pembelajaran konvensional yaitu guru dengan mudah menguasai pembelajaran di sekolah, efektif dan efisien saat mengajar siswa yang banyak, mudah digunakan.

      Kelemahannya adalah siswa menjadi pasif, mudah membuat siswa bosan, pengetahuan siswa hanya sebatas apa yang diajarkan guru.

 

Dalam pembelajaran konvensional, metode sering digunakan guru adalah metode Ceramah, Drill, Tanya Jawab, Diskusi, dan Resitasi (pemberian tugas).

 

1.      Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.

Langkah –langkah metode ceramah yaitu

·         Guru menjelaskan tujuan pembelajaran

·         Guru membahas materi

·         Guru memberikan kesimpulan

Kelebihan metode ini yaitu sangat efektif pada kelas berjumlah besar, pelajaran dapat dilaksanakan dengan cepat, sangat efisien dalam biaya.

Kelemahan metode ini yaitu materi yang diterima siswa sebatas yang dikuasai guru, siswa bisa saja jenuh, sulit megetahui apakah siswa paham.

 

2.      Metode Drill merupakan metode yang mengajarkan siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau keterampilan  yang lebih tinggi daripada hal-hal  yang telah dipelajari.

Langkah –langkah metode Drill :

·         Pendidik menjelaskan alasan diadakan latihan

·         Memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif

·         Latihan dari jenjang sederhana menuju taraf lebih tinggi.

·         Sewaktu latihan guru mengawasi bagian sulit.

·         Latihan pada bagian sukar lebih sering.

·         Perhatikan perbedaan individual siswa.

·         Guru memberikan evaluasi pada siswa.

Kelebihan metode drill yaitu matei pelajaran dapat lebih dikuasai, bahan pelajaran bertahan lama, siswa yang keliru dapat segera melakukan perbaikan.

Kelemahan metode Drill yaitu latihan terus menerus membuat siswa bosan, kreativitas siswa berkurang karena terus berada dalam bimbingan guru, latihan diluar kemampuan siswa dapat membuat benci pada pelajaran.

 

3.      Metode Tanya Jawab merupakan penyajian dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, dua arah dimana guru bisa bertanya atau siswa bertanya pada guru.

Langkah-langkah metode tanya jawab yaitu

·         Siapkan pertanyaan sesuai tujuan pembelajaran.

·         Guru menjelaskan materi secara singkat.

·         Guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara individu.

·         Guru memberikan umpan balik jawaban dan dilempar bagi siswa lain untuk menanggapinya.

·         Bila belum paham, siswa bertanya dan guru menjawab.

·         Guru mengambil kesimpulan akhir dan evaluasi.

Kebaikan metode tanya jawab  yaitu siswa aktif sebab takut tidak dapat menjawab, siswa beusaha menjawab pertanyaan sehingga kelas menjadi aktif, mengembangkan kemampuan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

Kelemahannya yaitu tidak mudah membuat pernyataan yang sesuai kemampuan siswa, waktu terbuang jika siswa tidak bisa menjawab hingga 3 orang, sulit diterapkan di kelas yang siswanya banyak.

4.      Metode Diskusi adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa dihadapkan pada masalah untuk dibahas secara bersama-sama.

Langkah pelaksanaan metode :

·         Merumuskan tujuan diskusi.

·         Memberikan arah diskusi.

·         Mengendalikan diskusi

·         Membuat kesimpulan akhir

·         Mengevaluasi kegiatan diskusi.

Kelebihan metode diskusi yaitu suasana kelas lebih aktif dan hidup, mengubah pemikiran yang keliru dengan pertimbangan pendapat orang lain, siswa dilatih mematuhi peraturan.

Kelemahannya yaitu diskusi kadang menjerumus kearah yang tidak dibahas, ada siswa yang sangat menonjol dan ada pula yang pasif, tidak dapat dipakai untuk jumlah siswa yang banyak.

5.      Metode Resitasi sebagai suatu cara penyajian pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar.

Langkah-langkah metode :

·         Menjelaskan tujuan pemberian tugas dan apa saja yang diperlukan.

·         Memberikan tugas kepada siswa dan memastikan tugas dikerjakan diluar pelajaran.

·         Meminta pertanggung jawaban siswa.

·         Menilai dan memberikan saran.

Kelebihan metode resitasi yaitu ingatan siswa tentang materi lebih lama, lebih merangasang siswa melakukan aktivitas belajar, membuat siswa lebih mandiri.

Kelemahannya yaitu sulit mengetahui apakah siswa benar mengerjakan tugas sendiri atau orang lain, belum tentu semua anggota kelompok aktif bila dibuat kelompok, pemberian tugas banyak dan sering membuat siswa bosan.

 

 

Hakikatnya metode pembelajaran aktif adalah untuk mengarahkan potensi peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya.

 

1.      Learning start with a question

Langkah-langkah metode pembelajaran

·         Pilih bacaan yang sesuai

·         Minta siswa mempelajari sendiri atau dengan teman

·         Minta siswa memberi tanda pada bacaan yang tidak dipahami

·         Minta kelompok menuliskan pertanyaan tentang materi yang telah dibaca

·         Kumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa

·         Sampaikan materi pelajaran dengan menjawab pertanyaan.

 

2.      Planet question

Langkah –langkah metode pembelajaran :

·         Pilih pertanyaan yang mengarah pada materi

·         Tulis tiap pertanyaan pada kertas

·         Sebelum pelajaran dimulai, pilih siswa yang akan mengajukan pertanyaan

·         Bukalah sesi tanya jawab

·         Buka forum untuk pertanyaan lain

 

3.      Demonstration

Langkah – langkah modelpembelajaran

·         Tentukan langkah yang akan diajarkan

·         Bentuk Miss siswa menjadi  passangan-pasangan

·         Minta beberapa orang untuk apa yang kulakukan.

 

4.      Practice-Rehearsal Pairs

Langkah-langkah metode pembelajaran :

·      Pilih satu keterampilan apa aja

·      Bentuk pasangan-pasngan

·      Orang yang bertugas sebagai penjelas menjelaskan dan pemerhati bertugas mengamati dan menilai penjelasan.

·      Pasangan bertukar peran.

·      Proses diteruskan hingga prosedur dapat dikuasai.

 

5.      Reflektif

Langkah- langkah metode pembelajaran :

·         Guru mempersiapkan konsep dasar

·         Mempersiapkan hal-hal yang direfleksikan

·         Siswa menceritakan hal-hal yang pernah dialami.

·         Siswa melakukan analisis atas refleksinya

·         Siswa diminta mencocokkan hasil analisis dengan konsep dasar yang dipelajari.

·         Siswa diminta merumuskan definisi atas konsep yang ditemukan.

 

6.      Bermain Jawaban

Langkah-langkah permainan :

·         Bagi siswa menjadi beberapa kelompok

·         Kepada tiap kelompok diberikan pertanyaan

·         Minta masing-masing kelompok mendiskusikan jawaban tersebut.

·         Minta salah satu kelompok membacakan pertanyaan, kemudian anggota kelompok mengambil jawaban dari kantong yang ada didepan kelas.

 

7.      Group Resume

Langkah-langkah pembelajaran :

·         Membagi siswa menjadi kelompok kecil

·         Menjelaskan bahwa kelas itu dipenuhi indivisu berbakat.

·         Membuat resume kelompok

·         Membagikan kertas plano dan spidol untuk menulis resume

 

8.      Index Card Match

Langkah –langkah mpembelajaran :

·         Buat potongan kertas sebanyak jumlah siswa

·         Bagi kertas menjadi dua bagian

·         Tulis pertanyaan, setiap kertas berisi satu pertanyaan

·         Separuh kertas yang lain, tulis jawaban

·         Tiap siswa diberi satu kelas

·         Minta siswa menemukan pasangan mereka.

·         Setelah menemukan jawaban, duduk berdekatan.

·         Akhiri dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan

 

9.      Guided Teaching

Langkah- langkah pembelajaran :

·         Sampaikan pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswa.

·         Berikan waktu untuk menjawab pertanyaan

·         Minta siswa menyampaikan hasil jawaban.

·         Sampaikan poin-poin utama dengan cearamah interaktif

·         Minta siswa membandingkan jawaban dengan poin yang disampaikan.

 

10.  The learning Cell

Langkah- langkah pembelajaran:

·         Siswa diberi tugas membaca kemudian menulis pertanyaan.

·         Siswa ditunjuk berpasangan

·         Guru bergerak dari pasangan yang satu dengan musik yang lain.

 

11.  Learning Contracs

Langkah-langkah pembelajaran :

·         Mintalah setiap peserta didik memilih tugas yang ingin dipelajari.

·         Doronglah tiap peserta didik memikirkan

·         Berikan waktu yang cukup untuk konsultasi.

·         Minta kontrak yang cukup untuk konsultasi dalam menyusun rencana.

 

12.  Learning Journals

    Digunakan untuk memantau Learning Strategies yang telah dibuat oleh peserta didik dalam kontrak belajarnya. Jurnal ini dapat dianggap sebagai progress report  maupun rekaman tugas yang dipikul siswa.

     Jurnal dibuat berdasarkan kesepakatan awal dan bergantung pada interval waktu pengerjaan.

Jika waktu pengerjaan seminggu, maka siswa membuat jurnal tiap hari.

 

Syaiful Sagala “ Konsep dan Makna Pembelajaran”                                            (hal 201)

 

Bab V Model Mengajar dalam Pembelajaran

 

Untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar, dibawah ini disajikan pengertian, fungi dan langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar. Ada sejumlah metode mengajar yang mungkin dapat dilakukan oleh guru antara lain sebgai berikut :

1.      Model Mengajar Menggunakan Metode Ceramah

      Ceramah adalah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dar guru kepada peserta didik.

Peran siswa dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti, mencatat pokok penting yang dikemukakan oleh guru.

Langkah-langkah :

·         Melakukan pendahuluan yang terdiri dari (1) menjelaskan tujuan tujuan kepada peserta didik, (2) kemukakan pokok-pokok materi, (3) memancing pengalaman peserta didik yang cocok dengan materi.

·         Menyajikan bahan baru dengan memperhatikan faktor-faktor (1) perhatian peserta didik harus tetap terpelihara, (2) menyajikan pelajaran secara sistematis, (3) kegiatan belajar-mengajar diciptakan secara variatif, (4) memberikan ulangan pelajaran pada responsi, (5) membangkitkan motivasi belajar secara terus-menerus.

·         Menutup pelajaran. Yang harus diperhatikan yaitu (1) mengambil kesimpulan, (2) memberikan kesempatan peserta didik menaggapi, (3) melaksanakan penilaian secara komprehensif.

 

2.      Model Mengajar Menggunakan Metode Tanya-Jawab

     Pertanyaan adalah pembangkit motivasi yang dapat merangsang peserta didik untuk berpikir, didorong untuk mencari dan menemukan jawaban yang tepat dan memuaskan. Pertanyaan yang baik ditandai dengan (1) adanya respon untuk menjawab, (2) adanya ras tidak puas atas pertanyaan yang diberikan, (3) adanya jawaban yang tidak menghendaki “ya” atau “bukan”, (4) pertanyaan yang jelas dan mudah dipahami.

     Cara memberikan giliran pertanyaan yaitu : (1)  pertanyaan yang ditujukan kepada seseorang dan girlirannya kepada orang lain, (2)  pertanyaan kelompok dan  gilirannya kelompok lain, (3) pertanyaan diarahkan pada siapapun, (4) pertanyaan diajukan kepada seluruh kelas dijawab secara spontan oleh siapa saja.

 

3.      Metode Mengajar Menggunakan Metode Diskusi.

     Diskusi ialah percakapan yang responsif berisikanpertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan problematis.

Manfaat diskusi antara lain :

·         Peserta didik mempunyai kesempatan untuk berpikir

·         Peserta didik memdapat pelatihan mengeluarkan pendapat

·         Peserta didik belajar bersikap toleran

·         Menimbulkan pasrtisipasi aktif

·         Mengembangkan sikap demokratif

·         Dengan diskusi, pelajaran menjadi relevan.

Kelemahan metode diskusi antara lain :

·         Diskusi telampau menyerap waktu

·         Peserta didik tidak menggunakan waktu diskusi dengan baik

·         Terkadang diskusi menjadi tanya jawab

Usaha supaya diskusi bisa berhasil dengan baik antara lain :

·         Masalahnya harus kontroversial

·         Guru menempatkan dirinya sebagai  pemimpin diskusi

·         Guru memperhatikan pembicaraan agar sesuai fungsi.

Beberapa jenis diskusi yang dilakukan yaitu diskusi panel, simposium, diskusi seminar, diskusi lokakarya, diskusi formal, diskusi kuliah, brainstorming.

 

4.      Model Mengajar Menggunakan Metode Demonstrasi

     Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami. Ada dua macam demonstrasi yaitu demonstrasi formal dan demonstrasi informal.

Kebaikan-kebaikan metode demonstrasi :

·         Perhatian murid dapat dipusatkan pada hal yang dianggap penting.

·         Dapat membimbing peserta didik ke arah berpikir yang sama

·         Ekonomi dalam jam pelajaran

·         Dapat menurangi kesalahan dibanding hanya membaca

·         Memerlukan keterangan yang banyak

·         Keraguan dapat diperjelas.

Kelemahannya :

·         Derajat visibilitasnya kurang

·         Perlu alat-alat yang khusus

·         Diperlukan pemusatan perhatian

·         Memerlukan banyak waktu

·         Kadang proses demonstrasi di kelas akan berbeda dengan yang situasi nyata.

·         Diperlukan ketelitian dan juga  kesabaran.

 

Cara mengatasi kelemahan :

·         Tentukan hasil yang ingin dicapai

·         Guru mengarahkan sehingga siswa mengerti

·         Pilih alat demonstrasi

·         Usahakan seluruh murid ikut pelaksanaan demonstrasi

·         Berikan penjelasan sejelas-jelasnya.

·         Bahan pelajaran adalah hal-hal praktis

·         Menetapkan garis besar langkah demonstrasi.

5.      Model Mengajar Menggunakan Metode Sosiodrama.

     Metode sosiodrama berarti cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan atau mendramatisasi cara tingkah laku dalam hubungan sosial.

Kebaikan-kebaikannya :

·         Murid melatih dirinya untuk memahami, melatih, dan mengingat bahan yang didramakan.

·         Murid terlatih berinisiatif dan berkreatif

·         Bakat terpendam dapat dipupuk

·         Kerjasama dapat dibina

·         Murid memperoleh kebiasaan bertanggung jawab

·         Bahasa lisan murid dapat dibina.

 

Kelemahannya yaitu :

·         Yang tidak ikut menjadi pasif

·         Banyak memakan waktu

·         Memerlukan tempat yang cukup luas

·         Kelas lain terganggu oleh suara.pemain dan penonton.

Cara mengatasi kelemahan metode  sosiodrama :

·         Guru harus memperkenalkan metode ini

·         Guru memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat anak.

·         Guru harus menceritakan sambil mengatur adegan

·         Bobot bahan pelajara harus sesuai waktu yang tersedia.

 

6.      Model Mengajar Menggunakan Metode Karyawisata

     Karyawisata adalah pesiar yang dilakukan oleh para peserta didik untuk melengkapi pengalamna belajar dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah.

Kebaikan-kebaikannya :

·         Anak didik dapat mengamati kenyataan yang beragam dari dekat

·         Anak didik dapat menghayati pengalaman baru.

·         Anak didik dpat menjawab masalah dengan melihat, mencoba dan membuktikan langsung.

·         Anak didik dapat memperoleh informasi dengan wawancara.

·         Mempelajari sesuatu secara integral dan komprehensif.

 

Kelemahan-kelemahannya :

·         Memerlukan persiapan banyak pihak

·         Jika sering dilakukan akan mengganggu kelnacaran pelajaran

·         Kadang sulit dalam bidang pengangkutan

·         Memerlukan pengawasan yang ketat

 

Cara mengatasi kelemahan :

·         Perlu merumuskan tujuan yang jelas

·         Buatlah rumusan tujuan yang konkret

·         Penentuan tugas yang harus dilakukan sewaktu dan sesudah karya wisata

·         Rencana penilaian pengalaman karyawisata

·         Rencana selanjutnya sebagai kelanjutan karyawisata.

 

7.      Model Mengajar Menggunakan Metode Kerja Kelompok

      Metode kerja kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri atau sub kelompok.

Kebaikan-kebaikannya :

·         Mengembangkan sikap musyawarah

·         Menimbulkan rasa kompetitif yang sehat

·         Guru tidak perlu mengawasi siswa secara individual

·         Melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

 

Kelemahan-kelemahannya :

·         Sulit membuat kelompok yang homogen

·         Pemimpin kelompok sulit memberikan pengertian

·         Anggota kadang tidak patuh pada tugasnya.

 

Cara mengatasi kelemahannya :

·         Guru harus memperoleh pengetahuan yang luas

·         Kumpulan data siswa membantu guru

·         Adakan tes sosiometri

·         Bimbingan kelompok terus-menerus.

·         Usahakan jumlah kelompok tidak terlalu besar.

·         Dapat memberikan motivasi menuju kompetisi yang sehat.

8.      Model Mengajar Menggunakan Meode Latihan.

     Metode latihan biasnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan dan keterampilan dari apa yang dipelajari.

Kebaikan-kebaikannya :

·         Menghambat bakat dan inisiatif siswa.

·         Terkadang menjadi hal monoton

·         Membentuk kebiasaan yang kaku

·         Dapat menimbulkan verbalisme.

 

             Kelemahan-kelemahannya :

·         Siswa sering meniru hasil kerja orang lain

·         Dikerjakan orang lain tanpa pengawasan

·         Hanya sekedar melepaskan tanggung jawab bagi guru

·         Mungkin siswa akan kesulitan karena sukar.

 

Cara mengatasi kelamahannya :

·         Latihan hanya untuk bahan yang otomatis

·         Latihan harus sering dilakukan

·         Latihan harus menarik

·         Proses latihan dan kebutuhan disesuaikan.

9.      Model Mengajar Menggunakan Metode Tugas

     Metode pemberian tugas dan resitasi adalah  cara penyajian pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar.

Kebaikannya :

·         Hasil belajar, hasil percobaan lebih menyerap dan tahan lama

·         Memupuk keberanian mengambil inisiatif

·         Tugas dapat lebih meyakinkan apa yang dipelajari dari guru.

·         Membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi.

·         Membuat siswa bergairan dengan berbagai variasi.

Kelemahannya :

·         Sering kali siswa hanya meniru hasil kerja orang lain.

·         Ada kalanya tugas dikerjakan orang lain.

·         Hanya sekedar melepas tanggung jawab bagi guru.

·         Siswa terkadang kesulitan karena sukar.

Cara mengatasi kelemahan-kelemahannya :

·         Tugas harus jelas sehingga siswa mengerti apa yang harus dikerjakan.

·         Tugas yang diberikan dengan memperhatikan perbedaan individu.

·         Waktu menyelesaikan tugas harus cukup.

·         Kontrol dan pengewasan yang sistematis

·         Tugas hendaklah memperhatikan minat, bersifat praktis dan ilmiah, tugas diambil dari hal yang dikenal siswa.

10.  Model Mengajar Mengunakan Metode Eksperimen

     Dalam proses belajar dengan metode ini, siswa diberi kesempatan untuk mengalami, mengamati, menganalisis dan menarik kesimpulan objek atau proses tertentu.

Kebaikannya :

·         Membuat siswa lebih percaya berdasarkan percobaannya sendiri.

·         Mengembangkan sikap eksploratoris.

·         Metode didukung oleh azas-azas (1) mengamati sendiri, (2) terhindar dari verbalisme, (3) bersifat objektif dan realistis, (4) bepikir ilmia, (5) hasil belajar tahan lama.

Kelemahannya :

·         Pelaksanaan metode sering memerlukan peralatan yang tidak mudah didapatkan.

·         Tiap eksperimen tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.

·         Sangat menuntut penguasaan materi, fasilitas.

Cara mengatasi kelemahannya :

·         Guru menjelaskan sejelas-jelasnya hasil yang ingin dicapai.

·         Guru membicarakan bersama siswa langkah pemecahan masalah.

·         Bila perlu guru membantu memperoleh bahan-bahan.

·         Guru merangsang agar siswa membandingkan eksperimen dengan orang lain.

 

Kritik :

BUKU 1 karangan Effi Aswita Lubis membagi metode pembelajaran kedalam dua bagian besar yaitu metode konvensional dan metode pembelajaran aktif, hal ini akan mempermudah pembaca memahami dan membedakan kedua metode terseebut secara garis besar. Sementara BUKU 3 tidak mengklasifikasikan demikian. Ada beberapa metode yang sama di kedua buku, misalnya metode ceramah, diskusi, drill, tanya jawab, namun banyak juga yang berbeda misalnya BUKU 1 memuat learning journals  tetapi BUKU 3 tidak, tetapi memuat metode Sosiodrama dan sebaliknya.

BUKU 1 menjelaskan sebagian metode dengan langkah-langkah dan kelebihan-kekurangan, namun sebagian lagi tidak dijelaskan kelebihan dan kekurangan.

BUKU 3 menjelaskan metode secara detail mulai dari pengertian, kebaikan dan kelemahan bahkan hingga cara mengatasi kelemahn tersebut. Dengan adanya cara mengatasi maka pembaca akan mudah menjadikan buku sebagai modul saat hendak mengajar menggunakan metode tertentu.

 

Bab VI Model Pembelajaran                  (hal 58 -123)

 

a.      Model Pembelajaran Course Review Horay

Adalah model pembelajaran yang membuat suasana kelas aktif serta menyenangkan.

 

Langkah-langkah model pembelajaran :

·         Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

·         Guru  mendemonstrasikan materi

·         Memberikan siswa tanya jawab

·         Disuruh membuat kotak 9/16/25 dan diisi angka.

·         Guru membacakan soal secara acak

·         Siswa yang benar membantuk vertikal dan horizontal berteriakan horay.

·         Nilai siswa dihitung dari jumlah horay.

·         Penutup

 

Kelebihan model ini yaitu pembelajaran menjadi menarik, dapat melatih kerjasama, mengekspresikan pengalaman emosi.

 

Kelemahan model ini adalah kemungkinan topik yang dibahas akan meluas, guru harus mempersiapkan materi secara matang, nilai merugikan siswa yang aktif karena siswa aktif dan pasif sama .

 

b.      Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)

Adalah model pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil untuk bekerjasama secara kooperatif.

 

Langkah – langkah model :

·         Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen.

·         Guru menyajikan pelajaran

·         Guru memberi tugas kelompok

·         Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa.

·         Memberi evaluasi

·         Kesimpulan.

 

Kelebihan model ini yaitu dapat mengetahui seberapa jauh siswa menguasai pelajaran, meningkatkan aktifitas belajar mengajar, tepat untuk siswa mendalami secara detail.

 

Kelemahan model yaitu memerlukan perencanaan yang matang, sebagian siswa bisa saja menjadi pelengkap, evaluasi guru kemungkinan tidak mencerminkan kemampuan siswa sebenarnya.

 

c.       Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining.

Model pembelajaran adalah model pembelajaran dimana setelah guru menyampaikan materi, siswa mulai mempresentasikan ide dan pendapatnya.

 

Langkah – langkah model pembelajaran :

·         Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

·         Guru menyajikan materi

·         Memberikan siswa menjelaskan melalui peta konsep.

·         Guru menyimpulkan ide dari siswa

·         Guru menerangkan semua materi yang disajikan.

 

Keunggulan model yaitu guru mengetahui kemampuan siswa dalam penguasaan materi, siswa menjadi aktif dan kreatif, meningkatkan daya serap siswa.

 

Kelemahan model ini yaitu siswa yang kurang berani tidak mampu presentasi, sering terjadi pengulangan bila siswa tidak memiliki ide, sering mengalami kesulitan membuat konsep.

 

d.      Model Pembelajaran TAI

Model pembelajaran TAI adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan pendekatan kooperatif dengan pendekatan individual dimana siswa bertanggung jawab atas dirinya dan saling membantu anggota kelompok memecahkan masalah.

 

Langkah- langkah model pembelajaran :

·         Guru menyiapkan materi.

·         Guru memberikan pretest atau melihat rata-rata nilai harian siswa

·         Guru memberikan materi secara singkat.

·         Guru membentuk kelompok heterogen 4-5 orang.

·         Kelompok mengerjakan tugas berupa  LKS yang dirancang guru.

·         Ketua kelompok mempresntasikan hasil kerja

·         Guru memberikan Post-Test yang dikerjakan secara Individu.

·         Guru menetapkan nilai kelompok

·         Guru memberikan tes formatif sesuai dengan kompetensi yang ditentukan.

 

Kelebihan model TAI yaitu mampu meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa, mengajarkan siswa saling membantu, mengurangi keterlibatan guru dalam pembelajaran.

 

Kelemahan model ini yaitu siswa yang kurang pandai dan pasif selalu mengandalkan siswa yang pintar, membutuhkan waktu yang lama mengembangkan perangkat pembelajaran, sulit mengkoordinasi kelas yang siswanya banyak.

 

e.       Model Pembelajaran Creative Problem Solving

Adalah model pembelajaran yang melatih siswa untuk mencari pemecahan masalah dengan penguatan kreativitas.

 

Proses model pembelajaran CPS yaitu :

·         Orientasi masalah kepada siswa

·         Mengorganisasikan siswa untuk belajar

·         Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

·         Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

·         Menganalisis dan mengevaluasi Proses Penyelesaian Masalah.

 

Kelebihan model ini yaitu memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan kemampuannya di dunia nyata, meningkatkan minat, mealtih siswa berpikir kritis dan kreatif.

 

Kelemahan model ini yaitu tanpa perencanaan yang matang akan sulit dilaksanakan, dominasi siswa yang pintar, banyak membutuhkan arahan guru.

 

f.       Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Adalah model pembelajaran dimana guru mengubungkan materi dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan pengetahuannya dengan penerapannya.

 

Langkah-langkah model pemebelajaran CTL :

·         Guru mengarahkan siswa sedemikian rupa

·         Siswa diajak menemukan suatu fakta dari permasalahan yang disajikan guru.

·         Memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan dan rasa ingin tahu

·         Guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok

·         Guru mendemonstrasikan ilustrasi materi dengan media sebenarnya.

·         Guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan.

·         Guru melakukan evaluasi.

 

Kelebihan model CTL yaitu siswa melakukan sendiri kegiatan pembelajaran sehingga siswa memahami materi, menimbulkan penguatan pemahaman konsep, menimbulkan keberanian untuk bertanya.

 

Kelamahan model CTL adalah siswa yang kurang aktif tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan siswa yang aktif, pembagian kelompok harus diperhatikan guru, siswa belum tentu dapat menyesuaikan dengan kelompoknya.

 

 

g.      Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW)

Model TTW adalah model pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir dan berbicara siswa dengan cara berpikir, berbicara di forum diskusi.

 

Langkah- langkah model TTW yaitu

·         Guru membagi membagi teks bacaan berupa lembaran aktivitas siswa.

·         Siswa membaca secara individu dan mencatat untuk dibawa ke forum diskusi.

·         Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas isi catatan.

·         Siswa membuat sendiri pengetahuan yang memuat pemahaman dalam bentuk tulisan.

 

Kelebihan model pembelajaran TTW yaitu siswa mampu membangun pengetahuan sendiri, membantu siswa mengkomunikasikan ide-ide melalui tulisan, dapat melatih kemampuan berpikir dan berbicara siswa.

 

Kelemahan model ini adalah sulit digunakan untuk kelas yang besar, tidak semua siswa belajar aktif, memakan waktu yang banyak dalam pelaksanaannya.

 

h.      Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

Model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain.

 

Langkah-langkah model pembelajaran yaitu

·         Siswa bekerja sama dalam kelompok (4 orang).

·         Dua orang menjadi tamu kedua kelompok yang lain.

·         Dua orang tinggal dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan di kelompok lain.

·         Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka.

 

Kelebihan model ini yaitu pembelajaran lebih bermakna, menambah kekompakan siswa, meningkatkan minat dan prestasi belajar.

 

Kelemahan model ini yaitu membutuhkan banyak waktu untuk melaksanakannya, banyak persiapan yang harus dilakukan guru, guru sering kesulitan dalam pengelolaan kelas.

 

i.        Model Pembelajaran Pair Check

Adalah model yang melatih kerja sama dengan cara siswa dikelompokkan secara berpasangan.

 

Langkah-langkah model pembelajaran yaitu

·         Pemilihan materi

·         Pembentukan kelompok

·         Guru memberikan tugas dan peran masing-masing

·         Guru memonitor dan memberikan kupon apabila jawaban benar

·         Siswa bertukar peran

·         Seluruh pasangan saling mengecek

·         Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi.

 

Kelebihan model pair checks adalah meningkatkan partisipasi siswa, menciptakan kerjasama antar siswa, lebih gampang membentuk kelompok.

 

Kelmahan model ini yaitu apabila ada perselisihan diantara siswa tidak ada penengahnya, guru harus sering memonitor kelompok siswa, memerlukan banyak waktu dalam pelaksanaannya.

 

j.        Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compasition (CIRC)

 

Langkah-langkah model CIRC adalah

·         Membentuk kelompok (4 orang) secara heterogen.

·         Guru memberikan klipping sesuai topik pembelajaran.

·         Siswa saling membacakan dan menemukan ide poko dan menuliskan tanggapan.

·         Membacakan hasil kelompok.

·         Guru membuat kesimpulan bersama.

·         Penutup.

 

 

k.      Model Pembelajaran Pair Check (Spencer Kagan : 1993)

Langkah-langkah :

·         Bekerja berpasangan.

·         Guru membentuk tim berpasangan. Tiap pasangan mengerjakan soal.

·         Pelatih mengecek.

·         Apabila partner benar, pelatih memberi kupon.

·         Bertukar peran

·         Seluruh partner bertuka peran dan mengulangi langkah 1-3

·         Pasangan mengecek.

·         Seluruh  pasangan tim kembali bersama.

·         Penegasan guru.

·         Guru mengarahkan jawaban sesuai konsep.

Istarani & M.Ridwan “ 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif”                                                   ( hal 21)

 

Bab II 50 Tipe Metode Pembelajaran Kooperatif

 

a.      STAD (Student Teams Achievement Division)                                            (hal 21)

metode pembelajaran kooperatif untuk pengelompokan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota.

Karakteristik  STAD  :

·         Kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil

·         Tiap kelompok terdiri dari 4-5 anggota yang heterogen

·         Kuis sebagai alat evaluasi

·         Membuat skor secara individu maupun kelompok

·         Adanya pemberian penghargaan (reward)

 

Langkah-langkah model pembelajaran (Slavin) : 

·         Membentuk kelompok

·          Guru menyajikan pelajaran

·         Guru memberikan tugas kepada kelompok

·         Guru memberikan kuis/pertanyaan

·         Memberikan evaluasi

·         Kesimpulan

 

Kelebihan :

·         Dapat meningkatkan kerjasama

·         2. Dapat memupuk rasa kebersamaan

·         Dapat digunakan dalam pengajaran

·         Dengan kuis dapat menyenangkan anak dalam menjawab soal

·         Dengan reward akan mendorong siswa untuk lebih giat

·         Dengan reward akan menimbulkan nuansa persaingan sehat

 

             Kelemahan

·         Adanya siswa yang tidak akur karena dikelompokkan pada anggota yang tidak disukai

·         Dalam kelompok, ada siswa yang hanya sebagai pendengar

·         Kuis dapat kurang menyahuti aspirasi siswa

·         Pemberian reward kadang tidak sesuai dengan harapan siswa

 

b.      CTL ( Contextual Teaching And Learning) (hal 41)

Adalah konsep yang membantu guru mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata.

Ada 8 komponen pembelajaran kontekstual meliputi :

·         Menjalin hubungan yang bermakna

·         Mengerjakan pekerjaan yang berarti

·         Melakukan proses belajar yang diatur sendiri.

·         Mengadakan kolaborasi

·         Berpikir kritis dan kreatif.

·         Memberikan layanan secara individual.

·         Mendupayakan standar yang tinggi.

·         Menggunakan asessment autentik

Karakteristik pembelajaran yaitu :

·         Contructivisme

·         Inquiry

·         Questioning

·         Laerning comunity

·         Modelling

·         Reflection

·         Authentic Assesment.

Langkah pelaksanaan :

·         Mengembangkan pemikiran siswa

·         Melaksanakan inquiri

·         Mengembangkan sifat ingin tahu

·         Menciptakan masyarakat belajar

·         Menghadirkan model

·         Membiasakan anak melakukan refleksi.

·         Melakukan penilaian secara obyektif.

 

Kelebihan :

·         Dapat mengembangkan pemikiran siswa

·         Siswa dapat belajar sendiri.

·         Dapat melakukan sejauh mungkin kegiatan inquiri.

·         Mengembangkan sifat ingin tahu melalui pertanyaan.

·         Menciptakan masyarakat belajar seperti kelompok diskusi.

·         Mengahadirkan model.

·         Melakukan penilaian secara obyektif

·         Dapat menemukan hal-hal baru.

 

Kelemahan :

·         Bagi siswa yang lambat berpikir akan sulit.

·         Guru harus memahami materi secara luas.

 

c.       TAI (Team Assisted Individually)    (hal 51)

Adalah proses pembelajaran dalam bentuk kelompok 4-5 orang yang heterogen.

Karakteristik :

·         Pembelajaran dalam bentuk tim

·         Guru hanya mengawasitim berfungsi sebagai wadah

·         Penilaian dilakukan secara individual.

 

Langkah-langkah :

·         Pembentukan kelompok

·         Pemberian bahan ajar

·         Belajar kelompok

·         Skor kelompok dan penghargaan kelompok

·         Pengajaran materi pokok oleh guru

·         Tes formatif.

 

Kelebihan :

·         Meningkatkan kerja sama siswa.

·         Siswa dapat membagi ilmunya.

·         Meningkatkan kerjasama kelompok

·         Melatih rasa tanggung jawab.

 

Kelemahan :

·         Jika tidak dikontrol, akan mengundang keributan.

·         Siswa yang tidak mau menglah, akan sulit diterima.

·         Terkadang bisa  terjadi ketidakcocokan pendapat.

 

d.      TTW (Think-Talk-Write)                (hal 55)

     Pembelajaran Think Talk Write ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan alternative solusi), hasil bacaannya membuat laporan presentasi.

Langkah-langkah :

·         Guru membagi teks bacaan

·         Siswa membaca dan membuat catatan

·         Siswa berkolaborasi. Guru berperan sebagai mediator.

·         Siswa mengkonstruksikan sendiri pengetahuan.

 

Kelebihan :

·         Dapat melatih siswa berpikir kritis.

·         Melatih siswa menuangkan ide dan gagasan.

·         Melatih siswa mengemukakan ide.

·         Medorong siswa belajar

·         Mengkonstruksikan pengetahuan.

·         Siswa befikir secara mandiri.

·         Memupuk keberanian siswa menyatakan pendapat.

Kelemahan  :

·         Bagi siswa yang lambat berfikir akan kesulitan.

·         Siswa yang kurang mampu menuangkan ide kesulitan.

·         Adanya siswa yang malas berifikir

 

e.       CPS ( Creative Problem Solving)    (hal 95)

Adalah suatu pembelajaran yang membutuhkan kreativitas tinggi baik oleh guru maupun siswa.

Karakteristik :

·         Adanya masalah faktual.

·         Tumbuhnya kreatifitas.

·         Adanya persentase.

·         Diskusi untuk menentukan hasil belajar.

Langkah-langkah :

·         Tanya jawab lisan.

·         Identifikasi masalah

·         Mengolah pikiran

·         Presentasi

·         Diskusi

Kelebihan :

·         Memiliki fakta aktual sebagai landasan memabahas pelajaran.

·         Menumbuhkan orisinalitas ide

·         Pendidikan sekolah lebih relevan

·         Membiasakan pemecahan masalah

·         Improvisasi mengembangkan metode

·         Merangsang pengembangan kemampuan berpikir.

·         Menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kelemahan :

·         Sulit mencari masalah yang benar-benar aktual

·         Adanya masalah yang tidak relevan dengan materi.

·         Memerlukan kemampuan guru

·         Memerlukan waktu yang cukup.

·         Berfikir memecahkan masalah sendiri dan kelompok.

 

f.       CIRC ( Cooperative Integrated Reading and composition)                            (hal 101)

Menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa.

Karakteristik pembelajaran :

·         Terdiri dari 4 orang satu kelompok

·         Membaca dan menulis secara bersamaan

·         Menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa.

·         Siswa saling menilai secara lisan maupun tulisan.

Langkah- langkah :

·         Guru membagi peserta didik menjadi dua kelompokan

·         Guru membagi wacana kepada tiap kelompok

·         Guru menetapkan kelompok penyaji dan kelompok pendengar.

·         Kelompok penyaji membacakan ringkasan bacaan, kelompok pendengar menyimak.

·         Kelompok bertukar peran

·         Peserta didik menyimpulkan bersama-sama.

Kelebihan  :

·         Meningkatkan kemampuan membaca siswa.

·         Dapat menemukan kata kunci

·         Meningkatkan kerja sama antar siswa.

·         Siswa dapat membagi ilmunya satu sama lain.

·         Melatih tanggung jawab individu siswa.

·         Melatih keberanian siswa mengemukakan pendapat.

 

Kelemahan :

·         Pemahaman siswa tentang kata kunci belum memadai.

·         Guru sendiri kadang belum membuat kata kunci.

·         Kalau tidak dikontrol, akan mengundang keributan.

·         Kadang terjadi ketidakcocokan pendapat.

 

g.      Two Stay Two Stray                       (hal 105)

 

Adalah cara siswa berbagi pengetahuan dengan kelompok lain.

Karakteristik pembelajara adalah :

·         Satu kelompok terdiri dari 4 orang

·         2 orang bertindak sebagai tamu pada kelompok lain.

·         2 lainnya sebagai penerima tamu.

·         Mencocokkan hasil kelompok lao=in dengan kelompok sendiri.

Langkah pelaksanaan :

·         Peserta didik bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 orang

·         Dua orang menjadi tamu pada kelompok lain.

·         Dua orang lainnya bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka.

·         Kelompok mencocokkan hasi kerja mereka.

Kelebihan :

·         Kerja sama dalam kelompok.

·         Kemampuan siswa dalam memberikan informasi.

·         Kemampuan siswa menyatukan ide dan gagasan.

·         Keberanian siswa menyampaikan bahan ajar.

·         Pembelajaran tidak akan membosankkan.

·         Melatih  kemandirian.

Kelemahan :

·         Dapat mengundang keributan.

·         Siswa yang kurang aktif kesulitan mengikuti proses pembelajaran.

·         Pembelajaran kurang mendalam.

·         Penggunaan waktu yang kurang efektif

 

h.      SFE (Student Facilitator And Explaining) (hal 114)

Karakteristik Pembelajaran :

·         Adanya informasi kompetensi, adanya penyajian materi, adanya aktivitas pengembangan materi ajar oleh siswa sendiri.

Langkah-langkah :

·         Infromasi kompetensi

·         Sajian materi.

·         Siswa mengembangkan dan menjelaskan pada siswa lainnya.

·         Evaluasi.

·         Refleksi.

Kelebihan :

·         Meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan materi ajar.

·         Menumbuhkan aktivitas belajar mandiri.

·         Memupuk jiwa kebersamaan.

Kelemahan  :

·         Siswa kurang terbiasa mengembangkan materi ajar.

·         Kemampuan siswa menjelaskan terbatas.

 

i.        Course Review Horay                   (hal 117)

Karakteristik :

·         Adanya tanya jawab

·         Adanya siswa menulis nomor sembarang.

·         Adanya pembacaan soal yang dipilih acak.

·         Pemberian skor diikuti yel “hore”.

Langkah-langkah :

·         Informasi kompetensi

·         Sajian materi

·         Tanya jawab untuk pemantapan.

·         Siswa menulis nomor sembarangan.

·         Guru membacakan soal yang nomornya diacak

·         Nomor yang sesuai dengan nomor soal berhak menjawab.

·         Penyimpulan dan evaluasi.

Kelebihan :

·         Adanya umpan balik

·         Menumbuhkan semangat belajar

·         Pembelajaran tidak membosankan.

·         Meningkatkan aktivitas belajar

·         Bagi guru sangat membantu untuk memahamkan  siswa.

Kelemahan :

·         Memerlukan kesiapan yang matang.

·         Bisa menimbulkan kegaduhan.

·         Membutuhkan waktu relatif lama.

 

j.        Pair Checks                                     (hal 121)

Penyampaian materi ajar dalam bentuk kelompok teman sebangku.

Karakteristik :

·         Kelompok hanya 2 orang..

·         Saling melontarkan pertanyaan dalam bentuk tulisan.

·         Saling mengoreksi dan bertukar peran.

Langkah-lagkah :

·         Siswa berpasangan.

·         Salah seorang menyajikan dan temannya menyajikann.

·         Koreksi.

·         Bertukar peran.

·         Penyimpulan.

·         Evaluasi.

·         Refleksi.

Kelebihan :

·         Siswa aktif

·         Siswa terlibat langsung

·         Melatih siswa membuat pertanyaan.

·         Membinasi kombinasi belajar.

·         Mengatahui kemampuan siswa.

·         Mempermudah guru menyampaikan materi ajar.

Kelemahan :

·         Siswa kurang serius.

·         Terjadinya salah pemahaman.

 

Kritik :

BUKU 1 memuat sangat banyak jenis model pembelajaran yakni 65 model lengkap dengan langkah-langkah pelaksanaan dan hingga kelebihan dan kekurangan.

BUKU 4 karangan Istarani juga demikian, yaitu memuat banyak model yakni 50 jenis model. Namun penjelasan pada buku Istarani meliputi pengertian, karakteristik , langkah - langkah hingga kelebihan kekurangan. Namun pada beberapa bagian pembahasan, buku ini terkesan mengulang-ulang kalimat. Misalnya kalimat yang terdapat pada karakteristik, dimuat kembali pada langkah-langkah dan kelebihan dengan hanya sedikit mengubah kalimat.

BUKU 1 langsung menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan model, tidak demikian dengan BUKU 4 Istarani yang memberikan pendahuluan berupa identitas model serta petikan pendapat ahli tentang model tersebut.

 

Jenis model pembelajaran yang sama pada kedua buku ada 10 model yakni STAD, CPS, TAI, TTW, CIRC, CTL dan lainnya. Hal ini mengindikasikan masih terdapat kemungkinan banyak model yang bisa dipelajari selain yang tercantum pada kedua buku tersebut.

Bab VII Assemen                                          (hal 124)

 

     Assesmen kelas adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerjapeserta didik yang hasilnya akan digunakan untuk evaluasi. Assesmen kelas difokuskan pada keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan.

     Assesmen kelas memiliki ciri-ciri belajar tuntas, penilaian otentik, berkesinambungan, berdasarkan acuan kriteria atau patokan dan menggunakan berbagai cara dan alat penilaian.

    Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelakasanaan tes tertulis yaitu:

·         Tempat pelaksanaan harus kondusif.

·         Ruang tempat tes harus diatur.

·         Sistem pencahayaan di kelas harus diatur.

    Observasi atau teknik penilaian  teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung.

    Tes praktik adalah penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan kemahirannya. Dalam melakukan proses penilaian praktik harus memperhatikan hal-hal berikut :

·         Peserta didik harus menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.

·         Kelengakapan dan ketepatan objek yang akan dinilai.

·         Kemampuan khusus yang diperlukan.

·         Upayakan kemampuan yang dinilai tidak terlalu banyak.

·         Kemampuan yang akan dinilai diurutkan.

    Penugasan adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran.

    Project Work adalah bagian internal dari proses pembelajaran terstandar, beemuatan pedagogis, dan bermakna bagi peserta didik.

    Penilaian diri adalah teknik penilaian dengan mengungkapkan kelebihan dan kekurangannya berkaitan dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran.

    Penelitian  antar teman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk meminta kelebihan dan kekurangan temannya dalam segala hal.

    Berbagai teknik yang digunakan dalam assesmen kelas dinataranya tes tertulis, observasi, tes praktik, penugasan, Project work, tes lisan, penilaian Portofolio,

 

Prinsip assemen kelas yaitu:

1.      Sahih

2.      Objektif

3.      Adil

4.      Terpadu

5.      Terbuka

6.      Menyeluruh dan berkesinambungan

7.      Sistematis

8.      Beracuan Kriteria

9.      Akuntabel

Assesmen kelas bertujuan untuk mengetahui keberhasilan kelas berfungsi untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik dan dasar penyelenggaraan program remedi, juga digunakan sebagai dasar penentuan nilai yang dilaporkan kepada orangtua/wali dalam bentuk buku laporan pendidikan atau rapor pada setiap semester.

 

Instrumen yang digunakan dalam penilaian meliputi tes dan nontes. Langkah-langkah penyusunan instrumen disesuaikan dengan karakteristik teknik bentuk butir instrumennya.

Syaiful Sagala “ Konsep dan Makna Pembelajaran”                                              (hal 91)

 

Bab II Konsep dan Makna Pembelajaran  (hal 91)

 

Asessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa mmberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses belajar yang benar. Apabila data menidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat.

     Assesment tidak dilakukan pada akhir periode semester pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar seperti formatif dan sumatif, tetapi dilakukan bersamaan dengan cara terintegrasi.

Pembelajaran yang benar seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi pada akhir  periode pembelajaran.

     Karena assesment menekankan proses pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh pada kegiatan nyata pembelajaran.

     Guru ingin mengetahui perkembangan belajar Bahasa Inggris misalnya harus mendapatkan data pada saat menggunakan Bahasa Inggris buka pada saat siswa mengerjakan tes Bahasa Inggris. Data yang diambil dari kegiatan siswa di dalam maupun di luar kelas, itulah yang disebut autentik.

 

Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil dan dengan berbagai cara. Tes hanya salah satunya, itulah hakikat penilaian sebenarnya. Penilai tidak hanya guru bisa juga teman atau prang lain.

Karakteristik autentik assesment adalah

·         Dilaksanakan selama dan sesudah proses belejar mengajar.

·         Bisa digunakan untuk formatif atau sumatif.

·         Yang diukur keterampilan dan performansi, bukan hanya mengingat fakta.

·         Berkesinambungan

·         Terintegrasi.

·         Dapat digunakan sebagai feed back.

 

Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa mempelajari sesuatu bukan diperolehnya sebanyak mungkin infomasi pada akhir periode.

Kritik :

Kedua buku memaparkan pengertian assesmen atau penilaian. Kedua buku juga mencantumkan tujuan penilaian, hanya saja pada BUKU 1 karangan Effi Aswita Lubis, tujuan penilaian secara khusus dibuat menjadi subbab sehingga mudah menemukan topik tujuan penilaian sementara BUKU 3 karangan Syaiful Sagala memuat tujuan penilaian secara padu pada teks bacaan sehingga harus dibaca secara seksama untuk dapat mengetahui tujuan penilaian yang termuat dalam buku.

BUKU 1 menyajikan cara pandang yang berbeda dibandingkan BUKU 3. Buku karangan Effi Aswita Lubis menekankan penilaian pada awal, proses dan akhir pembelajaran sementara buku karangan Syaiful Sagala menekankan penilaian bukan di akhir periode tetapi bagaimana untuk mempelajari sesuatu dan dilakukan secara terintegrasi.  Instrumen serta teknik penilaian secara jelas disajikan didalam BUKU 1 sementara BUKU 3 tidak.

BUKU 1 menyajikan Prinsip Penilaian dan BUKU 3 tidak, tetapi BUKU 1 tidak menyajikan Karakteristik Penilaian sebagaimana terdapat pada BUKU 3.

 

Bab VIII Rencana Pelaksanaan Pembelajaran                                   (hal 144)

 

Langkah-langkah Penyusunan RPP :

1.      Mencantumkan Tujuan Pembelajaran

2.      Mencantumkan Materi Pembelajaran

3.      Mencantumkan metode/ model pembelajaran

4.      Mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran

5.      Mencantumkan  Sumber Belajar

6.      Mencantumkan Penilaian.

Rambu-Rambu Penyusunan RPP

·         RPP dijabarkan dari silabus dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar

·         Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap.

·         RPP  disusun untuk setiap KD yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih.

·         Guru merancang penanggalan RPP untuk setiap pertemuan.

Komponen RPP (Standar Proses No. 65 Thn 2013)

1.      Identitas sekolah

2.      Tema/ subtema

3.      Kelas/ Semester

4.      Materi Pokok

5.      Alokasi Waktu

6.      Tujuan Pembelajaran

7.      KD dan Indikator

8.      Materi Pembelajaran

9.      Alokasi Waktu

10.  Metode Pembelajaran

11.  Media Pembelajaran

12.  Sumber Belajar

13.  Langkah-langkah Pembelajaran

14.  Penilaian hasil Pembelajaran

 

Komponen RPP K-13

Pada kurikulum 2013, standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah kompetensi inti.

Kompetensi Inti adalah gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik.

 

Prinsip Penyusunan RPP

1.      Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

2.      Mendorong partisipasi aktif peserta didik

3.      Mengembangkan budaya membaca dan menulis

4.      Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.

5.      Keterkaitan dan keterpaduan

6.      Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Langkah-langkah penyusunan RPP

1.      Kegiatan Pendahuluan

2.      Kegiatan Inti

a.       Eksplorasi

b.      Elaborasi

c.       Konfirmasi

3.      Kegiatan Penutup

 

 Langkah penyusunan RPP (Lanj)

1.      Kegiatan pendahuluan

o   Orientasi 

·         Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dipelajari.

o   Apersepsi

·         Memberikan apersepsi awal tentang tema yang diajarkan.

 

Langkah penyusunan RPP (Lanj)

1.      Kegiatan Pendahuluan

o   Motivasi

·         Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari tema.

o   Pemberian Acuan

·         Berkaitan dengan tema yang akan dipelajari.

·         Acuan dapat berupa penjelasan tema dan materi

·         Pembagian kelompok belajar.

·         Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar.

Langkah Penyusunan RPP ( Lanj)

2.      Kegiatan Inti

o   Proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasa.

o   Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi.

o   Menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tema yang dapat meliputi proses

·         Eksplorasi

·         Elaborasi

·         Konfirmasi

·         Pendekatan Scientific.

Langkah penyusunan RPP ( Lanj)

3.      Kegiatan Penutup

o   Kegiatan guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.

o   Pemberian tes atau tugas, memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan

 

Langkah Pembelajaran Saintifik

·         Mengamati

·         Menanya

·         Mencoba

·         Mengolah

·         Menyajikan

·         Menyimpulkan

·         Mencipta

 

 

Bab IV Aplikasi Konsep dan Model Desain Pembelajaran                                             ( Hal 167)

 

 Tips menentukan langkah-langkah penyusunan RPP adalah dengan memperhatikan komponen lengkap RPP. Menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 terdapat 11 langkah sistematis penyusunan RPP yang harus diikuti agar mendapatkan RPP yang baik dan standar yaitu :

 

a)      Identitas mata pelajaran

Identitas meliputi nama satuan pendidikan, kelas, semester, program, mata pelajaran atua tema pelajaran, jumlah jam pertemuan.

 

Prosedur :

Tuliskan dengan lengkap nama sekolah, nama mata pelajaran, kelas, semester, jam pertemuan, nama guru.

 

b)      Menentukan standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap,  dan keterampilan yang diharapkan dicapai.

 

Prosedur :

Dalam hal menggunakan kurikulum melalui Permendiknas No. 22 Tahun 2006, penyusunan RPP tinggal mengambil dari Standar Isi mata pelajaran yang dikembangkan.  Pilih Standar Kompetensi yang ingin dikembangkan RPPnya.

 

c)      Menentukan kompetensi dasar

Kompetensi dasar merupakan perincian dari standar kompetensi atau subkompetensi.

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi.

 

Prosedur ;

Penyusunan RPP tinggal mengambil SK dan KD. Pilih beberapa KD dari SK yang ingin dikembangkan RPPnya. Jangan lupa menuliskan kode KD nya.

 

 

d)     Menentukan indikator pencapaian tujuan.

Indikator merupakan rincian KD. Indikator kompetensi dasar merupakan perilaku yang dapat diukur atau diobservasi. Menggunakan kata kerja operasional.

 

Prosedur :

Lakukan rincian KD-KD yang akan dikembangkan RPP nya. Tanyakan apa yang harus dikuasai  dan bagaimana urutan mempelajarinya.

 

e)      Merumuskan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai sesuai kompetensi dasar

 

Prosedur :

Rumuskan tujuan dengan kata kerja operasional. Gunakan format ABCD agar jelas siapa yang belajar, apa yang dilakukan saat belajar, kondisi bagaimana belajar, dan seberapa tinggi tingkat pencapaian yang harus dikuasai.

 

f)       Memilih materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, ditulis danal bentuk butir sesuai rumusan tujuan.

 

Prosedur :

Tuliskan butir-butir materi dalam bentuk subjudul sebanyak tujuan pembelajaran.

 

g)      Memilih strategi/metode pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan alternatif kegiatan dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi.

 

Prosedur :

Gunakan SK, KD, Indikator, Materi, dan kondisi peserta didik sebagai acuan.

 

h)      Memilih alat/ Media pembelajaran

Alat merupakan sarana untuk menyampaikan pesan pembelajaran, sebagai alat bantu ajar.

 

Prosedur :

Kaji karakteristik SK,KD dll. Kaji pula media yang tersedia. Pilihlan media sesuai materi dan kondidi siswa.

 

i)        Menentukan alokasi waktu

Alokasi ditentukan sesuai keperluan pencapaian KD

 

Prosedur :

Tuliskan dalam bentuk menit atau jam  pelajaran.

 

j)        Menentukan kegiatan pembelajaran

Terdiri atas Pendahuluan, Inti, Penutup.

 

Prosedur :

Sama dengan menulis skenario jalannya kegiatan pembelajaran. Buatlah tabel untuk mempermudah mengidentifikasi penggalan-penggalan kegiatan.

 

Kritik :

RPP yang dipaparkan pada BUKU karangan Effi Aswita Lubis lebih spesifik membahas tentang penyusunan RPP berdasarkan KTSP dan K-13 dengan menyajikan Langkah-Langkah Penyusunan RPP ( disebut Rambu-Rambu Penyusunan RPP pada K-13) secara jelas. Rambu Penyusunan RPP lebih lanjut menyajikan Konsep, prinsip penyusunan, serta langkah penyusunan RPP. Pada BUKU 1 juga dipaparkan contoh dan bentuk RPP juga langkah pembelajaran saintik sebagaimana dituntut dalam K-13, sementara BUKU 2 tidak secara gamblang menyebutkan Kurikulum yang digunakan, tetapi setelah dianalisis bahwa Penyusunan RPP didasarkan pada KTSP dan tidak menyajikan penyusunan RPP berdasarkan kurikulum K-13. Kedua buku cukup lengkap menyajikan langkah-langkah penyusunan RPP serta Komponen


 

Daftar Pustaka

 

Gafur, Abdul.2012.Desain Pembelajaran: Konsep, Model, dan Aplikasinya Dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran.Yogyakarta:Penerbit Ombak.

Istaranai & Muhammad Ridwan.2014.50 Tipe Pembelajaran Kooperatif Edisi Pertama.Medan: Media Persada.

Lubis, Effi Aswita.2015.Strategi Belajar Mengajar.Medan: Perdana Publishing.

Sagala, Syaiful. 2012.Konsep Dan Makna Pembelajaran :Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar.Bandung: Alfabeta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar