Laporan Kritik Jurnal
KRITIK JURNAL
Efektivitas
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Guided
Note Taking dan Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Prestasi Belajar
Fisika Ditinjau Dari Gaya Belajar Pada
Siswa SMAN 6 Kota Madiun
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas
Metodologi Penelitian
JURUSAN
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas berkat dan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas kritik jurnal ilmiah mata kuliah Metodologi Penelitian yang
berjudul “ Kritik Jurnal Efektivitas
Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Guided
Note Taking dan Student Team Achievment Division (STAD) Terhadap Prestasi
Belajar Fisika Ditinjau dari Gaya
Belajar Pada Siswa SMAN 6 Kota Madiun.
Penulis berterima kasih kepada Ibu Dra. Effi Aswita
Lubis,M.Pd., M.Si. selaku dosen mata kuliah Metodologi Penelitian yang sudah
memberikan bimbingannya selama proses pengerjaan, juga kepada teman-teman yang mendukung dan
membantu penyelesaian tugas ini. Penulis mengharapkan
laporan ini dapat dipergunakan sebagai referensi pembaca untuk mengetahui kelebihan
maupun kelemahan jurnal secara mendalam.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari
kata sempurna untuk itu penulis menerima kritik maupun saran dari pembaca demi
kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga kritik
jurnal ini dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca serta
mempermudah pembaca dalam memahami isi jurnal yang dikritisi.
Medan, April 2017
Penulis
I.
IDENTITAS
JURNAL
Judul Jurnal : Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Guided Note
Taking
dan Student Team Achievment
Division (STAD) Terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau dari Gaya Belajar Pada Siswa SMAN 6
Kota Madiun.
Penulis : Rikha Puspita Rini; Farida Huriawati; Jeffry Handika.
Lembaga : Prodi Pendidikan Fisika, FMIPA,
IKIP PGRI MADIUN
Tahun : 2016
ISSN : 2527-6670
Lainnya : Hlm. 86 -92
II.
RINGKASAN JURNAL
Menurut Slavin (dalam
H. Isjoni, 2011: 15), “pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran
dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara
kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen”.
Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif, banyak sekali manfaat yang akan
didapatkan oleh guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan
metode pembelajaran kooperatif siswa tidak akan pasif mendengarkan penjelasan
guru yang bisa membuatnya bosan, karena siswa diajak untuk aktif dalam setiap
proses pembelajarannya. Bagaimana tidak, pada pembelajaran kooperatif siswa
diajarkan bersosialisasi dan berkelompok. Sehingga siswa dibentuk dalam
kelompok-kelompok kecil untuk belajar dan mengerjakan tugas dari guru. Kelompok
dibentuk secara heterogen sehingga akan memudahkan guru dalam mengajar. Siswa
yang pandai akan membantu siswa yang kurang pandai, dan siswa yang kurang
pandai tidak akan malu bertanya kepada antar teman sebaya.
Model pembelajaran
kooperatif yang akan dicoba untuk diterapkan adalah model pembelajaran
kooperatif Guide Note Takingdan Student
Team Achievement Division (STAD).Syaiful
Bahri Djamarah (2010: 400) berpendapat dalam strategi Guide Note Taking ini,
sebagai pengajar, pendidik menyiapkan suatu bagan atau skema atau yang lain
yang dapat membantu anak didik dalam membuat catatan-catatan ketika guru
menyampaikan materi pelajaran.
Dalam model
belajar ini terdapat tahap-tahap dalam penyelenggaraannya. Pembelajaran di
awali dengan memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari materi ajar yang disampaikan dengan metode
ceramah kepada siswa. Mengosongi sebagian poin-poin yang penting sehingga
terdapat bagian-bagian yang kosong dalam handout tersebut. Beberapa
cara yang dapat dilakukan adalah mengosongkan istilah atau definisi dan menghilangkan beberapa kata
kunci.
Menurut Miftahul Huda
(2011: 116) Student
Team Achievement Division (STAD) adalah
metode yang dikembangkan oleh Slavin ini melibatkan “kompetisi” antarkelompok.
Siswa dikelompokkan secara beragam berdasarkan kemampuan, gender, ras, dan
etnis. Slavin menyatakan bahwa metode STAD
ini dapat diterapkan untuk materi
pelajaran, termasuk sains, yang di dalamnya terdapat unit tugas yang hanya
memiliki satu jawaban yang benar.
Penelitian ini
bertujuan: 1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan metode pembelajaran Guide Note Taking dengan
metode pembelajaran Student
Team Achievement Division (STAD) terhadap
prestasi belajar fisika siswa. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan
antara gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik
terhadap prestasi belajar fisika. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi
antara metode pembelajaran Guide Note
Taking dan Student Team Achievement Division (STAD)terhadap prestasi belajar fisika siswa yang memiliki
gaya belajar visual, gaya belajar auditori maupun gaya belajar kinestetik.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan populasi
seluruh siswa kelas XI SMAN 6 Madiun, sejumlah 4 kelas. Teknik pengambilan
sampel adalah dengan cluster
random samplingyang terdiri
dari dua kelas yaitu kelas eksperimen I menggunakan metode pembelajaran Guide Note Taking dan
kelas eksperimen II menggunakan metode pembelajaran Student
Team Achievement Division (STAD).
Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan
dengan sel tak sama. Data gaya belajar diperoleh dari angket yang dibagikan
sebelum pembelajaran dilaksanakan yang sebelumnya telah dilakukan uji
validitas, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dari soal tes yang
sebelumnya telah dilakukan uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan
daya beda. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak
sama dengan taraf signifikansi 0,05. Dari hasil analisis data didapatkan: 1)
Tidak ada perbedaan pengaruh metode pembelajaran Guide
Note Taking dan metode
pembelajaran Student
Team Achievement Division (STAD) terhadap
prestasi belajar siswa dengan Fobs = 0,04, dengan DK = {F | Fa>
4,0012 }; 2) Ada perbedaan pengaruh gaya belajar visual, gaya belajar auditori,
dan gaya belajar kinestetik terhadap prestasi belajar siswa dengan Fobs
= 10,71, dengan DK = {F | Fb> 3,1504 }; 3) Tidak ada interaksi
antara metode pembelajaran Guide Note
Taking dan metode
pembelajaran Student
Team Achievement Division (STAD)dengan
gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan Fobs = 0,90,
dengan DK = {F | Fab> 3,1504 }. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
metode pembelajaran Guide Note
Takingdan metode pembelajaran
Student Team Achievement Division
(STAD)sama baiknya terhadap
prestasi belajar siswa, dan siswa dengan gaya belajar visual lebih baik
daripada siswa dengan gaya belajar auditori maupun kinestetik.
Hasil uji normalitas
diperoleh dari data nilai ulangan tengah semester untuk kelas eksperimen I Lhitung
= 0,096 dengan taraf signifikansi α = 0,05 dan n = 34 dan Ltabel =
0,152, dengan demikian Ltabel > Lhitung sehingga H0
diterima maka sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Sedangkan
kelas eksperimen II Lhitung = 0,118 dengan taraf signifikansi α =
0,05 dan n = 34 dan Ltabel = 0,152, dengan demikian Ltabel>
Lhitung sehingga H0 diterima dan sampel terdistribusi
normal.
Hasil uji homogenitas dari kelas eksperimen
I dan eksperimen II diperoleh hasil x2
hitung = -1,272728462 dan x2 tabel = 3,841, dengan demikian x2
tabel > x2 hitung sehingga H0 diterima maka sampel
berasal dari populasi yang homogen.
III.
KRITIK JURNAL
Jurnal
ini adalah sebuah kajian yang ditulis oleh Rikha Puspita Rini, Farida Huriawati
, Jeffry Handhika untuk
mengetahui kefektifan penggunaan variasi model pembelajaran dan kaitannya
dengan peningkatan hasil ataupun prestasi belajar siswa di SMAN 6 Madiun pada mata pelajaran Fisika.
Berdasarkan pemahaman penulis kritik, berikut adalah
sejumlah kritik atas jurnal ini, yaitu :
3.1
Judul
Judul dari jurnal
adalah “Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Guided Note Taking dan Student Team Achievment Division (STAD)
Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Ditinjau dari Gaya Belajar Pada Siswa SMAN 6 Kota Madiun”. Judul telah
menjelaskan isi dengan spesifik namun masih dirasa terlalu panjang. Barker dan Schutz ( 1972) menyarankan agar
panjang judul maksimum 20 kata substantif, artinya judul harus dibuat singkat
dan menghilangkan kata-kata yang tidak perlu. Judul juga tidak memuat tahun
pada saat penelitian dilaksanakan.
3.2
Gaya
Penulisan
Sistematika tersusun
dengan cukup baik dan jelas dimulai dengan judul penelitian, nama penulis, abstrak,
metode, pembahasan, kesimpulan. Jurnal ini juga memuat abstrak yang
menggambarkan keseluruhan isi jurnal dan disertai dengan kata kunci. Satu hal
yang tidak ada pada jurnal ini yaitu tidak adanya nama jurnal, nomor jurnal dan
volume jurnal serta tahun penulisan jurnal.
3.3
Abstrak
Abstrak jurnal ini
sudah baik, yakni menggambarkan isi jurnal secara keseluruhan. Hanya
menggunakan satu bahasa saja pada penulisan abstrak. Namun ada baiknya juga
jika diulis dengan menggunakan bahasa asing, dalam hal ini Bahasa Inggris. Ada
bagian yang tidak sinkron antara isi abstrak dan bagian pembahasan.
3.4
Tujuan
Tujuan dari penulisan
jurnal sudah jelas tergambar pada judul jurnal dan juga terlihat pada abstrak
jurnal.
3.5
Desain dan metode penelitian
Metode penelitian cukup
sesuai dengan tujuan penelitian, akan tetapi masih ada beberapa poin yang belum
dibahas pada metode penelitian, seperti tahap perancangan, desain dll. Untuk mendapatkan data penelitian jurnal
sudah baik dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data.
3.6
Hasil Penelitian
Terdapat sedikit
ketidakcocokan hasil penelitian yang ada batang tubuh jurnal dengan apa yang
tertulis dalam abstrak. Hal demikian akan menyebabkan kesulitan bagi pembaca
dalam menafsirkan hasil penelitian sesungguhnya.
Perbedaan terletak pada
kajian pembahasan, yang mana pada abstrak dipaparkan adalah terkait hasil
penelitian dilihat dari sudut pandang
gaya belajar, sementara pada batang tubuh menjelaskan hasil dari serangkaian
uji yang dilakukan baik terhadap data
sampel maupun populasi. Yang mana harusnya ada harmonisasi antara apa yang
tercantum dalam isi demikian juga adanya pada abstrak.
3.7
Tinjauan Pustaka
Pemakaian referensi
dalam penulisan jurnal sudah baik, terlihat dari beragamnya jenis referensi
yang digunakan, yakni melalui buku, jurnal dan juga artikel online.
IV.
KESIMPULAN DAN SARAN
Tidak ada perbedaan
signifikan antara penggunaan model pembelajaran STAD dan Guided Note Taking terhadap aktivitas dan prestasi belajar. Yang
membedakan adalah pada gaya belajar siswa.
Jurnal ditulis dengan
sistematis sesuai dengan sistematika penulisan penelitian. Sistematika yang
dimaksud meliputi abstrak, pendahuluan yang memuat latar belakang dan rumusan
masalah, metode penelitian, hasil dan pembahasan serta kritik dan saran.
Saran saya terhadap
perbaikan jurnal adalah perbaikan terhadap beberapa bagian jurnal yang meliputi
sinkronisasi isi dan abstrak serta memaparkan hasil penelitian dan
pembahasannya dengan lebih jelas sehingga memudahkan pembaca dalam
menginterpretasikan hasil penelitian pada jurnal.
DAFTAR PUSTAKA
|
|
Buku
Online Google, Research Methodology:
Method and Technique (Khotari,2006) diakses tanggal 3 April 2017
http://noorfuadi.blogspot.com/2011/12/cara-membut-judul-dan-latar-belakang.html
(diakses tanggal 02 April 2017)
http://materi-paksyaf.blogspot.co.id/2014/12/judul-penelitian.html?m=1
(diakses tanggal 03 April 2017)
Puspita
Rini ,Rikha dkk.2016.Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Guide
Note
Taking Dan Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap
Prestasi Belajar Fisika Ditinjau Dari Gaya Belajar Pada Siswa SMAN 6 Kota
Madiun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar