Laporan
Kritik Buku
KRITIK BUKU
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
MAKALAH
Diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas
Strategi Belajar
Mengajar
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan Rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kritik buku mata kuliah Strategi
Belajar Mengajar yang berjudul “ Kritik Buku Pedoman Strategi Belajar Mengajar”.
Penulis berterima kasih
kepada Ibu Deni Adriani, S.Pd, M.Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Belajar
Mengajar yang sudah memberikan bimbingannya selama proses pengerjaan, juga kepada teman-teman yang mendukung dan
membantu penyelesaian tugas ini.
Penulis
menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu penulis
mengharapkan kritik maupun saran dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata
penulis ucapkan terima kasih semoga kritik buku ini dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.
Penulis
|
A. IDENTITAS BUKU |
|
|
BUKU 1 a.
Judul Buku
: Strategi Belajar Mengajar b.
Penulis
: Dra.Effi Aswita
Lubis,M.Pd,M.Si c.
Tahun Terbit
: 2015 d.
Penerbit
: Perdana Publishing e.
Cetakan
: 1 f.
Tebal buku
: 162 Halaman g.
ISBN
: 978-602-6970-24-4 BUKU 2
(BUKU PEMBANDING) a.
Judul Buku
: Desain Pembelajaran: Konsep, Model dan Aplikasinya dalam Perencanaan
Pelaksanaan Pembelajaran. b.
Penulis
: Prof.Dr.Abdul Gafur,M.Sc c.
Penerbit
: Penerbit Ombak d.
Tahun Terbit
: 2012 e.
Tebal buku
: 198 Halaman f.
ISBN
: 978-602-7544-35-2 g.
Ukuran
: 14,5 x 21 cm BUKU 3 a.
Judul Buku : Konsep dan Makna Pembelajaran b.
Penulis : Prof.Dr.Syaiful Sagala,M.Pd c.
Tahun Terbit : 2012 d.
Penerbit : Alfabeta e.
Tebal buku : 280 Halaman f.
ISBN : 978-979-8433-13-3 g.
Ukuran : 16 x 24cm BUKU 4 a. Judul Buku : 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif b.
Penulis : Istarani & M. Ridwan
S.Ag,MA c.
Tahun Terbit : 2014 d.
Edisi : Edisi pertama e.
Penerbit : Media Persada f.
Tebal buku : 259 Halaman g.
ISBN : 978-603-970-28-4 |
|
|
A. IKHTISAR BUKU |
|
|
Bab I Dasar Dasar Strategi Belajar Mengajar (hal 13) Seiring dengan tanggung jawab profesional
pengajar dalam proses belajar mengajar, maka dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran setiap guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesusatu. Umumnya
persiapan awal dilakukan adalah membuat suatu perencanaan pembelajaran, yaitu
dimulai dari membuat rumusan tujuan. Dalam rangka pencapaian tujuan
pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi
belajar-mengajar yang diterapkannya. Strategi yang dipilih guru selayaknya
didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi. Syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh
pendidik dalam penggunaan strategi belajar menagajar : 1.
Strategi yang digunakan harus membangkitkan
motivasi dan minat. 2.
Dapat memotivasi peserta didik untuk mendalami
materi pelajaran. 3.
Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
mewujudkan hasil karya. 4.
Dapat mendukung
pengembangan kepribadian peserta didik. Pemilihan strategi belajar mengajar yang
digunakan dalam proses pembelajaran harus berorientasi pada tujuan
pembelajaran yang akan dicapai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada
pemilihan strategi belajar mengajar yaitu 1.
Anak didik 2.
Tujuan 3.
Situasi 4.
Fasilitas 5.
Guru 6.
Sifat bahan pengajaran. Ada beberapa
prinsip dalam memilih strategi belajar mengajar yaitu: 1.
Prinsip efektivitas 2.
Prinsip efisiensi 3.
Prinsip relevan Pada berbagai situasi
proses pembelajaran seringkali digunakan berbagai istilah. Istilah model,
metode, strategi, pendekatan, dan teknik. Model pembelajaran adalah seluruh rancangan
atau desain penyampaian materi pembelajaran; Pendekatan pembelajaran adalah
suatu sudut pandang terhadap proses
pembelajaran agar pembelajaran tersebut berhasil; Strategi pembelajaran adalah suatu rancangan
pembelajaran yang harus dikerjakan
agar tujuan pembelajaran dapat tercapai; metode pembelajaran. Teknik
pembelajaran adalah jalan atau alat atau media yang digunakan guru untuk
mengarahkan kegiatan peserta didik
kearah tujuan yang ingin dicapai. Komponen strategi belajar mengajar
meliputi kegiatan pendahuluan (tujuan pembelajaran, apersepsi), kegiatan
pembelajaran inti, partisipasi peserta didik, tes (evaluasi), kegiatan
lanjutan. |
Syaiful Sagala “Konsep dan Makna Pembelajaran” (hal
221) Bab V Model Mengajar dalam Pembelajaran Konsep dasar strategi belajar mengajar
ini meliputi (1) Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku
belajar, (2) Menetukkan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah
belajar mengajar, memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar,
(3)Norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Strategi dapat diartikan sebagai
garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang
telah ditentukan. Dikaitkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan
sebagai pola-pola umum kegiatan guru, murid dalam perwujudan kegiatan belajar
mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Menurut Newman dan
mogan, strategi dasar setiap usaha meliputi empat masalah masing-masing yaitu
(1) Pengidentifikasian dan penetapan spesifikasi dan kualifikasi hasil yang
harus dicapai dan menjadi sasaran untuk usaha tersebut, dengan
mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang memerlukannya, (2) Pertimbangan dan
pemilihan pendekatan utama yang ampuh untuk mencapai sasaran, (3)
Pertimbangan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh sejak awal sampai
akhir, (4) Pertimbangan dan penetapan tolok ukur dan ukuran baku yang akan
digunakan untuk menilai keberhasilan usaha yang dilakukan. Dari uraian di atas tergambar bahwa ada
empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan
pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar supaya sesuai dengan yang
diharapkan. Pertama, spesifikasi dan kualifikasi
perubahan tingkah laku yang bagaimana yang diinginkan sebagai hasil belajar
mengajar yang dilakukan itu. Sasaran ini harus dirumuskan secara jelas dan
konkrit sehingga mudah difahami oleh peserta didik. Kedua, memilih cara pendekatan belajar
mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran.
Bagaimana cara kita memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori
apa yang kita gunakan dalam memecahkan suatu kasus akan mempengaruhi
hasilnya. Ketiga, adalah memilih dan menetapkan
prosedur, metode, dan teknik belajar mengaajr yang dianggap paling tepat dan
efektif. Metode atau teknik penyajian untuk memotivasi siswa agar mampu
menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah. Keempat,
menetapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai
pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana
keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Seorang siswa dapat
dikategorikan sebagai murid yang berhasil bisa dilihat dari berbagai segi.
Bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru,
perilaku sehari-sehari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial,
kepemimpinan, prestasi olahraga, keterampilan dan sebagainya atau dilihat
dari berbagai aspek. Keempat
dasar strategi tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh antara dasar yang
satu dengan dasar yang lain saling menopang dan tidak bisa dipisahkan. |
|
Kritik : Dilihat
dari struktur penyusunan buku. BUKU 1 Karangan Effi Aswita menempatkan konsep
dasar strategi pada bab pertama dalam buku yang menjelaskan secara gamblang
bahwa buku ini terspesifikasi untuk membahas atau mengkaji Strategi belajar
mengajar secara tersendiri. Sementara BUKU 3 karangan Syaiful Sagala
menempatkan Strategi pada bab kelima dengan penjelasan yang hanya meliputi
konsep dasar saja. BUKU
1 lebih banyak menyajikan pembahasan mengenai strategi belajar dengan
menyertakan langkah, kriteria, prinsip serta komponen strategi belajar
mengajar sementara pada BUKU 3 tidak selengkap BUKU 1 mengingat kajian
pembahasan buku yang luas dan tidak semata-mata membahas tentang strategi
pembelajaran. Kedua buku menjelaskan konsep dasar dan langkah-langkah dengan
jelas. Tata
penulisan pada BUKU 1 dinilai lebih atraktif karena penggunaan font yang
besar dan jenis huruf yang enak untuk dibaca, tidak demikian halnya dengan
BUKU 3 yang menggunakan font standar dan jenis huruf yang monoton, ditambah
lagi dengan terlalu rapatnya karakter sehingga jarak antar kata sangat kecil
dilihat, hal ini akan sulit bagi orang yang memiliki gangguan pada
penglihatan untuk membacanya. Segi
penggunaan bahasa, BUKU 1 masih lebih ringan dibanding BUKU 3. Pemakaian
bahasa yang ringan dinilai lebih efektif bagi pembaca pemula atau remaja dan
anak anak. Dengan demikian buku ini masih dapat menjangkau hampir semua
kalangan. BUKU
3 menggunakan pola bahasa yang sedikit berbeda dalam hal penulisan. Buku ini
banyak memuat istilah berat dan lebih analitik, dengan demikian bisa dilihat
bahwa buku ini dibuat bagi para analis penidikan, para profesional ataupun
pelajar yang berkecimpung di dunia pendidikan itu sendiri . |
|
|
Bab II Media Pembelajaran ( hal 26) Media pendidikan adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi . Fungsi media adalah memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu verbal, mengatasi keterbatasan ruang,
mengatasi sikap pasif peserta didik. Manfaat media adalah untuk membantu guru
menyampaikan materi, materi pelajaran yang didapatkan siswa lebih bermakna,mempermudah
siswa menerima materi yang diajarkan. Macam-macam media (menurut
Djamarah:2010) diklasifikasikan menurut jenisnya
(meliputi media auditif, visual, audiovisual), daya liputnya (meliputi daya liput terbatas, daya liput luas dan
pengajaran individual) dan bahan
pembuatnya ( meliputi media sederhana, media kompleks). Pemilihan media tidak dilihat dari sudut
pandang kecanggihan, prestise pendidik akan tetapi yang terpenting adalah
dapat bermanfaat dalam pembelajaran dan memperlancar proses belajar mengajar. Dalam memilih media, akan lebih baik
guru mempertimbangkan beberapa hal : 1) Keterampilan pendidikan menggunakan
media, 2) Situasi dan Kondisi 3) tujuan Pembelajaran 4) kemudahaan memperoleh
media. Kelebihan dan kelemahan dilihat dari
jenis medianya, media audio misalnya bisa mengasah pendengaran namun tidak
dapat mengasah indera lain , media visual dapat memperlihatkan objek namun
tidak mengasah indera peraba dan pendengaran serta media audiovisual dapat
mengasah segala aspek namun termasuk mahal dan penerapannya harus memiliki
kemampuan yang cukup. |
Bab III Deskripsi Langkah-Langkah Pokok
Pengembangan Desain Pembelajaran
( hal 103) Media
Pembelajaran merupakan komponen meliputi pesan,orang, bahan, alat, teknik,
lingkungan. Dengan
menggunakan media sebagai produk teknologi pendidikan, diharapkan dapat
dipetik beberapa keuntungan, antara lain : Lebih produktif, efektif, efisien,
aktual, serempak, merata dan menarik Media berguna
untuk memperjelas konsep, menyederhanakan materi pelajaran, menampak dekatkan
yang jauh dan menampakjauhkan yang dekat. Klasifikasi
media (Heinich:1996) adalah media yang diproyeksikan dan yag tidak
diproyeksikan Memilih media
terbaik didasarkan pada prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan
pembelajaran, materi pembelajaran dan karakteristik media. Beberapa
faktor yang diperhatikan dalam pemilihan media : a) apakah media sesuai untuk
mrncapai tujuan, b) apakah media sesuai dengan kemampuan belajar dan pola
belajar siswa, c) apakah media yang dipilih sesuai dengan bahan pelajaran, d)
apakah bahan dan media mudah disediakan, e) apakah biaya pengadaan seimabang
dengan manfaat yang diterimanya Pengembagan
media belajar harus memperhatikan prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan
alat pemusat perhatian, perulangan, umpan balik. Yang paling relevan adalah
penggunaan alat pemusat perhatian. |
|
Kritik : Dilihat
dari segi tata penulisan, kedua buku sudah baik karena menggunakan ukuran
font yang besar dan jenis huruf yang tidak monoton. BUKU 1 karangan Effi
Aswita Lubis menjelaskan pengertian, fungsi dan macam serta teknik pemilihan
media dengan baik demikian pula BUKU 2 karangan Abdul Gafur. Walaupun
sudah baik masih ada kelemahan BUKU 1 apabila dibandingkan dengan BUKU 2
yaitu sebagai suatu pembahasan yang tercakup menjadi sebuah bab, masih dirasa
terlalu sederhana pembahasan didalamnya. Seharusnya bab ini sudah juga bisa
memuat bagaimana pengembangan media belajar. Sementara BUKU 2 mencakup sangat
banyak penjelasan terkait media pembelajaran walaupun hanya sebagai subbab
dalam buku, sudah memuat pengembangan media pembelajaran hingga evaluasi
media pembelajaran. BUKU 2 juga menjelaskan contoh-contoh media secara
terpisah dalam sebuah tabel yang mana akan mempermudah pembaca dalam membaca
dan memahami. Terdapat juga sebuah bagan hirarki tentang proses pemilihan
media, hal ini juga sangat baik dikembangkan untuk mempermudah pembaca
mengingat serta mengajak pembaca untuk melatih diri memahami dan membuat peta
konsep. |
|
|
Bab III Pendekatan Pembelajaran (hal 32) Melalui pendekatan pembelajaran, siswa
disajikan semacam scaffolding yang memungkinkan merka untuk bertanggung jawab
pada pemahamanya sendiri, yang pentinng adalah bagaimana belajar. Dari sekian banyak pendekatan, para ahli
mengelompokkan ke dalam beberapa kategori model. Kategori pemrosesan
informasi terdiri atas 4 pendekatan yaitu (1) pendekatan pembelajaran
perolehan konsep, (2) Pendekatan pembelajaran latihan inquiry, (3) pendekatan
pembelajaran berpikir induktif, (4) pendekatan pembelajaran advance
organizer. Kategori
pembelajaran individual meliputi (1) pendekatan pembelajaran non direktif, (2) pendekatan pelatihan
kesadaran, (3) pendekatan pembelajaran pertemuan kelas. Pendekatan teacher center learning
adalah suatu pandangan proses pemebelajaran dimana pendidik dituntut menjadi
sumber utama dalam membangun pengetahuan peserta didik. -
Kelebihan pendekatan ini yaitu guru mengendalikan
materi, materi disampaikan dengan singkat, materi pembelajaran sama rata. -
Kelemahannya yaitu tidak memicu kreativitas
peserta didik, menimbulkan kebosanan, komunikasi hanya satu arah. Pendekatan
student center learning adalah suatu pandangan proses pembelajaran dimana
peserta didik dituntut membangun pengetahuan sendiri. -
Kelebihannya yaitu pemebelajaran lebih aktif,
mengurangi kebosanan, memperkuat daya ingat peserta didik. -
Kelemahannya yaitu sukar diterapkan jika banyak
siswa, menguras waktu, pengetahuan dan keterampilan menjadi heterogen. Pada dasarnya
teacher center learning dan student center learning memiliki paradigma pembelejaran yang
berbeda yakni : Pada Teacher
Center Learning -
Pendidik lebih aktif -
Pendidik menjadi pendengar yang baik -
Peserta didik mengerjakan tugas sendiri -
Pendidik mengevaluasi pembelajaran. -
Kelas kondusif dan tenang Sementara Student Center Learning -
Peserta didik lebih aktif -
Pendidik jadi pembimbing -
Tugas dikerjakan kelompok atau sendiri -
Peserta didik mengevaluasi diri dan diikuti guru
mengevaluasi peserta didik -
Kelas bising dan ribut. |
Syaiful Sagala “Konsep dan Makna Pembelajaran” (hal
68) Bab II Konsep dan Makna Pembelajaran Pendekatan
pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh guru dan siswa dalam mencapai
tujuan instruksional. Pendekatan pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam
memilih kegiatan pembelajaran. Sistem dan pendekatan pembelajaran
dibuat karena adanya kebutuhan sistem tersbut untuk meyakinkan (1) ada alasan
untuk belajar; (2) siswa belum tau apa yang akan diajarkan maka guru
menetapkan tujuan. Kemampuan guru menciptakan situasi
belajar sehingga peserta didik dapat
berinteraksi dengan guru secara intensif berdasarkan agenda yang telah
diprogramkan guru. Pendekatan belajar dan strategi serta
metode belajar dalam proses
pembelajarn termasuk faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Adapun pendekatan
pembelajaran yang sudah umum dipakai oleh para guru antara lain pedekatan
konsep dan proses, deduktif dan induktif, ekspositori dan heuristik,
pendekatan kecerdasan serta pendekatan kontekstual. Pendekatan konsep adalah suatu
pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengahayati bagaimana konsep itu
diperoleh. Pendekatan pembelajaran ini
oleh para ahli didasarkan pada pola pengorganisasian bahan pengajaran yang
meliputi pengejaran linier dan komulatif. Pendekatan proses adalah suatu
pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati
proses penemuan atau penyusunan suatu
konsep sebagai suatu keterampilan
proses. Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dari guru,
tetapi juga dari sesama temannya dan
dari manusia-manusia sumber di luar sekolah.. Pendekatan Deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan
umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan
menyajikan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus. Pendekatan induktif adalah suatu
proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus ke umum. Langakh-langkah
yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah : (1) memilih konsep,
prinsip (2) menyajikan contoh-contoh khusus, (3) disajikan bukti tambahan,(4)
disusun pernyataan mengenai sifat umum. Pendekatan ekspositori adalah
menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Komunikasi yang digunakan adalah
satu arah, guru berperan lebih aktif. Pendekatan Heuristik adalah pendekatan
pengajaran yang menyajika sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat
kesimpulan menggunakan data tersebut, implementasinya dalam pengajaran
menggunakan metode penemuan dan metode inkuiri. Kecerdasan adalah sikap intelektual
mencakup kecepatan memberikan jawaban, penyelesaian, dan kemampuan memecahkan
masalah. Peserta didik perlu menyadari potensi kecerdasan dan
mengaktualisasikan secara optimal. Menurut Howard gardner ada delapan bentuk
kecerdasan yakni kecerdasan verbal, kecerdasan logika, kecerdasan spasial,
kecerdasan tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan
intrapersonal, kecerdasan spiritual. Menilik beragam bentuk kecerdasan
manusia, menjadikan peran guru dan
konselor amat penting untuk memberikan arahan pada apa yang cocok dan sesuai
bagi para siswanya. Pembelajaran kontekstual adalah konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Melibatkan
komponen pembelajaran efektif yaitu (1) Konstruksivisme; (2) Bertanya;
(3) Menemukan/ Inkuiri; (4) Masyarakat Belajar; (5) Pemodelan; (6) Refleksi;
(7) Penilaian Sebenarnya. |
|
Kritik : Pada
bab ini terdapat perbedaan yang sangat jauh antara kedua buku, terlihat dari
isi atau konten pembahasan yang sama sekali tidak bersinggungan walaupun
kedua bab membahas tentang pendekatan pembelajaran. BUKU
1 menjelaskan pendekatan dari segi orangnya, yaitu pendekatan siswa dan guru.
Jika dilihat sekilas buku ini hanya membahas dua hal tersbut, namun lebih
rinci dan ringkas. BUKU
3 karangan Syaiful Sagala menjelaskan pendekatan belajar dan pembelajaran
secara lebih kompleks. Jika disandingkan kedua buku, maka BUKU 3 tentang
pendekatan lebih mirip dengan strategi pembelajaran ( Bab 4) pada BUKU
1. Perbedaan kedua buku ini jelas akan
membuat pembaca bingung, sebab makna daripada pendekatan pembelajaran sudah menjadi
absurd. Secara keseluruhan memang BUKU 3 sangat
kompleks baik dari penyusunan kalimat, tata penulisan serta penggunaan bahasa
serta pemakaian kata yang tidak konsisten. |
|
|
Bab IV Strategi Pembelajaran (hal 37) Strategi pembelajaran
adalah suatu rangkaian pembelajaran yang harus dikerjakan guru agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan efisien, efektif dan relevan. Strategi
pembelajaran terdiri atas ekspositori, heutistic, deduktif dan induktif, -
Strategi ekspositori atau pembelajaran langsung
dimana penyajian materi dilakukan pendidik dengan ceramah di depan kelas dan
peserta didik mendengarkan dan memberi perhatian apa yang diajarkan pendidik.
Kelebihan strategi ini adalah dapat digunakan di kelas yang banyak jumlahnya,
sangat efisien dalam waktu, pendidik berperan lebih dari peserta didik.
Sementara kelemahannya adalah peserta didik bisa saja bosan, materi yang
diterima sebatas pengetahuan, kurang memicu pemikiran kritis dan kreatif. -
Strategi pembelajaran heuristic adalah strategi
pembelajaran yang bersifat menemukan suatu konsep atau teori dimana
menggunakan metode ilmiah yang terdiri dari merumuskan masalah, hipotesisi,
mengumpulkan data, menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Kelebihannya
adalah melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, memberi
kesempatan mengembangkan pengetahuan, pemebalajaran lebih bermakna. Sedangkan
kelemahannya adalah memerlukan alokasi waktu yang banyak, sulit diterapkan
bagi siswa yang banyak, sulit dilakukan jika tidak ada sumber belajar. -
Stategi pembelajaran deduktif dimulai dari pemaparan
hal yang bersifat spesifik menuju ke penjelasan bersifat umum, kemudian
dijelaskan dalam bentuk penerapan beserta contoh-contoh. Kelemahannya adalah
waktu singkat, mudah menyampaikan isis materi, persiapan tidak perlu banyak.
Sedangkan kelemahan adalah sulit memahami konsep abstrak, peserta didik
menjadi pasif, kurang mengasah kemampuan berpikir kritis . -
Pada pembelajaran induktif, pendidik memulai
pembelajaran dengan memberi contooh-contoh tentang topik yang akan dipelajari
peserta didik, selanjutnya pendidik mengarahkan peserta didik menemukan inti
dari contoh tersebut. Kelebihannya adalah dapat memicu keatifan siswa,
pendidik tinggal membimbin siswa, pembelajaran lebih bermakna. Sedangkan
kelebihannya adalah pembelajaran tergantung pada ilustrasi yang dipaparpan,
pembelajaran tidak dapat belajar juga, itu natura tenaganya. |
Bab III Deskripsi Langkah-Langkah Pokok
Pengembangan Desain Pembelajaran
(hal 71) Dalam rangka pengembangan pembelajaran,
salah satu tugas pendidik adalah memilih strategi pembelajaran yang digunakan
untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Strategi pembelajaran adalah setiap
kegiatan yang dipilih yang dapat memberikan fasilitas kepada siswa dalam
menuju tercapainya tujuan pembelajaran Komponen strategi pembelajaran meliputi
lima butir kegiatan yaitu : ·
Kegiatan pembelajaran pendahuluan ·
Penyampaian informasi ·
Partisipasi siswa ·
Tes ·
Kegiatan lanjutan. Strategi pembelajaran di klasifiksikan
menurut 1.
Tujuan pembelajaran. -
Strategi pembelajaran kognitif -
Strategi pembelajaran psikomotorik -
Strategi pembelajaran afektif 2.
Letak kendali belajar -
Kendali belajar pada siswa -
Kendali belajar pada guru 3.
Materi yang dipelajari -
Strategi pembelajaran fakta -
Strategi pembelajaran konsep -
Strategi pembelajaran prinsip ( drill) -
Strategi pembelajaran prosedur 4.
Besar kecilnya kelompok belajar -
Strategi pembelajaran kelompok besar -
Strategi pembelajaran kelompok kecil -
Strategi pembelajaran individual 5.
Cara peroleh ilmu pengetahuan -
Induktif -
Deduktif -
Inkuiri -
Diskaveri -
Konstruksivisme 6.
Interaksi siswa dan guru -
Strategi pembelajaran non-aktif -
Strategi pembelajaran overaktif -
Strategi pembelajaran interaktif -
Strategi pembelajaran satu arah -
Strategi pembelajaran dua arah -
Strategi pembelajaran multiarah -
Strategi pembelajaran kooperatif 7.
Aktualitas, letak dan hubungan antarsumber belajar
dan siswa -
Strategi pembelajaran tatap muka -
Strategi pembelajaran jarak jauh -
Kontekstual |
|
Kritik : BUKU
1 karangan Effi Aswita Lubis dan BUKU 2 karangan Abdul Gafur sama sama
menjelaskan pengertian, dan macam macam strategi pembelajaran. Namun BUKU 2
lebih banyak menyajikan jenis strategi pembelajaran dibandingkan dengan BUKU
1 yang hanya mencakup 4 strategi. BUKU 1 menjelaskan macam-macam strategi
tersebut dengan baik yakni dengan menyertakan kelebihan dan kelemahannya.
Sementara BUKU 2 hanya mencantumkan klasifikasi strategi pembelajaran secara
garis besar tanpa penjelasan yang lebih rinci tetapi memasukkan komponen
strategi pembelajaran dalam pembahasan bab tersebut. |
|
|
Bab V Metode Pembelajaran (hal 42) Model pembelajaran konvensional adalah
metode pembelajaran yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran
sehari-hari yaitu guru memberikan materi pelajaran kemudian melakukan proses
tanya jawab, memberikan tugas kepada siswa lalu melakukan penarikan
kesimpulan. Ada beberapa kelebihan model pembelajaran
konvensional yaitu guru dengan mudah menguasai pembelajaran di sekolah,
efektif dan efisien saat mengajar siswa yang banyak, mudah digunakan. Kelemahannya adalah siswa menjadi
pasif, mudah membuat siswa bosan, pengetahuan siswa hanya sebatas apa yang
diajarkan guru. Dalam
pembelajaran konvensional, metode sering digunakan guru adalah metode Ceramah,
Drill, Tanya Jawab, Diskusi, dan Resitasi (pemberian tugas). 1.
Metode ceramah dapat
diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan
atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Langkah –langkah metode ceramah yaitu ·
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran ·
Guru membahas materi ·
Guru memberikan kesimpulan Kelebihan metode ini
yaitu sangat efektif pada kelas berjumlah besar, pelajaran dapat dilaksanakan
dengan cepat, sangat efisien dalam biaya. Kelemahan metode ini
yaitu materi yang diterima siswa sebatas yang dikuasai guru, siswa bisa saja
jenuh, sulit megetahui apakah siswa paham. 2.
Metode Drill merupakan
metode yang mengajarkan siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar siswa
memiliki ketegasan atau keterampilan
yang lebih tinggi daripada hal-hal
yang telah dipelajari. Langkah –langkah metode Drill : ·
Pendidik menjelaskan alasan diadakan latihan ·
Memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif ·
Latihan dari jenjang sederhana menuju taraf lebih
tinggi. ·
Sewaktu latihan guru mengawasi bagian sulit. ·
Latihan pada bagian sukar lebih sering. ·
Perhatikan perbedaan individual siswa. ·
Guru memberikan evaluasi pada siswa. Kelebihan metode drill
yaitu matei pelajaran dapat lebih dikuasai, bahan pelajaran bertahan lama,
siswa yang keliru dapat segera melakukan perbaikan. Kelemahan metode Drill
yaitu latihan terus menerus membuat siswa bosan, kreativitas siswa berkurang
karena terus berada dalam bimbingan guru, latihan diluar kemampuan siswa
dapat membuat benci pada pelajaran. 3.
Metode Tanya Jawab merupakan
penyajian dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, dua arah dimana guru
bisa bertanya atau siswa bertanya pada guru. Langkah-langkah metode tanya jawab yaitu ·
Siapkan pertanyaan sesuai tujuan pembelajaran. ·
Guru menjelaskan materi secara singkat. ·
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara
individu. ·
Guru memberikan umpan balik jawaban dan dilempar
bagi siswa lain untuk menanggapinya. ·
Bila belum paham, siswa bertanya dan guru
menjawab. ·
Guru mengambil kesimpulan akhir dan evaluasi. Kebaikan metode tanya
jawab yaitu siswa aktif sebab takut
tidak dapat menjawab, siswa beusaha menjawab pertanyaan sehingga kelas
menjadi aktif, mengembangkan kemampuan siswa dalam menjawab dan mengemukakan
pendapat. Kelemahannya yaitu tidak
mudah membuat pernyataan yang sesuai kemampuan siswa, waktu terbuang jika
siswa tidak bisa menjawab hingga 3 orang, sulit diterapkan di kelas yang
siswanya banyak. 4.
Metode Diskusi adalah cara
penyajian pelajaran dimana siswa dihadapkan pada masalah untuk dibahas secara
bersama-sama. Langkah pelaksanaan metode : ·
Merumuskan tujuan diskusi. ·
Memberikan arah diskusi. ·
Mengendalikan diskusi ·
Membuat kesimpulan akhir ·
Mengevaluasi kegiatan diskusi. Kelebihan metode
diskusi yaitu suasana kelas lebih aktif dan hidup, mengubah pemikiran yang
keliru dengan pertimbangan pendapat orang lain, siswa dilatih mematuhi peraturan. Kelemahannya yaitu diskusi
kadang menjerumus kearah yang tidak dibahas, ada siswa yang sangat menonjol
dan ada pula yang pasif, tidak dapat dipakai untuk jumlah siswa yang banyak. 5.
Metode
Resitasi sebagai
suatu cara penyajian pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar
peserta didik melakukan kegiatan belajar. Langkah-langkah metode : ·
Menjelaskan tujuan pemberian tugas dan apa saja
yang diperlukan. ·
Memberikan tugas kepada siswa dan memastikan tugas
dikerjakan diluar pelajaran. ·
Meminta pertanggung jawaban siswa. ·
Menilai dan memberikan saran. Kelebihan metode
resitasi yaitu ingatan siswa tentang materi lebih lama, lebih merangasang
siswa melakukan aktivitas belajar, membuat siswa lebih mandiri. Kelemahannya yaitu sulit
mengetahui apakah siswa benar mengerjakan tugas sendiri atau orang lain,
belum tentu semua anggota kelompok aktif bila dibuat kelompok, pemberian
tugas banyak dan sering membuat siswa bosan. Hakikatnya metode pembelajaran aktif adalah untuk
mengarahkan potensi peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya. 1.
Learning start with a question Langkah-langkah metode pembelajaran ·
Pilih bacaan yang sesuai ·
Minta siswa mempelajari sendiri atau dengan teman ·
Minta siswa memberi tanda pada bacaan yang tidak
dipahami ·
Minta kelompok menuliskan pertanyaan tentang
materi yang telah dibaca ·
Kumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa ·
Sampaikan materi pelajaran dengan menjawab
pertanyaan. 2.
Planet question Langkah –langkah metode pembelajaran : ·
Pilih pertanyaan yang mengarah pada materi ·
Tulis tiap pertanyaan pada kertas ·
Sebelum pelajaran dimulai, pilih siswa yang akan
mengajukan pertanyaan ·
Bukalah sesi tanya jawab ·
Buka forum untuk pertanyaan lain 3.
Demonstration Langkah – langkah modelpembelajaran ·
Tentukan langkah yang akan diajarkan ·
Bentuk Miss siswa menjadi passangan-pasangan ·
Minta beberapa orang untuk apa yang kulakukan. 4.
Practice-Rehearsal Pairs Langkah-langkah metode pembelajaran : · Pilih satu
keterampilan apa aja · Bentuk
pasangan-pasngan · Orang yang
bertugas sebagai penjelas menjelaskan dan pemerhati bertugas mengamati dan
menilai penjelasan. · Pasangan
bertukar peran. · Proses
diteruskan hingga prosedur dapat dikuasai. 5.
Reflektif Langkah- langkah metode pembelajaran : ·
Guru mempersiapkan konsep dasar ·
Mempersiapkan hal-hal yang direfleksikan ·
Siswa menceritakan hal-hal yang pernah dialami. ·
Siswa melakukan analisis atas refleksinya ·
Siswa diminta mencocokkan hasil analisis dengan
konsep dasar yang dipelajari. ·
Siswa diminta merumuskan definisi atas konsep yang
ditemukan. 6.
Bermain Jawaban Langkah-langkah permainan : ·
Bagi siswa menjadi beberapa kelompok ·
Kepada tiap kelompok diberikan pertanyaan ·
Minta masing-masing kelompok mendiskusikan jawaban
tersebut. ·
Minta salah satu kelompok membacakan pertanyaan,
kemudian anggota kelompok mengambil jawaban dari kantong yang ada didepan
kelas. 7.
Group Resume Langkah-langkah pembelajaran : ·
Membagi siswa menjadi kelompok kecil ·
Menjelaskan bahwa kelas itu dipenuhi indivisu
berbakat. ·
Membuat resume kelompok ·
Membagikan kertas plano dan spidol untuk menulis
resume 8.
Index Card Match Langkah –langkah mpembelajaran : ·
Buat potongan kertas sebanyak jumlah siswa ·
Bagi kertas menjadi dua bagian ·
Tulis pertanyaan, setiap kertas berisi satu
pertanyaan ·
Separuh kertas yang lain, tulis jawaban ·
Tiap siswa diberi satu kelas ·
Minta siswa menemukan pasangan mereka. ·
Setelah menemukan jawaban, duduk berdekatan. ·
Akhiri dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan 9.
Guided Teaching Langkah- langkah pembelajaran : ·
Sampaikan pertanyaan untuk mengetahui kemampuan
siswa. ·
Berikan waktu untuk menjawab pertanyaan ·
Minta siswa menyampaikan hasil jawaban. ·
Sampaikan poin-poin utama dengan cearamah
interaktif ·
Minta siswa membandingkan jawaban dengan poin yang
disampaikan. 10.
The learning Cell Langkah- langkah pembelajaran: ·
Siswa diberi tugas membaca kemudian menulis
pertanyaan. ·
Siswa ditunjuk berpasangan ·
Guru bergerak dari pasangan yang satu dengan musik
yang lain. 11.
Learning Contracs Langkah-langkah pembelajaran : ·
Mintalah setiap peserta didik memilih tugas yang
ingin dipelajari. ·
Doronglah tiap peserta didik memikirkan ·
Berikan waktu yang cukup untuk konsultasi. ·
Minta kontrak yang cukup untuk konsultasi dalam menyusun
rencana. 12.
Learning Journals Digunakan
untuk memantau Learning Strategies
yang telah dibuat oleh peserta didik dalam kontrak belajarnya. Jurnal ini
dapat dianggap sebagai progress report maupun rekaman tugas yang dipikul siswa. Jurnal
dibuat berdasarkan kesepakatan awal dan bergantung pada interval waktu
pengerjaan. Jika waktu pengerjaan seminggu, maka siswa membuat
jurnal tiap hari. |
Syaiful Sagala “ Konsep dan Makna Pembelajaran” (hal 201) Bab V Model Mengajar dalam Pembelajaran Untuk
mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar, dibawah ini
disajikan pengertian, fungi dan langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar.
Ada sejumlah metode mengajar yang mungkin dapat dilakukan oleh guru antara
lain sebgai berikut : 1.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Ceramah Ceramah
adalah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dar guru
kepada peserta didik. Peran siswa dalam metode ceramah adalah
mendengarkan dengan teliti, mencatat pokok penting yang dikemukakan oleh
guru. Langkah-langkah : ·
Melakukan pendahuluan yang terdiri dari (1) menjelaskan
tujuan tujuan kepada peserta didik, (2) kemukakan pokok-pokok materi, (3)
memancing pengalaman peserta didik yang cocok dengan materi. ·
Menyajikan bahan baru dengan memperhatikan
faktor-faktor (1) perhatian peserta didik harus tetap terpelihara, (2)
menyajikan pelajaran secara sistematis, (3) kegiatan belajar-mengajar
diciptakan secara variatif, (4) memberikan ulangan pelajaran pada responsi,
(5) membangkitkan motivasi belajar secara terus-menerus. ·
Menutup pelajaran. Yang harus diperhatikan yaitu
(1) mengambil kesimpulan, (2) memberikan kesempatan peserta didik menaggapi,
(3) melaksanakan penilaian secara komprehensif. 2.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Tanya-Jawab Pertanyaan
adalah pembangkit motivasi yang dapat merangsang peserta didik untuk
berpikir, didorong untuk mencari dan menemukan jawaban yang tepat dan
memuaskan. Pertanyaan yang baik ditandai dengan (1) adanya respon untuk
menjawab, (2) adanya ras tidak puas atas pertanyaan yang diberikan, (3)
adanya jawaban yang tidak menghendaki “ya” atau “bukan”, (4) pertanyaan yang
jelas dan mudah dipahami. Cara
memberikan giliran pertanyaan yaitu : (1)
pertanyaan yang ditujukan kepada seseorang dan girlirannya kepada
orang lain, (2) pertanyaan kelompok
dan gilirannya kelompok lain, (3)
pertanyaan diarahkan pada siapapun, (4) pertanyaan diajukan kepada seluruh
kelas dijawab secara spontan oleh siapa saja. 3.
Metode Mengajar
Menggunakan Metode Diskusi. Diskusi
ialah percakapan yang responsif berisikanpertukaran pendapat yang dijalin
dengan pertanyaan problematis. Manfaat diskusi antara lain : ·
Peserta didik mempunyai kesempatan untuk berpikir ·
Peserta didik memdapat pelatihan mengeluarkan
pendapat ·
Peserta didik belajar bersikap toleran ·
Menimbulkan pasrtisipasi aktif ·
Mengembangkan sikap demokratif ·
Dengan diskusi, pelajaran menjadi relevan. Kelemahan metode diskusi antara lain : ·
Diskusi telampau menyerap waktu ·
Peserta didik tidak menggunakan waktu diskusi
dengan baik ·
Terkadang diskusi menjadi tanya jawab Usaha supaya
diskusi bisa berhasil dengan baik antara lain : ·
Masalahnya harus kontroversial ·
Guru menempatkan dirinya sebagai pemimpin diskusi ·
Guru memperhatikan pembicaraan agar sesuai fungsi. Beberapa jenis
diskusi yang dilakukan yaitu diskusi panel, simposium, diskusi seminar,
diskusi lokakarya, diskusi formal, diskusi kuliah, brainstorming. 4.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Demonstrasi Metode
demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau
benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat
diketahui dan dipahami. Ada dua macam demonstrasi yaitu demonstrasi formal
dan demonstrasi informal. Kebaikan-kebaikan metode demonstrasi : ·
Perhatian murid dapat dipusatkan pada hal yang
dianggap penting. ·
Dapat membimbing peserta didik ke arah berpikir
yang sama ·
Ekonomi dalam jam pelajaran ·
Dapat menurangi kesalahan dibanding hanya membaca ·
Memerlukan keterangan yang banyak ·
Keraguan dapat diperjelas. Kelemahannya : ·
Derajat visibilitasnya kurang ·
Perlu alat-alat yang khusus ·
Diperlukan pemusatan perhatian ·
Memerlukan banyak waktu ·
Kadang proses demonstrasi di kelas akan berbeda
dengan yang situasi nyata. ·
Diperlukan ketelitian dan juga kesabaran. Cara mengatasi
kelemahan : ·
Tentukan hasil yang ingin dicapai ·
Guru mengarahkan sehingga siswa mengerti ·
Pilih alat demonstrasi ·
Usahakan seluruh murid ikut pelaksanaan
demonstrasi ·
Berikan penjelasan sejelas-jelasnya. ·
Bahan pelajaran adalah hal-hal praktis ·
Menetapkan garis besar langkah demonstrasi. 5.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Sosiodrama. Metode
sosiodrama berarti cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan
atau mendramatisasi cara tingkah laku dalam hubungan sosial. Kebaikan-kebaikannya : ·
Murid melatih dirinya untuk memahami, melatih, dan
mengingat bahan yang didramakan. ·
Murid terlatih berinisiatif dan berkreatif ·
Bakat terpendam dapat dipupuk ·
Kerjasama dapat dibina ·
Murid memperoleh kebiasaan bertanggung jawab ·
Bahasa lisan murid dapat dibina. Kelemahannya
yaitu : ·
Yang tidak ikut menjadi pasif ·
Banyak memakan waktu ·
Memerlukan tempat yang cukup luas ·
Kelas lain terganggu oleh suara.pemain dan
penonton. Cara mengatasi
kelemahan metode sosiodrama : ·
Guru harus memperkenalkan metode ini ·
Guru memilih masalah yang urgen sehingga menarik
minat anak. ·
Guru harus menceritakan sambil mengatur adegan ·
Bobot bahan pelajara harus sesuai waktu yang
tersedia. 6.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Karyawisata Karyawisata
adalah pesiar yang dilakukan oleh para peserta didik untuk melengkapi
pengalamna belajar dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Kebaikan-kebaikannya : ·
Anak didik dapat mengamati kenyataan yang beragam
dari dekat ·
Anak didik dapat menghayati pengalaman baru. ·
Anak didik dpat menjawab masalah dengan melihat,
mencoba dan membuktikan langsung. ·
Anak didik dapat memperoleh informasi dengan
wawancara. ·
Mempelajari sesuatu secara integral dan
komprehensif. Kelemahan-kelemahannya
: ·
Memerlukan persiapan banyak pihak ·
Jika sering dilakukan akan mengganggu kelnacaran
pelajaran ·
Kadang sulit dalam bidang pengangkutan ·
Memerlukan pengawasan yang ketat Cara mengatasi
kelemahan : ·
Perlu merumuskan tujuan yang jelas ·
Buatlah rumusan tujuan yang konkret ·
Penentuan tugas yang harus dilakukan sewaktu dan
sesudah karya wisata ·
Rencana penilaian pengalaman karyawisata ·
Rencana selanjutnya sebagai kelanjutan
karyawisata. 7.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Kerja Kelompok Metode
kerja kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam suatu kelas dipandang
sebagai satu kesatuan tersendiri atau sub kelompok. Kebaikan-kebaikannya : ·
Mengembangkan sikap musyawarah ·
Menimbulkan rasa kompetitif yang sehat ·
Guru tidak perlu mengawasi siswa secara individual ·
Melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang
bertanggung jawab. Kelemahan-kelemahannya
: ·
Sulit membuat kelompok yang homogen ·
Pemimpin kelompok sulit memberikan pengertian ·
Anggota kadang tidak patuh pada tugasnya. Cara mengatasi
kelemahannya : ·
Guru harus memperoleh pengetahuan yang luas ·
Kumpulan data siswa membantu guru ·
Adakan tes sosiometri ·
Bimbingan kelompok terus-menerus. ·
Usahakan jumlah kelompok tidak terlalu besar. ·
Dapat memberikan motivasi menuju kompetisi yang
sehat. 8.
Model Mengajar
Menggunakan Meode Latihan. Metode
latihan biasnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan dan keterampilan
dari apa yang dipelajari. Kebaikan-kebaikannya : ·
Menghambat bakat dan inisiatif siswa. ·
Terkadang menjadi hal monoton ·
Membentuk kebiasaan yang kaku ·
Dapat menimbulkan verbalisme. Kelemahan-kelemahannya : ·
Siswa sering meniru hasil kerja orang lain ·
Dikerjakan orang lain tanpa pengawasan ·
Hanya sekedar melepaskan tanggung jawab bagi guru ·
Mungkin siswa akan kesulitan karena sukar. Cara mengatasi
kelamahannya : ·
Latihan hanya untuk bahan yang otomatis ·
Latihan harus sering dilakukan ·
Latihan harus menarik ·
Proses latihan dan kebutuhan disesuaikan. 9.
Model Mengajar
Menggunakan Metode Tugas Metode
pemberian tugas dan resitasi adalah
cara penyajian pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar
murid melakukan kegiatan belajar. Kebaikannya : ·
Hasil belajar, hasil percobaan lebih menyerap dan
tahan lama ·
Memupuk keberanian mengambil inisiatif ·
Tugas dapat lebih meyakinkan apa yang dipelajari
dari guru. ·
Membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri
informasi. ·
Membuat siswa bergairan dengan berbagai variasi. Kelemahannya : ·
Sering kali siswa hanya meniru hasil kerja orang
lain. ·
Ada kalanya tugas dikerjakan orang lain. ·
Hanya sekedar melepas tanggung jawab bagi guru. ·
Siswa terkadang kesulitan karena sukar. Cara mengatasi
kelemahan-kelemahannya : ·
Tugas harus jelas sehingga siswa mengerti apa yang
harus dikerjakan. ·
Tugas yang diberikan dengan memperhatikan
perbedaan individu. ·
Waktu menyelesaikan tugas harus cukup. ·
Kontrol dan pengewasan yang sistematis ·
Tugas hendaklah memperhatikan minat, bersifat
praktis dan ilmiah, tugas diambil dari hal yang dikenal siswa. 10. Model Mengajar Mengunakan Metode Eksperimen Dalam
proses belajar dengan metode ini, siswa diberi kesempatan untuk mengalami,
mengamati, menganalisis dan menarik kesimpulan objek atau proses tertentu. Kebaikannya : ·
Membuat siswa lebih percaya berdasarkan
percobaannya sendiri. ·
Mengembangkan sikap eksploratoris. ·
Metode didukung oleh azas-azas (1) mengamati
sendiri, (2) terhindar dari verbalisme, (3) bersifat objektif dan realistis,
(4) bepikir ilmia, (5) hasil belajar tahan lama. Kelemahannya : ·
Pelaksanaan metode sering memerlukan peralatan
yang tidak mudah didapatkan. ·
Tiap eksperimen tidak selalu memberikan hasil yang
diharapkan. ·
Sangat menuntut penguasaan materi, fasilitas. Cara mengatasi
kelemahannya : ·
Guru menjelaskan sejelas-jelasnya hasil yang ingin
dicapai. ·
Guru membicarakan bersama siswa langkah pemecahan
masalah. ·
Bila perlu guru membantu memperoleh bahan-bahan. ·
Guru merangsang agar siswa membandingkan
eksperimen dengan orang lain. |
|
Kritik : BUKU
1 karangan Effi Aswita Lubis membagi metode pembelajaran kedalam dua bagian
besar yaitu metode konvensional dan metode pembelajaran aktif, hal ini akan
mempermudah pembaca memahami dan membedakan kedua metode terseebut secara
garis besar. Sementara BUKU 3 tidak mengklasifikasikan demikian. Ada beberapa
metode yang sama di kedua buku, misalnya metode ceramah, diskusi, drill,
tanya jawab, namun banyak juga yang berbeda misalnya BUKU 1 memuat learning journals tetapi BUKU 3 tidak, tetapi memuat metode
Sosiodrama dan sebaliknya. BUKU
1 menjelaskan sebagian metode dengan langkah-langkah dan
kelebihan-kekurangan, namun sebagian lagi tidak dijelaskan kelebihan dan
kekurangan. BUKU
3 menjelaskan metode secara detail mulai dari pengertian, kebaikan dan
kelemahan bahkan hingga cara mengatasi kelemahn tersebut. Dengan adanya cara
mengatasi maka pembaca akan mudah menjadikan buku sebagai modul saat hendak
mengajar menggunakan metode tertentu. |
|
|
Bab VI Model Pembelajaran (hal 58 -123) a.
Model
Pembelajaran Course Review Horay Adalah model pembelajaran yang membuat suasana
kelas aktif serta menyenangkan. Langkah-langkah model pembelajaran : ·
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai ·
Guru mendemonstrasikan
materi ·
Memberikan siswa tanya jawab ·
Disuruh membuat kotak 9/16/25 dan diisi angka. ·
Guru membacakan soal secara acak ·
Siswa yang benar membantuk vertikal dan horizontal
berteriakan horay. ·
Nilai siswa dihitung dari jumlah horay. ·
Penutup Kelebihan
model ini yaitu pembelajaran menjadi menarik, dapat melatih kerjasama,
mengekspresikan pengalaman emosi. Kelemahan
model ini adalah kemungkinan topik yang dibahas akan meluas, guru harus
mempersiapkan materi secara matang, nilai merugikan siswa yang aktif karena
siswa aktif dan pasif sama . b.
Model
Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Adalah model pembelajaran yang menggunakan
kelompok-kelompok kecil untuk bekerjasama secara kooperatif. Langkah – langkah model : ·
Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara
heterogen. ·
Guru menyajikan pelajaran ·
Guru memberi tugas kelompok ·
Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. ·
Memberi evaluasi ·
Kesimpulan. Kelebihan
model ini yaitu dapat mengetahui seberapa jauh siswa menguasai pelajaran,
meningkatkan aktifitas belajar mengajar, tepat untuk siswa mendalami secara
detail. Kelemahan
model yaitu memerlukan perencanaan yang matang, sebagian siswa bisa saja
menjadi pelengkap, evaluasi guru kemungkinan tidak mencerminkan kemampuan
siswa sebenarnya. c.
Model
Pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Model pembelajaran adalah model pembelajaran
dimana setelah guru menyampaikan materi, siswa mulai mempresentasikan ide dan
pendapatnya. Langkah – langkah model pembelajaran : ·
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. ·
Guru menyajikan materi ·
Memberikan siswa menjelaskan melalui peta konsep. ·
Guru menyimpulkan ide dari siswa ·
Guru menerangkan semua materi yang disajikan. Keunggulan
model yaitu guru mengetahui kemampuan siswa dalam penguasaan materi, siswa
menjadi aktif dan kreatif, meningkatkan daya serap siswa. Kelemahan
model ini yaitu siswa yang kurang berani tidak mampu presentasi, sering
terjadi pengulangan bila siswa tidak memiliki ide, sering mengalami kesulitan
membuat konsep. d.
Model
Pembelajaran TAI Model pembelajaran TAI adalah model pembelajaran
yang mengkombinasikan pendekatan kooperatif dengan pendekatan individual
dimana siswa bertanggung jawab atas dirinya dan saling membantu anggota
kelompok memecahkan masalah. Langkah- langkah model pembelajaran : ·
Guru menyiapkan materi. ·
Guru memberikan pretest atau melihat rata-rata
nilai harian siswa ·
Guru memberikan materi secara singkat. ·
Guru membentuk kelompok heterogen 4-5 orang. ·
Kelompok mengerjakan tugas berupa LKS yang dirancang guru. ·
Ketua kelompok mempresntasikan hasil kerja ·
Guru memberikan Post-Test yang dikerjakan secara
Individu. ·
Guru menetapkan nilai kelompok ·
Guru memberikan tes formatif sesuai dengan
kompetensi yang ditentukan. Kelebihan
model TAI yaitu mampu meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa,
mengajarkan siswa saling membantu, mengurangi keterlibatan guru dalam
pembelajaran. Kelemahan
model ini yaitu siswa yang kurang pandai dan pasif selalu mengandalkan siswa
yang pintar, membutuhkan waktu yang lama mengembangkan perangkat
pembelajaran, sulit mengkoordinasi kelas yang siswanya banyak. e.
Model
Pembelajaran Creative Problem Solving Adalah model pembelajaran yang melatih siswa untuk
mencari pemecahan masalah dengan penguatan kreativitas. Proses model
pembelajaran CPS yaitu : ·
Orientasi masalah kepada siswa ·
Mengorganisasikan siswa untuk belajar ·
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok ·
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. ·
Menganalisis dan mengevaluasi Proses Penyelesaian
Masalah. Kelebihan model ini yaitu memberikan kesempatan
untuk mengaplikasikan kemampuannya di dunia nyata, meningkatkan minat,
mealtih siswa berpikir kritis dan kreatif. Kelemahan model ini yaitu tanpa perencanaan yang
matang akan sulit dilaksanakan, dominasi siswa yang pintar, banyak
membutuhkan arahan guru. f.
Model
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Adalah model pembelajaran dimana guru mengubungkan
materi dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan
pengetahuannya dengan penerapannya. Langkah-langkah model pemebelajaran CTL : ·
Guru mengarahkan siswa sedemikian rupa ·
Siswa diajak menemukan suatu fakta dari
permasalahan yang disajikan guru. ·
Memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan
dan rasa ingin tahu ·
Guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok ·
Guru mendemonstrasikan ilustrasi materi dengan
media sebenarnya. ·
Guru bersama siswa melakukan refleksi atas
kegiatan yang telah dilakukan. ·
Guru melakukan evaluasi. Kelebihan
model CTL yaitu siswa melakukan sendiri kegiatan pembelajaran sehingga siswa
memahami materi, menimbulkan penguatan pemahaman konsep, menimbulkan
keberanian untuk bertanya. Kelamahan
model CTL adalah siswa yang kurang aktif tidak memiliki pengetahuan yang sama
dengan siswa yang aktif, pembagian kelompok harus diperhatikan guru, siswa
belum tentu dapat menyesuaikan dengan kelompoknya. g.
Model
Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Model TTW adalah model pembelajaran yang melatih
kemampuan berpikir dan berbicara siswa dengan cara berpikir, berbicara di
forum diskusi. Langkah- langkah model TTW yaitu ·
Guru membagi membagi teks bacaan berupa lembaran
aktivitas siswa. ·
Siswa membaca secara individu dan mencatat untuk
dibawa ke forum diskusi. ·
Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman
untuk membahas isi catatan. ·
Siswa membuat sendiri pengetahuan yang memuat
pemahaman dalam bentuk tulisan. Kelebihan
model pembelajaran TTW yaitu siswa mampu membangun pengetahuan sendiri,
membantu siswa mengkomunikasikan ide-ide melalui tulisan, dapat melatih
kemampuan berpikir dan berbicara siswa. Kelemahan
model ini adalah sulit digunakan untuk kelas yang besar, tidak semua siswa
belajar aktif, memakan waktu yang banyak dalam pelaksanaannya. h.
Model
Pembelajaran Two Stay Two Stray Model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah suatu
model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kelompok membagikan
hasil dan informasi kepada kelompok lain. Langkah-langkah model pembelajaran yaitu ·
Siswa bekerja sama dalam kelompok (4 orang). ·
Dua orang menjadi tamu kedua kelompok yang lain. ·
Dua orang tinggal dan kembali ke kelompok mereka
sendiri dan melaporkan temuan di kelompok lain. ·
Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja
mereka. Kelebihan
model ini yaitu pembelajaran lebih bermakna, menambah kekompakan siswa,
meningkatkan minat dan prestasi belajar. Kelemahan
model ini yaitu membutuhkan banyak waktu untuk melaksanakannya, banyak
persiapan yang harus dilakukan guru, guru sering kesulitan dalam pengelolaan
kelas. i.
Model
Pembelajaran Pair Check Adalah model yang melatih kerja sama dengan cara
siswa dikelompokkan secara berpasangan. Langkah-langkah model pembelajaran yaitu ·
Pemilihan materi ·
Pembentukan kelompok ·
Guru memberikan tugas dan peran masing-masing ·
Guru memonitor dan memberikan kupon apabila
jawaban benar ·
Siswa bertukar peran ·
Seluruh pasangan saling mengecek ·
Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi. Kelebihan
model pair checks adalah meningkatkan partisipasi siswa, menciptakan
kerjasama antar siswa, lebih gampang membentuk kelompok. Kelmahan model
ini yaitu apabila ada perselisihan diantara siswa tidak ada penengahnya, guru
harus sering memonitor kelompok siswa, memerlukan banyak waktu dalam
pelaksanaannya. j.
Model
Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compasition (CIRC) Langkah-langkah model CIRC adalah ·
Membentuk kelompok (4 orang) secara heterogen. ·
Guru memberikan klipping sesuai topik
pembelajaran. ·
Siswa saling membacakan dan menemukan ide poko dan
menuliskan tanggapan. ·
Membacakan hasil kelompok. ·
Guru membuat kesimpulan bersama. ·
Penutup. k.
Model Pembelajaran
Pair Check (Spencer Kagan : 1993) Langkah-langkah : ·
Bekerja berpasangan. ·
Guru membentuk tim berpasangan. Tiap pasangan
mengerjakan soal. ·
Pelatih mengecek. ·
Apabila partner benar, pelatih memberi kupon. ·
Bertukar peran ·
Seluruh partner bertuka peran dan mengulangi
langkah 1-3 ·
Pasangan mengecek. ·
Seluruh
pasangan tim kembali bersama. ·
Penegasan guru. ·
Guru mengarahkan jawaban sesuai konsep. |
Istarani & M.Ridwan “ 50 Tipe Pembelajaran
Kooperatif” ( hal 21) Bab II 50 Tipe Metode Pembelajaran Kooperatif a.
STAD (Student
Teams Achievement Division) (hal 21) metode
pembelajaran kooperatif untuk pengelompokan kemampuan campur yang melibatkan
pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu
anggota. Karakteristik STAD
: ·
Kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil ·
Tiap kelompok terdiri dari 4-5 anggota yang
heterogen ·
Kuis sebagai alat evaluasi ·
Membuat skor secara individu maupun kelompok ·
Adanya pemberian penghargaan (reward) Langkah-langkah
model pembelajaran (Slavin) : ·
Membentuk kelompok ·
Guru
menyajikan pelajaran ·
Guru memberikan tugas kepada kelompok ·
Guru memberikan kuis/pertanyaan ·
Memberikan evaluasi ·
Kesimpulan Kelebihan : ·
Dapat meningkatkan kerjasama ·
2. Dapat memupuk rasa kebersamaan ·
Dapat digunakan dalam pengajaran ·
Dengan kuis dapat menyenangkan anak dalam menjawab
soal ·
Dengan reward akan mendorong siswa untuk lebih
giat ·
Dengan reward akan menimbulkan nuansa persaingan
sehat Kelemahan ·
Adanya siswa yang tidak akur karena dikelompokkan
pada anggota yang tidak disukai ·
Dalam kelompok, ada siswa yang hanya sebagai pendengar ·
Kuis dapat kurang menyahuti aspirasi siswa ·
Pemberian reward kadang tidak sesuai dengan
harapan siswa b.
CTL ( Contextual
Teaching And Learning) (hal 41) Adalah konsep yang membantu guru mengaitkan materi
dengan situasi dunia nyata. Ada 8 komponen pembelajaran kontekstual meliputi : ·
Menjalin hubungan yang bermakna ·
Mengerjakan pekerjaan yang berarti ·
Melakukan proses belajar yang diatur sendiri. ·
Mengadakan kolaborasi ·
Berpikir kritis dan kreatif. ·
Memberikan layanan secara individual. ·
Mendupayakan standar yang tinggi. ·
Menggunakan asessment autentik Karakteristik
pembelajaran yaitu : ·
Contructivisme ·
Inquiry ·
Questioning ·
Laerning comunity ·
Modelling ·
Reflection ·
Authentic Assesment. Langkah
pelaksanaan : ·
Mengembangkan pemikiran siswa ·
Melaksanakan inquiri ·
Mengembangkan sifat ingin tahu ·
Menciptakan masyarakat belajar ·
Menghadirkan model ·
Membiasakan anak melakukan refleksi. ·
Melakukan penilaian secara obyektif. Kelebihan : ·
Dapat mengembangkan pemikiran siswa ·
Siswa dapat belajar sendiri. ·
Dapat melakukan sejauh mungkin kegiatan inquiri. ·
Mengembangkan sifat ingin tahu melalui pertanyaan. ·
Menciptakan masyarakat belajar seperti kelompok
diskusi. ·
Mengahadirkan model. ·
Melakukan penilaian secara obyektif ·
Dapat menemukan hal-hal baru. Kelemahan : ·
Bagi siswa yang lambat berpikir akan sulit. ·
Guru harus memahami materi secara luas. c.
TAI (Team
Assisted Individually) (hal 51) Adalah proses pembelajaran dalam bentuk kelompok
4-5 orang yang heterogen. Karakteristik : ·
Pembelajaran dalam bentuk tim ·
Guru hanya mengawasitim berfungsi sebagai wadah ·
Penilaian dilakukan secara individual. Langkah-langkah
: ·
Pembentukan kelompok ·
Pemberian bahan ajar ·
Belajar kelompok ·
Skor kelompok dan penghargaan kelompok ·
Pengajaran materi pokok oleh guru ·
Tes formatif. Kelebihan : ·
Meningkatkan kerja sama siswa. ·
Siswa dapat membagi ilmunya. ·
Meningkatkan kerjasama kelompok ·
Melatih rasa tanggung jawab. Kelemahan : ·
Jika tidak dikontrol, akan mengundang keributan. ·
Siswa yang tidak mau menglah, akan sulit diterima. ·
Terkadang bisa
terjadi ketidakcocokan pendapat. d.
TTW
(Think-Talk-Write) (hal 55) Pembelajaran Think Talk Write ini
dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan
alternative solusi), hasil bacaannya membuat laporan presentasi. Langkah-langkah
: ·
Guru membagi teks bacaan ·
Siswa membaca dan membuat catatan ·
Siswa berkolaborasi. Guru berperan sebagai
mediator. ·
Siswa mengkonstruksikan sendiri pengetahuan. Kelebihan : ·
Dapat melatih siswa berpikir kritis. ·
Melatih siswa menuangkan ide dan gagasan. ·
Melatih siswa mengemukakan ide. ·
Medorong siswa belajar ·
Mengkonstruksikan pengetahuan. ·
Siswa befikir secara mandiri. ·
Memupuk keberanian siswa menyatakan pendapat. Kelemahan : ·
Bagi siswa yang lambat berfikir akan kesulitan. ·
Siswa yang kurang mampu menuangkan ide kesulitan. ·
Adanya siswa yang malas berifikir e.
CPS ( Creative
Problem Solving) (hal 95) Adalah suatu pembelajaran yang membutuhkan
kreativitas tinggi baik oleh guru maupun siswa. Karakteristik : ·
Adanya masalah faktual. ·
Tumbuhnya kreatifitas. ·
Adanya persentase. ·
Diskusi untuk menentukan hasil belajar. Langkah-langkah
: ·
Tanya jawab lisan. ·
Identifikasi masalah ·
Mengolah pikiran ·
Presentasi ·
Diskusi Kelebihan : ·
Memiliki fakta aktual sebagai landasan memabahas
pelajaran. ·
Menumbuhkan orisinalitas ide ·
Pendidikan sekolah lebih relevan ·
Membiasakan pemecahan masalah ·
Improvisasi mengembangkan metode ·
Merangsang pengembangan kemampuan berpikir. ·
Menumbuhkan rasa kebersamaan. Kelemahan : ·
Sulit mencari masalah yang benar-benar aktual ·
Adanya masalah yang tidak relevan dengan materi. ·
Memerlukan kemampuan guru ·
Memerlukan waktu yang cukup. ·
Berfikir memecahkan masalah sendiri dan kelompok. f.
CIRC (
Cooperative Integrated Reading and composition) (hal 101) Menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata
bahasa. Karakteristik pembelajaran : ·
Terdiri dari 4 orang satu kelompok ·
Membaca dan menulis secara bersamaan ·
Menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata
bahasa. ·
Siswa saling menilai secara lisan maupun tulisan. Langkah-
langkah : ·
Guru membagi peserta didik menjadi dua kelompokan ·
Guru membagi wacana kepada tiap kelompok ·
Guru menetapkan kelompok penyaji dan kelompok
pendengar. ·
Kelompok penyaji membacakan ringkasan bacaan,
kelompok pendengar menyimak. ·
Kelompok bertukar peran ·
Peserta didik menyimpulkan bersama-sama. Kelebihan : ·
Meningkatkan kemampuan membaca siswa. ·
Dapat menemukan kata kunci ·
Meningkatkan kerja sama antar siswa. ·
Siswa dapat membagi ilmunya satu sama lain. ·
Melatih tanggung jawab individu siswa. ·
Melatih keberanian siswa mengemukakan pendapat. Kelemahan : ·
Pemahaman siswa tentang kata kunci belum memadai. ·
Guru sendiri kadang belum membuat kata kunci. ·
Kalau tidak dikontrol, akan mengundang keributan. ·
Kadang terjadi ketidakcocokan pendapat. g.
Two Stay Two
Stray (hal 105) Adalah cara siswa berbagi pengetahuan dengan
kelompok lain. Karakteristik pembelajara adalah : ·
Satu kelompok terdiri dari 4 orang ·
2 orang bertindak sebagai tamu pada kelompok lain. ·
2 lainnya sebagai penerima tamu. ·
Mencocokkan hasil kelompok lao=in dengan kelompok
sendiri. Langkah
pelaksanaan : ·
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok yang
berjumlah 4 orang ·
Dua orang menjadi tamu pada kelompok lain. ·
Dua orang lainnya bertugas membagikan hasil kerja
dan informasi ke tamu mereka. ·
Kelompok mencocokkan hasi kerja mereka. Kelebihan : ·
Kerja sama dalam kelompok. ·
Kemampuan siswa dalam memberikan informasi. ·
Kemampuan siswa menyatukan ide dan gagasan. ·
Keberanian siswa menyampaikan bahan ajar. ·
Pembelajaran tidak akan membosankkan. ·
Melatih
kemandirian. Kelemahan : ·
Dapat mengundang keributan. ·
Siswa yang kurang aktif kesulitan mengikuti proses
pembelajaran. ·
Pembelajaran kurang mendalam. ·
Penggunaan waktu yang kurang efektif h.
SFE (Student
Facilitator And Explaining) (hal 114) Karakteristik Pembelajaran : ·
Adanya informasi kompetensi, adanya penyajian
materi, adanya aktivitas pengembangan materi ajar oleh siswa sendiri. Langkah-langkah
: ·
Infromasi kompetensi ·
Sajian materi. ·
Siswa mengembangkan dan menjelaskan pada siswa
lainnya. ·
Evaluasi. ·
Refleksi. Kelebihan : ·
Meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan materi
ajar. ·
Menumbuhkan aktivitas belajar mandiri. ·
Memupuk jiwa kebersamaan. Kelemahan : ·
Siswa kurang terbiasa mengembangkan materi ajar. ·
Kemampuan siswa menjelaskan terbatas. i.
Course Review
Horay (hal 117) Karakteristik : ·
Adanya tanya jawab ·
Adanya siswa menulis nomor sembarang. ·
Adanya pembacaan soal yang dipilih acak. ·
Pemberian skor diikuti yel “hore”. Langkah-langkah
: ·
Informasi kompetensi ·
Sajian materi ·
Tanya jawab untuk pemantapan. ·
Siswa menulis nomor sembarangan. ·
Guru membacakan soal yang nomornya diacak ·
Nomor yang sesuai dengan nomor soal berhak
menjawab. ·
Penyimpulan dan evaluasi. Kelebihan : ·
Adanya umpan balik ·
Menumbuhkan semangat belajar ·
Pembelajaran tidak membosankan. ·
Meningkatkan aktivitas belajar ·
Bagi guru sangat membantu untuk memahamkan siswa. Kelemahan : ·
Memerlukan kesiapan yang matang. ·
Bisa menimbulkan kegaduhan. ·
Membutuhkan waktu relatif lama. j.
Pair Checks (hal 121) Penyampaian materi ajar dalam bentuk kelompok
teman sebangku. Karakteristik : ·
Kelompok hanya 2 orang.. ·
Saling melontarkan pertanyaan dalam bentuk
tulisan. ·
Saling mengoreksi dan bertukar peran. Langkah-lagkah
: ·
Siswa berpasangan. ·
Salah seorang menyajikan dan temannya menyajikann. ·
Koreksi. ·
Bertukar peran. ·
Penyimpulan. ·
Evaluasi. ·
Refleksi. Kelebihan : ·
Siswa aktif ·
Siswa terlibat langsung ·
Melatih siswa membuat pertanyaan. ·
Membinasi kombinasi belajar. ·
Mengatahui kemampuan siswa. ·
Mempermudah guru menyampaikan materi ajar. Kelemahan : ·
Siswa kurang serius. ·
Terjadinya salah pemahaman. |
|
Kritik : BUKU
1 memuat sangat banyak jenis model pembelajaran yakni 65 model lengkap dengan
langkah-langkah pelaksanaan dan hingga kelebihan dan kekurangan. BUKU
4 karangan Istarani juga demikian, yaitu memuat banyak model yakni 50 jenis
model. Namun penjelasan pada buku Istarani meliputi pengertian, karakteristik
, langkah - langkah hingga kelebihan kekurangan. Namun pada beberapa bagian
pembahasan, buku ini terkesan mengulang-ulang kalimat. Misalnya kalimat yang
terdapat pada karakteristik, dimuat kembali pada langkah-langkah dan
kelebihan dengan hanya sedikit mengubah kalimat. BUKU
1 langsung menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan model, tidak demikian
dengan BUKU 4 Istarani yang memberikan pendahuluan berupa identitas model
serta petikan pendapat ahli tentang model tersebut. Jenis
model pembelajaran yang sama pada kedua buku ada 10 model yakni STAD, CPS,
TAI, TTW, CIRC, CTL dan lainnya. Hal ini mengindikasikan masih terdapat
kemungkinan banyak model yang bisa dipelajari selain yang tercantum pada
kedua buku tersebut. |
|
|
Bab VII Assemen (hal 124) Assesmen kelas adalah prosedur yang
digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerjapeserta
didik yang hasilnya akan digunakan untuk evaluasi. Assesmen kelas difokuskan
pada keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi
yang ditentukan. Assesmen kelas memiliki ciri-ciri
belajar tuntas, penilaian otentik, berkesinambungan, berdasarkan acuan
kriteria atau patokan dan menggunakan berbagai cara dan alat penilaian. Tes tertulis adalah suatu teknik
penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pelakasanaan tes tertulis yaitu: ·
Tempat pelaksanaan harus kondusif. ·
Ruang tempat tes harus diatur. ·
Sistem pencahayaan di kelas harus diatur. Observasi atau teknik penilaian teknik penilaian yang dilakukan dengan
menggunakan indera secara langsung. Tes praktik adalah penilaian yang
menuntut peserta didik mendemonstrasikan kemahirannya. Dalam melakukan proses
penilaian praktik harus memperhatikan hal-hal berikut : ·
Peserta didik harus menunjukkan kinerja dari suatu
kompetensi. ·
Kelengakapan dan ketepatan objek yang akan
dinilai. ·
Kemampuan khusus yang diperlukan. ·
Upayakan kemampuan yang dinilai tidak terlalu banyak. ·
Kemampuan yang akan dinilai diurutkan. Penugasan adalah teknik penilaian yang
menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan
pembelajaran. Project
Work adalah bagian internal dari proses pembelajaran terstandar, beemuatan
pedagogis, dan bermakna bagi peserta didik. Penilaian diri adalah teknik penilaian dengan
mengungkapkan kelebihan dan kekurangannya berkaitan dengan kompetensi dan
tujuan pembelajaran. Penelitian antar teman merupakan teknik penilaian
dengan cara meminta peserta didik untuk meminta kelebihan dan kekurangan
temannya dalam segala hal. Berbagai teknik yang digunakan dalam
assesmen kelas dinataranya tes tertulis, observasi, tes praktik, penugasan,
Project work, tes lisan, penilaian Portofolio, Prinsip
assemen kelas yaitu: 1.
Sahih 2.
Objektif 3.
Adil 4.
Terpadu 5.
Terbuka 6.
Menyeluruh dan berkesinambungan 7.
Sistematis 8.
Beracuan Kriteria 9.
Akuntabel Assesmen kelas
bertujuan untuk mengetahui keberhasilan kelas berfungsi untuk memantau
kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik dan dasar penyelenggaraan
program remedi, juga digunakan sebagai dasar penentuan nilai yang dilaporkan
kepada orangtua/wali dalam bentuk buku laporan pendidikan atau rapor pada
setiap semester. Instrumen yang
digunakan dalam penilaian meliputi tes dan nontes. Langkah-langkah penyusunan
instrumen disesuaikan dengan karakteristik teknik bentuk butir instrumennya. |
Syaiful Sagala “ Konsep dan Makna Pembelajaran” (hal 91) Bab II Konsep dan Makna Pembelajaran (hal 91) Asessment adalah proses pengumpulan berbagai
data yang bisa mmberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran
perkembangan siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa
mengalami proses belajar yang benar. Apabila data menidentifikasikan bahwa
siswa mengalami kemacetan dalam belajar maka guru segera bisa mengambil
tindakan yang tepat. Assesment tidak dilakukan pada akhir
periode semester pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar
seperti formatif dan sumatif, tetapi dilakukan bersamaan dengan cara
terintegrasi. Pembelajaran
yang benar seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu
mempelajari, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi
pada akhir periode pembelajaran. Karena assesment menekankan proses
pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh pada kegiatan nyata
pembelajaran. Guru ingin mengetahui perkembangan
belajar Bahasa Inggris misalnya harus mendapatkan data pada saat menggunakan
Bahasa Inggris buka pada saat siswa mengerjakan tes Bahasa Inggris. Data yang
diambil dari kegiatan siswa di dalam maupun di luar kelas, itulah yang
disebut autentik. Kemajuan
belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil dan dengan berbagai cara.
Tes hanya salah satunya, itulah hakikat penilaian sebenarnya. Penilai tidak
hanya guru bisa juga teman atau prang lain. Karakteristik
autentik assesment adalah ·
Dilaksanakan selama dan sesudah proses belejar
mengajar. ·
Bisa digunakan untuk formatif atau sumatif. ·
Yang diukur keterampilan dan performansi, bukan
hanya mengingat fakta. ·
Berkesinambungan ·
Terintegrasi. ·
Dapat digunakan sebagai feed back. Dengan demikian
pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu
siswa mempelajari sesuatu bukan diperolehnya sebanyak mungkin infomasi pada
akhir periode. |
|
Kritik : Kedua
buku memaparkan pengertian assesmen atau penilaian. Kedua buku juga
mencantumkan tujuan penilaian, hanya saja pada BUKU 1 karangan Effi Aswita
Lubis, tujuan penilaian secara khusus dibuat menjadi subbab sehingga mudah
menemukan topik tujuan penilaian sementara BUKU 3 karangan Syaiful Sagala memuat
tujuan penilaian secara padu pada teks bacaan sehingga harus dibaca secara
seksama untuk dapat mengetahui tujuan penilaian yang termuat dalam buku. BUKU
1 menyajikan cara pandang yang berbeda dibandingkan BUKU 3. Buku karangan
Effi Aswita Lubis menekankan penilaian pada awal, proses dan akhir
pembelajaran sementara buku karangan Syaiful Sagala menekankan penilaian
bukan di akhir periode tetapi bagaimana untuk mempelajari sesuatu dan
dilakukan secara terintegrasi.
Instrumen serta teknik penilaian secara jelas disajikan didalam BUKU 1
sementara BUKU 3 tidak. BUKU
1 menyajikan Prinsip Penilaian dan BUKU 3 tidak, tetapi BUKU 1 tidak
menyajikan Karakteristik Penilaian sebagaimana terdapat pada BUKU 3. |
|
|
Bab VIII Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (hal 144) Langkah-langkah
Penyusunan RPP : 1.
Mencantumkan Tujuan Pembelajaran 2.
Mencantumkan Materi Pembelajaran 3.
Mencantumkan metode/ model pembelajaran 4.
Mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran 5.
Mencantumkan
Sumber Belajar 6.
Mencantumkan Penilaian. Rambu-Rambu
Penyusunan RPP ·
RPP dijabarkan dari silabus dalam upaya mencapai
Kompetensi Dasar ·
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban
menyusun RPP secara lengkap. ·
RPP disusun
untuk setiap KD yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. ·
Guru merancang penanggalan RPP untuk setiap
pertemuan. Komponen RPP
(Standar Proses No. 65 Thn 2013) 1.
Identitas sekolah 2.
Tema/ subtema 3.
Kelas/ Semester 4.
Materi Pokok 5.
Alokasi Waktu 6.
Tujuan Pembelajaran 7.
KD dan Indikator 8.
Materi Pembelajaran 9.
Alokasi Waktu 10.
Metode Pembelajaran 11.
Media Pembelajaran 12.
Sumber Belajar 13.
Langkah-langkah Pembelajaran 14.
Penilaian hasil Pembelajaran Komponen RPP K-13 Pada kurikulum
2013, standar kompetensi tidak dikenal lagi. Namun muncul istilah kompetensi
inti. Kompetensi
Inti adalah gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan dalam aspek
sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta kemampuan yang harus dimiliki
seorang peserta didik. Prinsip Penyusunan RPP 1.
Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2.
Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3.
Mengembangkan budaya membaca dan menulis 4.
Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. 5.
Keterkaitan dan keterpaduan 6.
Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Langkah-langkah penyusunan RPP 1.
Kegiatan Pendahuluan 2.
Kegiatan Inti a.
Eksplorasi b.
Elaborasi c.
Konfirmasi 3.
Kegiatan Penutup Langkah
penyusunan RPP (Lanj) 1.
Kegiatan pendahuluan o
Orientasi ·
Memusatkan perhatian peserta didik pada materi
yang akan dipelajari. o
Apersepsi ·
Memberikan apersepsi awal tentang tema yang diajarkan. Langkah penyusunan RPP (Lanj) 1.
Kegiatan Pendahuluan o
Motivasi ·
Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari tema. o
Pemberian Acuan ·
Berkaitan dengan tema yang akan dipelajari. ·
Acuan dapat berupa penjelasan tema dan materi ·
Pembagian kelompok belajar. ·
Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman
belajar. Langkah Penyusunan RPP ( Lanj) 2.
Kegiatan Inti o
Proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti
dan Kompetensi Dasa. o
Dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi. o
Menggunakan metode yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan tema yang dapat meliputi proses ·
Eksplorasi ·
Elaborasi ·
Konfirmasi ·
Pendekatan Scientific. Langkah penyusunan RPP ( Lanj) 3.
Kegiatan Penutup o
Kegiatan guru membimbing dan mengarahkan peserta
didik untuk membuat rangkuman/simpulan. o
Pemberian tes atau tugas, memberikan arahan tindak
lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah, atau
tugas sebagai bagian remidi/pengayaan Langkah Pembelajaran Saintifik ·
Mengamati ·
Menanya ·
Mencoba ·
Mengolah ·
Menyajikan ·
Menyimpulkan ·
Mencipta |
Bab IV Aplikasi Konsep dan Model Desain
Pembelajaran ( Hal 167) Tips menentukan langkah-langkah penyusunan
RPP adalah dengan memperhatikan komponen lengkap RPP. Menurut Permendiknas
No. 41 Tahun 2007 terdapat 11 langkah sistematis penyusunan RPP yang harus
diikuti agar mendapatkan RPP yang baik dan standar yaitu : a)
Identitas mata pelajaran Identitas meliputi nama satuan pendidikan, kelas,
semester, program, mata pelajaran atua tema pelajaran, jumlah jam pertemuan. Prosedur : Tuliskan dengan lengkap nama sekolah, nama mata
pelajaran, kelas, semester, jam pertemuan, nama guru. b)
Menentukan standar kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan
minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai. Prosedur : Dalam hal menggunakan kurikulum melalui
Permendiknas No. 22 Tahun 2006, penyusunan RPP tinggal mengambil dari Standar
Isi mata pelajaran yang dikembangkan.
Pilih Standar Kompetensi yang ingin dikembangkan RPPnya. c)
Menentukan kompetensi dasar Kompetensi dasar merupakan perincian dari standar
kompetensi atau subkompetensi. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang
harus dikuasai peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi. Prosedur ; Penyusunan RPP tinggal mengambil SK dan KD. Pilih
beberapa KD dari SK yang ingin dikembangkan RPPnya. Jangan lupa menuliskan
kode KD nya. d)
Menentukan indikator pencapaian tujuan. Indikator merupakan rincian KD. Indikator
kompetensi dasar merupakan perilaku yang dapat diukur atau diobservasi.
Menggunakan kata kerja operasional. Prosedur : Lakukan rincian KD-KD yang akan dikembangkan RPP
nya. Tanyakan apa yang harus dikuasai
dan bagaimana urutan mempelajarinya. e)
Merumuskan tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran menggarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dicapai sesuai kompetensi dasar Prosedur : Rumuskan tujuan dengan kata kerja operasional.
Gunakan format ABCD agar jelas siapa yang belajar, apa yang dilakukan saat
belajar, kondisi bagaimana belajar, dan seberapa tinggi tingkat pencapaian
yang harus dikuasai. f)
Memilih materi ajar Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan
prosedur yang relevan, ditulis danal bentuk butir sesuai rumusan tujuan. Prosedur : Tuliskan butir-butir materi dalam bentuk subjudul
sebanyak tujuan pembelajaran. g)
Memilih strategi/metode pembelajaran Strategi pembelajaran merupakan alternatif
kegiatan dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Prosedur : Gunakan SK, KD, Indikator, Materi, dan kondisi
peserta didik sebagai acuan. h)
Memilih alat/ Media pembelajaran Alat merupakan sarana untuk menyampaikan pesan
pembelajaran, sebagai alat bantu ajar. Prosedur : Kaji karakteristik SK,KD dll. Kaji pula media yang
tersedia. Pilihlan media sesuai materi dan kondidi siswa. i)
Menentukan alokasi waktu Alokasi ditentukan sesuai keperluan pencapaian KD Prosedur : Tuliskan dalam bentuk menit atau jam pelajaran. j)
Menentukan kegiatan pembelajaran Terdiri atas Pendahuluan, Inti, Penutup. Prosedur : Sama dengan menulis skenario jalannya kegiatan
pembelajaran. Buatlah tabel untuk mempermudah mengidentifikasi penggalan-penggalan
kegiatan. |
|
Kritik : RPP
yang dipaparkan pada BUKU karangan Effi Aswita Lubis lebih spesifik membahas
tentang penyusunan RPP berdasarkan KTSP dan K-13 dengan menyajikan
Langkah-Langkah Penyusunan RPP ( disebut Rambu-Rambu Penyusunan RPP pada
K-13) secara jelas. Rambu Penyusunan RPP lebih lanjut menyajikan Konsep,
prinsip penyusunan, serta langkah penyusunan RPP. Pada BUKU 1 juga dipaparkan
contoh dan bentuk RPP juga langkah pembelajaran saintik sebagaimana dituntut
dalam K-13, sementara BUKU 2 tidak secara gamblang menyebutkan Kurikulum yang
digunakan, tetapi setelah dianalisis bahwa Penyusunan RPP didasarkan pada
KTSP dan tidak menyajikan penyusunan RPP berdasarkan kurikulum K-13. Kedua
buku cukup lengkap menyajikan langkah-langkah penyusunan RPP serta Komponen |
|
|
Daftar Pustaka Gafur,
Abdul.2012.Desain Pembelajaran: Konsep,
Model, dan Aplikasinya Dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran.Yogyakarta:Penerbit
Ombak. Istaranai
& Muhammad Ridwan.2014.50 Tipe
Pembelajaran Kooperatif Edisi Pertama.Medan: Media Persada. Lubis,
Effi Aswita.2015.Strategi Belajar
Mengajar.Medan: Perdana Publishing. Sagala,
Syaiful. 2012.Konsep Dan Makna
Pembelajaran :Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar.Bandung:
Alfabeta. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar