KATA-KATA YANG MEMBAHAGIAKAN
Pernah tidak kamu memikirkan kembali kalimat yang sudah kamu
ucapkan? Ada nggak rasa penyesalan ketika ternyata kalimatmu begitu menyakitkan
atau bahkan mematikan semangat pendengarmu.
Misalnya ni dalam sebuah kumpulan, ada teman yang baru
mendapatkan pekerjaan. Lalu tanggapanmu, “Ah,, paling juga setahun lagi resign”
atau “Emang ditawari gaji berapa?.
Tanpa memberi ucapan selamat sebagai bentuk apresiasi
kebahagiaan kita seringkali mendahulukan si negatif daripada hal positif. Bukan
tidak menyadari, namun merendahkan orang lain terdengar sangat menyenangkan.
Contoh lain ketika seorang teman memberitahumu soal gebetan
barunya, saya yakin kalimat utamamu adalah, “Oh yang mana orangnya? Tampan gak?
Kerja apa?” kita lupa sebelum masuk ke pertanyaan-pertanyaan itu, ucapan
selamat amatlah penting. Di samping kamu merasa bahagia, kamu juga membuat sang
teman merasa semakin berbahagia. Barulah kamu masuk pada pertanyaan-pertanyaan
menghujam itu. Setidaknya ada bumbu manis yang kamu sajikan di awal.
Sebagian besar kesalahan manusia bersumber dari mulut, bukan
tangan, karena mulut lebih cepat bertindak dibandingkan dengan tangan. Jadi sudahkah
kamu ucapkan kata-kata yang membahagiakan untuk orang lain yang mendengarmu? Jika
belum, mulailah dan berjanji untuk tidak punya keinginan melukai perasaan
pendengarmu. Ucapanmu akan menjadi cerminan dirimu seutuhnya. Orang akan buat
penilaian pada drimu keika kamu mulai berujar. Jadi ucapkanlah segala yang baik
karena itu akan menguntungkan dirimu dan membahagiakan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar