Jumat, 18 Mei 2018

MENGANALISIS BUKU - CIRI-CIRI PERTANIAN

Book Report
CIRI-CIRI PERTANIAN
Mata Kuliah Ekonomi Pertanian


A.     Identitas Buku
Judul Bab                    : Bab III Ciri-Ciri Pertanian
Judul Buku                  : Pengantar Ekonomi Pertanian
Penulis                         : Rita Hanafie
Penerbit                       : Andi
Tahun Terbit                : 2010
Tebal Halaman            : 307 hal

B.       Uraian Isi Bab
Pada bab ini diuraikan sedikit perbedaan antara pertanian yang ilmiah dengan pertanian yang masih primitif, yaitu terletak pada taraf sampai dimana penguasaan manusia atas pertumbuhan tanaman dan hewan. Pada pertanian primitif petani hanya sekedar menyingkirkan pesaing tanaman agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan pada pertanian moderen, manusia sudah menggunakan kecerdasan otaknya untuk meningkatkan penguasaannya terhadap semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan, sehingga hasilnya akan maksimal, guna memenuhi kebutuhan ekonominya.
Pada dasarnya ada 12 ciri pertanian, antara lain:
1.        Semua jenis pertanian tanaman memerlukan input fisik yang hampir serupa
Semua jenis tanaman memerlukan input fisik yang hampir sama, hanya kuantitas nya saja yang berbeda-beda. Dimana pun dan apapun jenis tanamannya pasti memerlukan input fisik seperti lahan yang relatif luas, air, dan unsur hara.
2.        Pertanian harus tetap terpencar
Tanaman dapat tumbuh dengan bantuan energi matahari, oleh karena itu pertanian harus berada di lahan yang luas serta terbuka. Pertanian tidak dapat dilakukan hanya di satu daerah, misalnya perkotaan, hanya agar mempermudah proses penjualan. Pertanian biasanya dilakukan di pedesaan, dengan masyarakat yang masih tradisional.


3.        Aspek sumber daya alam
Berbicara tentang pertanian tidak akan lepas dari aspek sumber daya alam. Dalam usaha bertani, pasti diperlukan sumber daya berupa tanah, air, matahari, dan lahan. Kondisi sumberdaya alam dimasing-masing daerah berbeda, hal inilah yang menyebabkan adanya spesifikasi menurut wilayah (specifik location). Akibatnya timbul tanaman yang berbeda-beda yang menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat. Tanaman yang tumbuh di suatu wilayah, belum tentu bisa tumbuh di wilayah lain. Meskipun sekarang dikenal adanya teknik rumah kaca untuk mengatasi hal tersebut, namun tetap saja kualitas yang dihasilkan belum maksimal.
4.        Waktu untuk melancarkan suatu operasi usaha tani harus diselaraskan dengan keadaan cuaca dan serangan hama penyakit
Produksi pertanian sangat tergantung pada cuaca dan faktor-faktor lainnya. Beberapa pekerjaan seperti membajak sawa hanya dapat dilakukan ketika keadaan cuaca dan tanah cocok. Pembasmian hama harus dilakukan segera setelah tanaman terancam kerusakan. Rencana kerja harus luwes, untuk memungkinkan petani mengambil keputusan berdasarkan keadaan keadaan saat itu.
5.        Faktor waktu pada pertumbuhan tanaman dan hewan mendorong adanya keanekaragaman dalam pertanian
proses biologis dasar dalam pertanian memiliki urutan waktu dan persyaratan waktu tersendiri. Contohnya tanaman jagung yang memerlukan waktu cukup lama sejak benih disebarkan sampai pemungutan hasil, ada rentan waktu yang cukup panjang bagi petani hanya menunggu tanpa harus mengeluarkan tenaga. Pada saat inilah petani melakukan kombinasi tanaman lain, agar tidak menganggur selama menunggu waktu panen. Keragaman ini memungkinkan dicapainya hasil total yang lebih besar dengan pemakaian tenaga yang lebih kontinu.
6.        Interaksi yang amat kuat antara berbagai faktor fisik dan nonfisik
Faktor fisik dalam pertanian adalah faktor produksi (input) berbentuk barang yang meliputi lahan, pupuk, benih, pengairan, dan lainnya. Faktor nonfisik adalah pengelolaan atau pengaturan pemakaian faktor-faktor fisik tersebut. Hubungan timbal baik antar keduanya sangat kuat, sehingga tidak dapat diterapkan sendiri-sendiri. Contohnya, penambahan pupuk tanpa pengaturan air dan varietas tanaman yang sesuai mungkin tidak akan memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi.

7.        Kebanyakan usahawan dan buruh tani harus memiliki keterampilan yang lebih luas daripada pekerja pabrik
Pada pabrik-pabrik industri, musim tidak memegang peranan apa pun dan tahap-tahap proses produksi yang berbeda dapat dilaksanakan masing-masing pada saaat bersamaan oleh kelompok pekerja yang berlainan. Untuk menangani pekerjaan yang berbeda, dibutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang berbeda pula. Dalam pertanian pada umumnya, spesialisasi kerja tidak dapat diterapkan sedemikian jauhnya. Usahawan tani dan buruh tani memerlukan keterampilan yang lebih lengkap daripada pekerja pabrik industri. Semua tahapan pekerjaan di bidang pertanian harus dikuasai oleh pekerja pertanian atau petani.
8.        Usaha tani dalam ukuran kecil yang lemah secara ekonomi dan pengusahaan secara tradisional
Semua usaha tani maju (modern dan ilmiah) memerlukan tingkat pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang lebih tinggi daripada yang diperlukan pertanian tradisional. Perilaku dari jumlah yang sangat besar dari kesatuan-kesatuan pembuat keputusan usaha tani harus diubah manakala sektor pertanian akan dimodernisasikan. Keadaan sosial-ekonomi petani-petani kecil yang ekonomi lemah itu memerlukan berbagai perangsang agar mereka bersedia dan mampu melaksanakan modernisasi dalam usaha meningkatkan produksinya. Sampai saat ini, pemerintah sudah banyak memberikan bantuan permodalan untuk petani dalam rangka modernisasi pertanian, baik untuk tanaman padi dan palawija, tanaman keras, maupun untuk kelapa sawit dan teh.
9.        Komunikasi dua arah yang efektif antara aspirasi petani dan informasi birokrasi
Aspirasi para petani dapat tersalurkan ke atas melalui hierarki birokrasi secara efisien. Sebaliknya, informasi dari dan untuk sesama petani, serta informasi dari lembaga-lembaga penelitian, pengaturan, dan penyuluhan dapat pula diterina secara efisien. Peran penyuluh yang dulu dapat menjembatani kedua belah pihak harus diformalkan kembali agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik karena tidak dapat dipungkiri bahwa peran lembaga penyuluhan sangat membantu mengintroduksikan teknologi-teknologi baru kepada para petani.
10.    Musim panen dan luar musim panen menyebabkan perlunya teknologi penyimpanan
Di waktu panen, produksi yang berlebih sering menyebabkan harga komoditas tersebut jatuh, sebaliknya di luar musim panen, produksi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga harga komoditas bersangkutan akan naik. Keadaan ini cukp menyulitkan bagi persediaan bahan baku bagi industri pengolahan yang memerlukan bahan baku yang relatif tetap setiap hari, minggu atau bulannya.
Keadaan yang demikian juga menyebabkan sangat diperlukannya teknologi penyimpanan agar hasil di waktu panen dapat disimpan untuk beberapa waktu sampai musim panen berikutnya.
11.    Unit produksi dan  unit konsumsi tidak dapat dipisahkan
Hal ini seringkali membawa kesulitan dalam analisa usaha tani. Pada kenyataannya, dalam usaha tani rakyat, banyak sistem bertani yang tujuan utamanya adlah untuk memenuhi keperluan hidup petani beserta keluarganya atau yang seringkali disebut “pertanian subsisten”. Petani substisten hanya akan menanami lahannya dengan tanaman yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan rumah tangganya.
12.    Pertanian yang progresif selalu berubah
Dengan mengganti pola pertanian primitif dengan yang lebih maju, tidak berarti bahwa masalah pertanian sudah teratasi, beres segala-galanya. Hal tersebut tidak benar karena selalu saja ada bagian yang menjadi usang sehingga setiap langkah maju selalu memungkinkan langkah maju yang lain.

C.       Penutup

Pada intinya pertanian selalu akan membutuhkan faktor-faktor fisik dan nonfisik. Keterampilan para petani menjadi faktor pendorong terwujudnya hasil yang maksimal. Sumberdaya yang dihasilkan oleh alam adalah faktor produksi yang terbaik untuk pertanian, meskipun dewasa ini muncul pertanian modern hasil pemikiran dari para ahli pertanian, yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia karena pertanian tradisional memerlukan jangka waktu yang panjang dalam prosesnya, namun tetap saja kualitas yang diperoleh belum bisa semaksimal pertanian tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar