Book Report
CIRI-CIRI PERTANIAN
Mata
Kuliah Ekonomi Pertanian
A.
Identitas Buku
Judul Bab : Bab III Ciri-Ciri Pertanian
Judul
Buku
: Pengantar Ekonomi Pertanian
Penulis
: Rita Hanafie
Penerbit
: Andi
Tahun Terbit
: 2010
Tebal
Halaman : 307
hal
B.
Uraian Isi Bab
Pada bab ini
diuraikan sedikit perbedaan antara pertanian yang ilmiah dengan pertanian yang
masih primitif, yaitu terletak pada taraf sampai dimana penguasaan manusia atas
pertumbuhan tanaman dan hewan. Pada pertanian primitif petani hanya sekedar
menyingkirkan pesaing tanaman agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan
pada pertanian moderen, manusia sudah menggunakan kecerdasan otaknya untuk
meningkatkan penguasaannya terhadap semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman dan hewan, sehingga hasilnya akan maksimal, guna memenuhi kebutuhan
ekonominya.
Pada dasarnya ada
12 ciri pertanian, antara lain:
1.
Semua
jenis pertanian tanaman memerlukan input fisik yang hampir serupa
Semua jenis tanaman memerlukan input fisik yang hampir
sama, hanya kuantitas nya saja yang berbeda-beda. Dimana pun dan apapun jenis
tanamannya pasti memerlukan input fisik seperti lahan yang relatif luas, air,
dan unsur hara.
2.
Pertanian
harus tetap terpencar
Tanaman dapat tumbuh dengan bantuan energi matahari,
oleh karena itu pertanian harus berada di lahan yang luas serta terbuka.
Pertanian tidak dapat dilakukan hanya di satu daerah, misalnya perkotaan, hanya
agar mempermudah proses penjualan. Pertanian biasanya dilakukan di pedesaan,
dengan masyarakat yang masih tradisional.
3.
Aspek
sumber daya alam
Berbicara tentang pertanian tidak akan lepas dari
aspek sumber daya alam. Dalam usaha bertani, pasti diperlukan sumber daya
berupa tanah, air, matahari, dan lahan. Kondisi sumberdaya alam dimasing-masing
daerah berbeda, hal inilah yang menyebabkan adanya spesifikasi menurut wilayah
(specifik location). Akibatnya timbul
tanaman yang berbeda-beda yang menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat.
Tanaman yang tumbuh di suatu wilayah, belum tentu bisa tumbuh di wilayah lain.
Meskipun sekarang dikenal adanya teknik rumah kaca untuk mengatasi hal
tersebut, namun tetap saja kualitas yang dihasilkan belum maksimal.
4.
Waktu
untuk melancarkan suatu operasi usaha tani harus diselaraskan dengan keadaan
cuaca dan serangan hama penyakit
Produksi pertanian sangat tergantung pada cuaca dan
faktor-faktor lainnya. Beberapa pekerjaan seperti membajak sawa hanya dapat
dilakukan ketika keadaan cuaca dan tanah cocok. Pembasmian hama harus dilakukan
segera setelah tanaman terancam kerusakan. Rencana kerja harus luwes, untuk
memungkinkan petani mengambil keputusan berdasarkan keadaan keadaan saat itu.
5.
Faktor
waktu pada pertumbuhan tanaman dan hewan mendorong adanya keanekaragaman dalam
pertanian
proses biologis dasar dalam pertanian memiliki urutan
waktu dan persyaratan waktu tersendiri. Contohnya tanaman jagung yang
memerlukan waktu cukup lama sejak benih disebarkan sampai pemungutan hasil, ada
rentan waktu yang cukup panjang bagi petani hanya menunggu tanpa harus
mengeluarkan tenaga. Pada saat inilah petani melakukan kombinasi tanaman lain,
agar tidak menganggur selama menunggu waktu panen. Keragaman ini memungkinkan
dicapainya hasil total yang lebih besar dengan pemakaian tenaga yang lebih
kontinu.
6.
Interaksi
yang amat kuat antara berbagai faktor fisik dan nonfisik
Faktor fisik dalam pertanian adalah faktor produksi
(input) berbentuk barang yang meliputi lahan, pupuk, benih, pengairan, dan
lainnya. Faktor nonfisik adalah pengelolaan atau pengaturan pemakaian
faktor-faktor fisik tersebut. Hubungan timbal baik antar keduanya sangat kuat,
sehingga tidak dapat diterapkan sendiri-sendiri. Contohnya, penambahan pupuk
tanpa pengaturan air dan varietas tanaman yang sesuai mungkin tidak akan
memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi.
7.
Kebanyakan
usahawan dan buruh tani harus memiliki keterampilan yang lebih luas daripada
pekerja pabrik
Pada pabrik-pabrik industri, musim tidak memegang
peranan apa pun dan tahap-tahap proses produksi yang berbeda dapat dilaksanakan
masing-masing pada saaat bersamaan oleh kelompok pekerja yang berlainan. Untuk
menangani pekerjaan yang berbeda, dibutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan
yang berbeda pula. Dalam pertanian pada umumnya, spesialisasi kerja tidak dapat
diterapkan sedemikian jauhnya. Usahawan tani dan buruh tani memerlukan
keterampilan yang lebih lengkap daripada pekerja pabrik industri. Semua tahapan
pekerjaan di bidang pertanian harus dikuasai oleh pekerja pertanian atau
petani.
8.
Usaha
tani dalam ukuran kecil yang lemah secara ekonomi dan pengusahaan secara
tradisional
Semua usaha tani maju (modern dan ilmiah) memerlukan
tingkat pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang lebih tinggi daripada
yang diperlukan pertanian tradisional. Perilaku dari jumlah yang sangat besar
dari kesatuan-kesatuan pembuat keputusan usaha tani harus diubah manakala
sektor pertanian akan dimodernisasikan. Keadaan sosial-ekonomi petani-petani
kecil yang ekonomi lemah itu memerlukan berbagai perangsang agar mereka
bersedia dan mampu melaksanakan modernisasi dalam usaha meningkatkan
produksinya. Sampai saat ini, pemerintah sudah banyak memberikan bantuan
permodalan untuk petani dalam rangka modernisasi pertanian, baik untuk tanaman
padi dan palawija, tanaman keras, maupun untuk kelapa sawit dan teh.
9.
Komunikasi
dua arah yang efektif antara aspirasi petani dan informasi birokrasi
Aspirasi para petani dapat tersalurkan ke atas melalui
hierarki birokrasi secara efisien. Sebaliknya, informasi dari dan untuk sesama
petani, serta informasi dari lembaga-lembaga penelitian, pengaturan, dan
penyuluhan dapat pula diterina secara efisien. Peran penyuluh yang dulu dapat
menjembatani kedua belah pihak harus diformalkan kembali agar dapat
melaksanakan fungsinya dengan baik karena tidak dapat dipungkiri bahwa peran
lembaga penyuluhan sangat membantu mengintroduksikan teknologi-teknologi baru
kepada para petani.
10. Musim panen dan luar musim panen
menyebabkan perlunya teknologi penyimpanan
Di waktu panen, produksi yang berlebih sering
menyebabkan harga komoditas tersebut jatuh, sebaliknya di luar musim panen,
produksi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga harga komoditas
bersangkutan akan naik. Keadaan ini cukp menyulitkan bagi persediaan bahan baku
bagi industri pengolahan yang memerlukan bahan baku yang relatif tetap setiap
hari, minggu atau bulannya.
Keadaan yang demikian juga menyebabkan sangat
diperlukannya teknologi penyimpanan agar hasil di waktu panen dapat disimpan
untuk beberapa waktu sampai musim panen berikutnya.
11. Unit produksi dan unit konsumsi tidak dapat dipisahkan
Hal ini seringkali membawa kesulitan dalam analisa
usaha tani. Pada kenyataannya, dalam usaha tani rakyat, banyak sistem bertani
yang tujuan utamanya adlah untuk memenuhi keperluan hidup petani beserta
keluarganya atau yang seringkali disebut “pertanian subsisten”. Petani
substisten hanya akan menanami lahannya dengan tanaman yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi pangan rumah tangganya.
12. Pertanian yang progresif selalu berubah
Dengan mengganti pola pertanian primitif dengan yang lebih
maju, tidak berarti bahwa masalah pertanian sudah teratasi, beres
segala-galanya. Hal tersebut tidak benar karena selalu saja ada bagian yang
menjadi usang sehingga setiap langkah maju selalu memungkinkan langkah maju
yang lain.
C.
Penutup
Pada intinya
pertanian selalu akan membutuhkan faktor-faktor fisik dan nonfisik.
Keterampilan para petani menjadi faktor pendorong terwujudnya hasil yang
maksimal. Sumberdaya yang dihasilkan oleh alam adalah faktor produksi yang
terbaik untuk pertanian, meskipun dewasa ini muncul pertanian modern hasil
pemikiran dari para ahli pertanian, yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan
manusia karena pertanian tradisional memerlukan jangka waktu yang panjang dalam
prosesnya, namun tetap saja kualitas yang diperoleh belum bisa semaksimal
pertanian tradisional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar