Senin, 03 Mei 2021

PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI TUNTUTAN PROFESIONALISME

 

Laporan Kritik Jurnal

 

KRITIK JURNAL

(Critical Journal Review)

 

 

PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI TUNTUTAN PROFESIONALISME

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017


 


KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kritik jurnal (Critical Journal Review) sebagai salah atu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang berjudul “Pemilihan Dan Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Tuntutan Profesionalisme

Penulis berterima kasih kepada dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Ibu Syuratty Astuti Rahayu Manalu,S.Pd.,SH.,MH. yang sudah memberikan bimbingannya selama proses pengerjaan,  juga kepada teman-teman yang mendukung dan membantu penyelesaian tugas ini. Penulis mengharapkan laporan ini dapat dipergunakan sebagai referensi pembaca untuk mengetahui kelebihan maupun kelemahan jurnal secara mendalam.

Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu penulis menerima kritik maupun saran dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga kritik jurnal ini dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca serta mempermudah pembaca dalam memahami isi jurnal yang dikritisi.

 

 

Medan,      Mei 2017

Penulis

 

 

 

 


I.                   IDENTITAS JURNAL

 

Judul Jurnal        : Pemilihan Dan Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran

  Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Tuntutan Profesionalisme

Penulis                 : Ruti Diah Puspita Djelita

Nama Jurnal       : E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Nomor Jurnal     :  -

Volume                : Vol.5

Lembaga             : Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Tahun                  :  -

ISSN                    : 2337-3253

Lainnya               : Hlm. 1-9

 

 

II.                RINGKASAN JURNAL

       Jurnal ini adalah jurnal yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Jurnal ini membahas sedikit banyak tentang pemilihan bahan ajar dan struktu pengajaran di ligkup wilayah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Untuk memahami tentang kajian pembahasan jurnal maka dipaparkan ringkasan jurnal sebagai berikut :

       Mata pelajaran Pendidikan Kewaganegaraan (PKn) merupakan bidang kajian multi disipliner, yang dikembangkan dari berbagai teori atau konsep politik, hukum, dan moral. Adapun aspek-aspek kompetensi yang hendak dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mencakup pengetahuan kewarganegaran (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions). Secara lebih terperinci, materi pengetahuan kewarganegaraan meliputi pengetahuan tentang hak dan tanggungjawab warga negara, hak asasi, prinsipprinsip dan proses demokrasi, lembaga pemerintah dan non-pemerintah, identitas nasional, pemerintahan berdasar hukum (rule of law) dan peradilan yang bebas dan tidak memihak, konstitusi, serta nilainilai dan norma-norma dalam masyarakat (Tim Diklat PMP/KN, 2008).

 

Prinsip-Prinsip Pemilihan Bahan Ajar

       Prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar (materi pembelajaran) meliputi: (a) prinsip relevansi; (b) prinsip konsistensi; dan (c) prinsip kecukupan. Paparan ketiga prinsip tersebut di atas adalah sebagai berikut:

(a)      Prinsip relevansi, artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada keterkaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar

(b)      Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa satu macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga meliputi satu macam. 

(c)      Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.

 

Penentuan Cakupan/Ruang Lingkup dan Urutan Bahan Ajar

       Ketepatan dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup, kedalaman, dan urutan penyampaian materi pembelajaran mata pelajaran PKn akan memudahkan siswa dalam memahami dan merespon materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru

a.          Penentuan cakupan bahan ajar.        Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup bahan ajar perlu memperhatikan apakah materinya berupa aspek pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), aspek keterampilan, ataukah aspek watak/karakter. Masing-masing jenis materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda.  

 

b.         Penentuan urutan bahan ajar (materi pembelajaran).

     Tanpa urutan yang tepat, jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan siswa dalam mempelajarinya.

Langkah-langkah Pemilihan dan Pengembangan Bahan Ajar

       Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui kriteria pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Secara garis besar langkah langkah pemilihan bahan ajar dengan urutan sebagai berikut:

(a)      Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam Standar

(b)     Mengidentifikasi jenis-jenis bahan ajar (materi pembelajaran), termasuk jenis materi fakta, konsep, prinsip ataukah prosedur.

(c)       Memilih bahan ajar (materi pembelajaran) yang sesuai

(d)      Memilih   sumber    bahan   ajar     (materi pembelajaran).

 

Memilih Sumber Bahan Ajar (Materi Pembelajaran)

        Kompetensi profesional seorang pendidik tidak terlepas dari kewajibannya untuk senantiasa berlatih hingga terampil mengembangkan bahan ajar sesuai dengan disiplin keilmuannya. Adapun ragam sumber bahan ajar tersebut meliputi: 

(a) Buku teks.

       Buku teks yang diterbitkan oleh berbagai penerbit dapat dijadikan pilihan untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar (materi pembelajaran). Buku teks yang digunakan sebagai sumber materi pembelajaran  untuk suatu jenis mata pelajaran termasuk Pendidikan Kewarganegaraan tidak harus hanya satu jenis, apalagi hanya dari satu pengarang atau satu penerbit. Hendaknya menggunakan sebanyak mungkin buku teks agar diperoleh wawasan yang luas.

(a)      Laporan hasil penelitian.

       Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau para peneliti dapat dijadikan sumber bahan ajar yang aktual. Dan kita dapat memperoleh data/informasi yang akurat sesuai kebutuhan.

(b)      Jurnal (penerbitan hasil penelitian atau pemikiran ilmiah).

           Penerbitan berkala yang berisikan hasil penelitian atau hasil pemikiran sangat bermanfaat digunakan sebagai materi pembelajaran. Jurnal-jurnal tersebut berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli dibidangnya masing-masing yang telah dikaji kebenarannya.

(c)      Standar Isi.

       Standar ini penting untuk  digunakan sebagai sumber materi pembelajaran. Dengan merujuk pada standar isi, maka SKL, SK, dan KD dapat ditemukan.

(d)     Pakar bidang studi.

         Pakar atau ahli bidang studi penting digunakan sebagai sumber materi pembelajaran. Pakar selaku nara sumber merupakan konsultan yang dapat dimintai pertimbangan mengenai kebenaran materi pembelajaran, ruang lingkup, kedalaman dan urutan materi, dan sebagainya.

(e)      Profesional.

        Kalangan profesional adalah orang-orang yang bekerja pada bidang tertentu. Kalangan praktisi hukum misalnya tentu ahli dibidang hukum. Sehubungan dengan itu materi pembelajaran berkenaan dengan hukum dapat ditanyakan pada mereka.

(f)       Penerbitan berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan.

        Penerbitan berkala seperti koran/surat kabar, banyak berisikan informasi yang berkenaan dengan materi pembelajaran pada suatu mata pelajaran. Penyajian dalam surat kabar atau mingguan menggunakan bahasa populer yang mudah dipahami. Oleh karena itu baik sekali apabila penerbitan tersebut digunakan sebagai materi pembelajaran. Dalam era globalisasi penerbitan  berkala seperti surat kabar dapat dilakukan secara on line sehingga kita bisa mengunduhnya melalui internet.

(i) Lingkungan (alam, sosial, seni  budaya, teknik, industri, ekonomi).          Berbagai lingkungan, seperti lingkungan alam, sosial, seni budaya,  teknik, industri, dan lingkungan ekonomi dapat digunakan sebagai sumber materi pembelajaran. Untuk mempelajari aplikasi norma-norma, kebiasaan, adat-istiadat, dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat misalnya kita dapat menggunakan lingkungan sosial sebagai sumber bahan ajar (materi pembelajaran).

 

 

 

 

 

III.             KRITIK JURNAL

Jurnal ini adalah sebuah karya ilmiah yang ditulis oleh Ruti Diah Puspita Djelita dan ditebitkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai referensi bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk memilih materi ajar dan mengembangkannya sesuai dengan tuntutan profesionalisme.

Berdasarkan pemahaman penulis kritik, berikut adalah sejumlah kritik atas jurnal ini, yaitu :

 

3.1  Judul

Judul dari jurnal adalah “Pemilihan dan Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Tuntutan Profesionalisme”. Pengambilan judul saya kira sudah  cukup baik, mengingat permasalahan selama ini yakni banyak guru atau tenaga pendidik yang kesulitan dalam menentukan bahan ajar sehingga lebih cenderung menggunakan bahan ajar yang telah lama dan tidak relevan lagi dengan kebutuhan pendidikan.

Dilihat dari segi struktur kata, judul jurnal sudah memenuhi syarat judul yan baik. Barker dan Schutz ( 1972) menyarankan agar panjang judul maksimum 20 kata substantif, artinya judul harus dibuat singkat dan menghilangkan kata-kata yang tidak perlu. Judul penelitian digunakan sebagai pegangan peneliti untuk menetapkan variabel yang akan dieliti, teori  yang digunakan, instrumen penelitian yang  dikembangkan, teknik analisis data dan kesimpulan (Sugiyono,2009). Judul penelitian logis dan sesuai dengan isi. (http://jafarbaqdhar.blogspot.com/2012/11/ diakses tgl 17 Mei 2017)

 

3.2   Gaya Penulisan

Sistematika penulisan jurnal tersusun dengan cukup baik dan jelas. Jurnal didahuluai oleh pendahuluan, sebagai latar belakang dilakukannya penelitian.  dimulai dengan judul penelitian, nama penulis, abstrak, metode, pembahasan, kesimpulan. Jurnal ini menggunakan abstrak yang  penulisannya dalam teks bahasa Inggris. Pemilihan abstrak dalam tek bahasa asing saya kira kurang tepat, karena tidak semua orang dapat menggunakan bahasa asing. Penggunaan abstrak teks bahasa asing sedikit tidak sinkron, karena keseluruhan isi  jurnal menggunakan bahasa Indonesia. Ada baiknya jika jurnal menggunakan abstrak dalam bahasa Indonesia, atau mungkin juga keduanya. Jurnal ini sebenarnya memuat abstrak yang menggambarkan keseluruhan isi jurnal dan disertai dengan kata kunci.

 

3.3  Abstrak

Abstrak jurnal ini sudah baik, yakni menggambarkan isi jurnal secara keseluruhan. Menurut Ahira (2009) abstrak seperti sinopsis. Hanya dengan membaca abstrak, pembaca sudah bisa memahami apa yang ada dalam sebuah tulisan ilmiah. Oleh sebab itu, abstrak haus jelas, singat, padat dan mudah dipahami. Abstrak jurnal ini telah memenuhi syarat-syarat yakni lugas dan mudah dipahami karena struktur kata yang tergolong sederhana.

Abstrak sudah memenuhi syarat karena jumlah katanya yang kurang dari 200 kata (https://bitangsitepu.wordpress.com/2010/09/30/teknik-membuat-abstrak/) .  Abstrak ini bersifat deskriptif, karena hanya sebatas penjelasan dan tidak memuat kesimpulan. Jurnal hanya menggunakan satu bahasa  yakni bahasa Inggris pada penulisan abstrak dan kata kunci dalam dalam Bahasa Inggris. Penulisan abstrak sedikit membingungkan karena pembahasan jurnal adalah menggunakan bahasa Indonesia, lebih baik jika abstrak menggunakan bahasa Indonesia ataupun keduanya.

 

3.4  Tujuan

Tujuan penulisan jurnal sebenarnya tidak tampak pada junrla ini secara tersurat. Namun apabila kita baca lebih mendalam, maka kita akan menemui tujuan diadakannya penelitian. Sebenarnya dalam judul jurnal ini juga sudah dapat kita ketahui tujuan dari penelitian ini, yakni mengetahui cara penyusunan bahan ajar dan pemilihan bahan ajar. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk melihat bagaimana pemmilihan bahan ajar untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

 

3.5  Desain, metode dan pendekatan penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang mana penelitian deskriptif adalah penelitian yang analisis datanya hanya sampai pada deskripsi variabel satu demi satu. Deskripsi berarti pemberian  secara sistematik dan faktul tentang sifat-sifat tertentu populasi tertentu (Hadeli,2006 dalam Sugiyono,2009). Tidak ada teknik penelitian dipaparkan dalam jurnal ini.  Sebab data dalam penelitian ini  hanya berupa deskripsi yang kebanyakan sumber atau referensi penyusunan jurnal diambil dari artikel online.

 

3.6  Hasil Penelitian

Sebagaimana telah di jelaskan bahwa jurnal disusun berdasarkan penelitian  deskriptif kualitatif, sehingga hasil dari penelitian dalam bentuk jurnal hanya sebatas menjelaskan dan mendeskripsikan permasalahan terkait dengan upaya pemilihan bahan ajar mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa terdapat cara dan urutan serta langkah-langkah yang tepat untuk memilih ataupun untuk mengembangkan bahan ajar. Dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa terdapat berbagai sumber yang dapat dijadikan  bahan pengembangan materi ajar..

 

3.7  Tinjauan Pustaka

Jurnal  disusun dengan menggunakan referensi yang kebanyakan berasal dari artikel online. Hanya terdapat beberapa referensi yang berbentuk buku. sedikit disayangkan bahwa referensi  penyusunan terlalu sedikit, ada baiknya jika lebih banyak serta jenisnya bervariasi sehingga karya tulis semakin teruji keilmiahannya.

 

 

IV.             KELEBIHAN DAN KELEMAHAN JURNAL

 Kelebihan jurnal ini adalah meliputi :

-          hasil pembahasan dan isi jurnal sudah dipaparkan dengan baik

-          tata penulisan sudah baik

-          pengunaan bahasa yag baik

 

Adapun kelemahan jurnal ini meliputi :

-          penggunaan abstrak dalam satu bahasa saja

-          sumber referensi yang terlalu sedikit

-          sumber referensi kebanyakan dari artikel online

 

V.                KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pemahaman pembaca sekaligus kritikus jurnal ini dapat diketahui bahwa jurnal ini sudah cukup baik  walaupun masih ditemukan cukup banyak kekurangan.  Diantaranya penggunaan abstrak dengan satu bahasa asing sementara isi jurnal adalah bahasa indonesia serta penggunaan referensi yang minim.

   

Saran saya terhadap perbaikan jurnal adalah perbaikan terhadap beberapa bagian jurnal yang meliputi sinkronisasi isi dan abstrak dan penggunaan abstrak berbahasa Indonesia dan untuk peneliti selanjutnya agar menambahkan lebih banyak sumber referensi.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 


 

 

http://materi-paksyaf.blogspot.co.id/2014/12/judul-penelitian.html?m=1 (diakses tanggal 07 Mei 2017)

http://jafarbaqdhar.blogspot.com/2012/11/ (diakses tgl 17 Mei 2017)

 

http://edukasi.kompas.com/reas/2012/02/09/10353179/panduan.menulis.jurnal.ilmiah diakses pada 11 Mei 2017

Khotari.2006. Research Methodology: Method and Technique. Buku Online Google, (Khotari,2006) (diakses tanggal 3 April 2017)

Noorfuadi.2011.cara membuat judul dan latar belakang. Artikel online http://noorfuadi.blogspot.com/2011/12/cara-membut-judul-dan-latar-belakang.html (diakses tanggal 08 Mei 2017)

Sitepu,Bintang.2010.Teknik Membuat Abstrak .Artikel Online https://bitangsitepu.wordpress.com/2010/09/30/teknik-membuat-abstrak (diakses 16 Mei 2017)

Sugiyono.2011.Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D.Bandung:Alfabeta.

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar