Sabtu, 26 Mei 2018

LENGKAP. KATA DAN KALIMAT BAHASA INDONESIA



TATA BAHASA BAHASA INDONESIA
A. MENGENAL HURUF DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
I.                           Huruf
1.   Pengertian huruf
a.    Huruf dan aksara yang dipergunakan untuk melambangkan 
     bunyi bahasa, baik vokal maupun konsonan
b.    Huruf vokal adalah huruf hidup yaitu a,e,i,o,u
c.  Huruf konsonan adalah huruf mati seperti b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,dan z

2.   Fonem
a.    Fonem adalah lambang bunyi ucapan terkecil sebagai bentuk kata.
b.   Fonem dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
- vokal
- konsonan
- diftong atau vokal rangkap misalnya ai,ou, oi
- konsonan rangkap misalnya: ng, ny, sy, kh

II. Suku kata
1.   Suku kata
a.    Suku kata adalah bagian-bagian pembentuk kata
b.   Setiap suku kata selalu ditandai oleh adanya vokal dan konsonan.
2.   Pemisahan suku kata
Pemisahan suku kata dengan struktur fonem seperti v,vk,kv,kvk,kkv,vkk,kkvk,kvkk,kkkv,kkvkk,kkkvk.

B. PENGERTIAN DAN JENIS KATA
 I. Kata dan jenis kata
1.Pengertian kata
Menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesadaran perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

2.   Jenis kata dalam Tata Bahasa Indonesia terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
a.    Kata benda
b.   Kata kerja
c.    Kata sifat
d.   Kata keterangan
e.    Kata ganti
f.     Kata bilangan
g.   Kata depan
h.   Kata sambung
i.     Kata sandang
j.     Kata seru

III. Pendalaman jenis kata
1.   Kata benda
Kata benda/nomina adalah kata yang memberikan nama benda atau menyatakan benda atau segala sesuatu yang dibendakan.
Contoh: Air adalah sumber kehidupan manusia.
2.   Kata kerja
Kata kerja/verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau pekerjaan.
Contoh: Adik tidak mau membaca buku.
3.   Kata sifat
Kata sifat/adjektiva adalah  kata yang menyatakan sifat khusus, watak, keadaan suatu benda.
Contoh: Saya menyukai rambut ikal anak itu
4.   Kata keterangan
Kata keterangan/adverbia adalah kata yang memberikan keterangan 
pada kata kerja, kata sifat dan kata bilangan.
Contoh: Rida menyimpan foto ibunya di lemari kaca.
5.   Kata Ganti
Kata Ganti/ pronomina adalah kata yang menggunakan benda atau sesuatu yang dibendakan. Kedudukannya dalam kalimat adalah sebagai subyek dan obyek
Contoh: Kami akan mengunjungi nenek.
6.   Kata bilangan
Kata bilangan/numeral adalah kata yang digunakan untuk menyatakan jumlah urutan atau himpunan
Contoh: Dio memperoleh juara kedua.
7.   Kata Depan
Kata Depan/preposisi adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan kata yang lain.
Contoh: Ayah berangkat dari bandara Binaka
8.   Kata sambung
Kata sambung/konjugsi adalah kata yang menghubungkan dua kalimat menjadi satu kalimat.
Contoh: Adit bermain game sedangkan Rian bermain kelereng.
9.   Kata sandang
Kata sandang adalah kata yang menentukan atau membatasi kata benda.
Contoh: Raja telah memanggil sang pangeran.
10.        Kata seru
Kata seru/interveksi adalah kata yang menyatakan perasaan seseorang.
Contoh: Wah, hebat juga ayahmu!

C. BENTUK KATA
I. Bentuk kata dan pengertian kata
     Bentuk kata terdiri dari:   
       Kata dasar      
    Kata jadian     
    Kata ulang
    Kata berklitika
    Kata majemuk
2. Pengertian kata
Kata adalah satuan bunyi yang dilambangkan dengan susunan huruf- huruf yang mengandung pengertian.
     
Kata-kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari:
·         Satu suku kata; cat, trik, bom
·         Dua suku kata; ju-al, li-hat, de-ras
·         Tiga suku kata; le-la-ki, te-ri-ma, se-le-sai
·         Empat suku kata; pe-nga-ca-ra, nu-san-ta-ra, me-ka-ni-ka
·         Lima suku kata; pa-ri-wi-sa-ta, par-ti-si-pa-si, pe-ra-ga-wa-ti

II. Pendalaman bentuk kata
1        Kata dasar
Kata dasar adalah kata asal/ asli yang belum mendapat imbuhan.
Contoh; jalan, jual, pergi, siram, buku
2        Kata jadian
a.    Kata jadian adalah bentuk kata tidak asli karena telah mendapat imbuhan atau telah mengalami perubahan.
b.   Kata jadian yang mendapat imbuhan disebut kata berimbuhan
c.    Imbuhan (afiks) terdiri dari:
v  AWALAN/PREFIKS adalah imbuhan yang terletak di awal suku kata seperti: ber-,se-,me-,di-, ke-,ter-,pe-, se-
Contoh kata dasar yang mendapat awalan:
Ber + canda = bercanda
Se + sama = sesama
Me + nikah = menikah
Di + suruh = disuruh
Ke + hendak = kehendak
Ter + sesat = tersesat
Pe + minum = peminum

Perhatikan fungsi awalan di bawah ini!
  •        Awalan me- membentuk kata kerja aktif intransitif
Makna:
1.   Menyatakan menyerupai; membisu, menggunung
2.   Menyatakan menjadi: membatu, meluas
3.   Menyatakan membuat: menyambal, menggoreng
4.   Menyatakan melakukan kegiatan: menari, menyapu
5.   Menyatakan bekerja dengan alat: mencangkul, menggergaji
6.   Menyatakan mengumpulkan: merotan, mendamar
7.   Menyatakan mengeluarkan: mendengkur, menggumam
8.   Menyatakan menuju ke: menepi, melaut

  •       Awalan ber- membentuk kata kerja aktif intransitif
1.   Menyatakan mempunyai: berambut, bertaring
2.   Menyatakan memakai: bertopi, bersarung
3.   Menyatakan menjadi: bersatu, berkumpul
4.   Menyatakan kumpulan: berkelompok, berderet
5.   Menyatakan saling: bercerita, bercengkrama
6.   Menyatakan mengendarai: bersepeda, berkuda
7.   Menyatakan mengerjakan: berladang, berkebun
8.   Menyatakan menganggap: bersahabat, berteman

  •        Awalan di- membentuk kata kerja pasif
Contoh: dilihat, ditonton, dikunyah

  •        Awalan ter- membentuk kata kerja pasif
1.   Menyatakan sudah di: tertulis, terpajang
2.   Menyatakan tiba-tiba: terbangun, terdiam
3.   Menyatakan paling: tercantik, terpandai
4.   Menyatakan dapat di: tercapai, terbaca
5.   Menyatakan tidak sengaja: terinjak, tergilas

  •        Awalan pe- membentuk kata benda
1.   Menyatakan pelaku: penulis, pencuri
2.   Menyatakan yang ditugaskan: pesuruh, petugas
3.   Menyatakan profesi: pelukis, petani
4.   Menyatakan sifat: penyabar, penyayang
5.   Menyatakan penyebab: pewarna, pewangi
6.   Menyatakan alat: pengukur, penghapus

  •        Awalan ke- membentuk kata benda abstrak dan bilangan
1.   Menyatakan tingkat atau kumpulan: kelima, ketujuh
2.   Menyatakan yang di: kekasih, kehendak

  •       Awalan se-
1.   Menyatakan satu: sebuah, sekuntum
2.   Menyatakan seluruh isi: sekampung, sekabupaten
3.   Menyatakan segera sesudah: setiba, sesampai


v  SISIPAN/INFIKS adalah imbuhan yang terletak di tengah suku kata.
Seperti : el, em, er
Contoh kata dasar yang mendapat sisipan:
el                tapak           telapak
                   tunjuk         telunjuk
em              guruh                   gemuruh
                   kilau            kemilau
er                gigi             gerigi
                   suling                   seruling

v  AKHIRAN/SUFIKS adalah imbuhan yang terletak di akhir suku kata.
seperti : i, kan, an, nya
Contoh kata dasar yang mendapat akhiran:
-i       bumbu + i           = bumbui
-an    hukum +an          = hukuman
-kan  dapat + kan         = dapatkan
-nya  baik + nya            = baiknya

Makna akhiran dalam kalimat
v  Akhiran i membentuk kata kerja: duduki, bumbui
v  Akhiran -an membentuk kata benda
§  Menyatakan himpunan: lautan, daratan
§  Menyatakan tiap-tiap: harian, bulanan
§  Menyatakan menyerupai: mobil-mobilan
§  Menyatakan sifat: kampungan, murahan
§  Menyatakan tempat: kuburan
§  Menyatakan benda: minuman, makanan
§  Menyatakan hasil: tuaian, ketikan
§  Menyatakan melakukan: latihan, ujian

v  Akhiran -kan membentuk kata kerja
§   Menyatakan perintah: sapukan, lakukan
v  Akhiran -nya sebagai kata ganti
§  Menyatakan milik: bukunya, bajunya
§  Menyatakan membentuk kata benda: baiknya, buruknya


SUFIKS SERAPAN
a.    Sufiks –i
Fungsi akhiran -i membentuk kata sifat yang disebut kata dasar.
Contoh:  insan + i   = insani
             badan + i = badani
b.   Sufiks –wi
Contoh: manusia + wi = manusiawi
             dunia + wi = duniawi
c.    Sufiks –ah
Contoh: jasmani + ah = jasmaniah
             rohani + ah = rohaniah
d.   Sufiks -man
Fungsi akhiran -man membentuk kata benda
Contoh: seni + man = seniman
               budi + man = budiman
e.    Sufiks –wan
Fungsi akhiran -wan membentuk kata benda
Contoh: harta + wan = hartawan
            negara + wan = negarawan
f.     Sufiks –wati
Fungsi akhiran -wan membentuk kata benda
Contoh: karya + wati = karyawati
            sastra + wati = sastrawati
g.   Sufiks –isme
Fungsi akhiran - isme membentuk kata benda
Contoh: kapital + isme = kapitalisme
            Feodal + isme = feodalisme
h.   Sufiks –isasi
Fungsi akhiran - isasi membentuk kata benda
Contoh: modern + isasi = modernisasi
            sosial + isasi = sosialisasi
      
v  IMBUHAN GABUNG/ KONFIKS
Merupakan imbuhan (awalan dan akhiran yang melekat sekaligus pada kata dasar).
Contoh: kekayaan , kepulauan  (imbuhannya tidak boleh dipisahkan, awalan dan akhiran harus melekat sekaligus)

v  IMBUHAN GABUNG/ SIMULFIKS
Merupakan imbuhan (awalan dan akhiran yang melekat secara bertahap/boleh diuraikan.
Contoh:
-          berpakaian   ==  pakaian  jika awalannya (ber-) dipisahkan, kata itu tetap memiliki arti.
-          Kesatuan      ==  kesatu          kedua kata ini adalah
                                 satuan          bentuk simulfiks dari kata kesatuan 
masing-masing kata memiliki arti meski telah mendapat pemisahan.
3. KATA ULANG
Kata ulang/reduplikasi adalah kata dasar  yang memiliki arti dan mengalami pengulangan.  Bentuk kata ulang ditandai dengan tanda hubung.
Contoh: buku-buku
          berlari-lari
          lauk-pauk
Kata ulang dapat dibagi dalam beberapa bentuk
a.    Kata ulang utuh/dwilingga; merupakan kata ulang yang seluruh kata    dasarnya diulang seluruhnya.
Contoh:  rumah-rumah
              bukit-bukit
              naik-naik
b.    Kata ulang sebagian/dwipura; merupakan kata ulang yang mengulang    sebagian dari kata dasar
Contoh: menari-nari
             terbata-bata
             bersama-sama
c.    Kata ulang berubah bunyi/dwilingga salin suara: merupakan kata ulang yang hanya mengalami perubahan pada beberapa konsonan.
Contoh: lauk-pauk
             sayur-mayur
             pontang-panting
d.   Kata ulang berimbuhan :merupakan kata ulang yang mendapat imbuhan baik awalan, akhiran maupun imbuhan gabung.
Contoh: mobil-mobilan
        pukul-pukulan
             kemerah-merahan
e.    Kata ulang suku awal
Contoh: tamu  == tetamu
              laki   == lelaki
              pohon== pepohonan

MAKNA KATA ULANG
1.   Menyatakan saling
Contoh: pukul-memukul
             kejar-mengejar
2.   Menyatakan jumlah/kuantitas
Contoh: dua-dua
             lima-lima
3.   Menyatakan sering/ intensitas
Contoh: menetes-netes
             berteriak-teriak
4.   Menyatakan paling
Contoh: sedalam-dalamnya
              selebar-lebarnya
5.   Menyatakan sangat
Contoh: cantik-cantik
             cepat-cepat
6.   Menyatakan hal
Contoh: jahit-menjahit
             tulis-menulis
7.   Menyatakan menyerupai
Contoh: mobil-mobilan
             kuda-kudaan
8.   Menyatakan meskipun
Contoh: mahal-mahal
             kecil-kecil
9.   Menyatakan bermacam-macam
Contoh: sayur-sayuran
             buah-buahan
10.   Menyatakakan agak
Contoh: kekuning-kuningan
              kebarat-baratan

KLITIKA
Klitika berada pada awal atau akhir sebuah kata
1.   Klitika awalan seperti; ku, kau
Conth : Kuselesaikan tugas itu dalam waktu 1 jam.
2.   Klitika akhiran seperti; mu, nya, kah, lah
Contoh: Dia sengaja merobek bukuku

FUNGSI KLITIKA ku-
1.   Menyatakan objek pertama
Contoh: Bajuku sudah robek.
              Maksudku itu hanya untuk acara besok.
2.   Menyatakan untuk
Contoh:Minumanku sudah dihabiskan adik.
             Makananku belum juga dihidangkan.
3.   Sebagai kata ganti milik orang pertama bila dilekatkan pada kata benda
Contoh: Rumahku yang berwarna merah.
             Bajuku belum dicuci
4.   Menyatakan asal sesuatu
Contoh: Pendapatku tolong dipertimbangkan
             Jawabanku tidaklah penting bagi mereka.

FUNGSI KLITIKA mu:
1.   Sebagai kata ganti milik orang kedua bila diletakkan pada benda
Contoh:Rumahmu sangat jauh
            Sepatumu susah kekecilan
2.   Menyatakan  objek penderita
Contoh:  Dia tidak bermaksud memukulmu
               Maksudmu memang sangat baik.
3.   Menyatakan  untuk
Contoh:Aku belum membuatkan minumanmu
            Makananmu sudah terhidang di meja makan
4.   Menyatakan  asal sesuatu
Contoh:Ceritamu sangat menarik
             Idemu sangat membingungkan.

FUNGSI KLITIKA nya:
     1.   Sebagai kata ganti milik orang ketiga bila dilekatkan pada kata benda
     Contoh: Bukunya sudah usang
                  Rambutnya terlalu pendek
      2.   Menyatakan objek penderita
     Contoh: Saya tidak berniat memukulnya.
                  Maksudnya memang sangat baik
       3.   Menyatakan untuk
      Contoh: Minumannya tidak menarik
                   Mainannya sudah dibelikan.
4.   Menyatakan asal sesuatu
Contho: Karangannya sangat menginspirasi
             Ceritanya sudah diulang-ulang
5.   Menyatakan penegasan
Contoh:  Indahnya pemandangan pantai ini membuat hati tenang.
              Pergi secepatnya dari ruangan ini!
6.   Membentuk kata benda
Contoh:  Beratnya kurang dari satu ton.
             Tingginya sudah sama dengan ayah.

FUNGSI KLITIKA kah:
1.   Untuk membentuk kalimat tanya
Contoh: Apakah dia ayahmu?
             Luluskah kakakmu?
2.   Untuk menegaskan
Contoh: Haruskah aku percaya padamu?
             Ingatkah ayah dan ibu pada ulang tahunku?

FUNGSI KLITIKA lah:
1.   Menegaskan subek dalam kalimat
Contoh: Akulah yang bersalah atas kejadian itu.
             Dialah yang selalu mengingatkanku.
2.   Menegaskan predikat dalam kalimat
Contoh: Sejak itu pergilah ia ke kota.
             Pada akhirnya, menjabatlah ia.

5.  KATA MAJEMUK
Kata majemuk adalah gabungan dua buah kata yang membentuk makna khusus atau mempunyai arti baru. Kata majemuk disebut juga kompositum.
Contoh:
·         rumah sakit
·         tenis meja
·         bola basket
Contoh dalam kalimat:
1.   Neneknya dirawat di rumah sakit.
2.   Ayah sangat suka bermain tenis meja.
3.   Dion ingin bermain bola basket.


   D .  KALIMAT
1.  Pengertian
Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang mengandung satu pengertian dan mempunyai pola intonasi akhir.
Makna kalimat dipengaruhi beberapa faktor yaitu:
a.    Bentuk kata, yaitu wujud kata dalam kalimat
b.   Susunan kata, yaitu susunan kata dalam kalimat.
c.    Intonasi yaitu lagu kalimat.
d.   Situasi yaitu; keadaan kalimat tersebut pada waktu diucapkan.

2.  Unsur-unsur kalimat
1.  Untuk menyusun suatu kalimat sedikitnya harus mengandung dua unsur inti pembentuk kalimat.
2.   Unsur-unsur inti pembentuk kalimat meliputi pola:
·         Subyek atau pokok kalimat (S)
·         Predikat (P)
·         Obyek (O)
·         Keterangan (K)
3.   Suatu kalimat dapat dibentuk dari pola S, P. Jadi subyek dan predikat dapat membentuk sebuah kalimat apabila susunan kalimatnya benar meskipun tidak ada obyek ataupun keterangannya.
Contoh:  Prita  menari
                S           P
4.   Suatu kalimat dapat dibentuk dari pola S P O
Contoh: Dany mengarang cerita
                S          P            O
5.   Kalimat berpola SPOK
Contoh:Carisa menyimpan surat di lemari kamarnya.
               S           P               O          K

3.  JENIS KALIMAT
a.    Kalimat sempurna; terdiri dari pola kalimat yang lengkap
Contoh:       Dita membeli baju renang.
                     S         P          O

          Adik mau meminjam majalah.
         S              P               O               

b.   Kalimat tak sempurna, kalimat yang tidak memiliki pola kalimat lengkap
Contoh:  Berangkat.
  P
                             Pergi!
                          P
    a.  KALIMAT BERDASARKAN SUBYEK DAN PREDIKAT
1.   Kalimat aktif; merupakan kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan/perbuatan dalam kalimat. Predikatnya biasanya berawalan me- dan ber-
Contoh:
Adik memakai sepatu baru.
Dion bermain biola.
2.   Kalimat pasif; merupakan kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan dalam kalimat. Predikatnya biasanya berawalan di- dan ter-
Contoh:
Baju batik merah dipakai oleh Rino.
Bola itu tersepak oleh Yogi.

Kalimat aktif berubah menjadi kalimat pasif
·         Predikat yang berawalan me- diubah menjadi awalan di-
·         Subyek dan obyeknya saling bertukar
Contoh:
-      Ibu memasak martabak (aktif)
-      Martabak dimasak oleh ibu (pasif)

Kalimat pasif berubah menjadi kalimat aktif
·         Predikat yang berawalan di- diubah menjai awalan me-
·         Subyek dan obyeknya saling bertukar
Contoh:
-          Baju baru dijahit  ibu
-          Ibu menjahit baju

b.  JENIS KALIMAT BERDASARKAN ISI ATAU MAKSUDNYA
1.   Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitakan suatu kejadian atau sesuatu hal
Kalimat berita dibedakan menjadi dua:
Kalimat berita positif yaitu kalimat berita yang membenarkan tentang sesuatu.
Contoh:
-          Pemain sepakbola berjumlah sebelas orang.
-          Pengarang bukunya sangat cerdas.
a.   Kalimat berita positif adalah kalimat yang membenarkan tentang sesuatu.
Contoh: Saya mau berbelanja ke pasar
              Ayahnya seorang penulis
b.   Kalimat berita negatif
         Contoh: Saya tidak akan hadir pada rapat nanti.
                      Dia bukan saudara saya.

2.   Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan seseorang kepada orang lain.
Untuk membentuk kalimat tanya dipergunakan kata tanya. Jenis kata tanya; apa, siapa, berapa, mengapa, dimana,  dan bagaimana.
Contoh:       Apa yang sedang kamu lakukan?
                    Bagaimana perasaanmu setelah menang?
3.   Kalimat perintah adalah kalimat yang berisikan perintah atau suruhan seseorang kepada orang lain.
Contoh:      Tolong jangan buat keributan!
                   Bersihkan tempat tidurmu!
Kalimat perintah dibagi menjadi beberapa jenis:
1.   Kalimat suruhan
Contoh: Baca buku itu dengan baik!      
              Kerjakan tugas-tugasmu!
2.   Kalimat ajakan
Contoh: Ayo, ikut denganku!
              Mari duduk di sini!
3.   Kalimat larangan
Contoh: Jangan menginjak taman ini!
             Dilarang buang sampah sembarangan!
4.   Kalimat harapan
Contoh: Semoga ayahmu lekas sembuh!
             Mudah-mudahan usulku diterima!
5.   Kalimat permohonan
Contoh: Sudilah kiranya menghadiri rapat di balai desa.
             Perkenankanlah saya bertemu dengan direktur.

c.   JENIS KALIMAT BERDASARKAN SUSUSAN
1.   Kalimat tunggal
Kalimat yang mempunyai satu subyek dan satu predikat serta mempunyai satu pengertian atau satu peristiwa.
Contoh: Andi membeli buku
             Indah makan martabak
2.   Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang dijadikan satu kalimat
Kalimat majemuk tediri dari 2 yaitu;
a.    Kalimat majemuk setara.
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya setara atau sederajat yang masing-masing dapat berdiri sendiri.
Kalimat majemuk setara dibagi menjadi 3 yaitu;
1.   Kalimat majemuk setara sejalan
Menggunakan kata penghubung dan, lalu, kemudian, lagipula, serta.
2.   Kalimat majemuk setara berlawanan
Menggunakan kata penghubung tetapi, sedangkan, melainkan, padahal, namun, biarpun, meskipun.
3.   Kalimat majemuk setara sebab akibat
Menggunakan kata penghubung sebab, oleh sebab itu, karena, oleh karena itu, maka

b.   Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu kalimat tunggal yang diperluas. Bagian kalimat yang diperluas adalah subyek, predikat, objek atau keterangan. Memiliki kata penghubung untuk memperluas kalimat tunggal.
Terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Bagian kalimat yang diperluas itu dinamakan anak kalimat.
Contoh: Saya belum mengetahui kalau dia sedang dirawat di rumah sakit.
Kalimat saya belum mengetahui merupakan induk kalimat
Dia sedang dirawat di rumah sakit merupakan anak kaimat
          Kalau adalah kata penghubung

Perhatikan contoh perluasan berikut ini!
1.   Perluasan untuk subjek;
Anak itu sangat menggemaskan
S                  P 
Anak yang berambut ikal itu sangat menggemaskan
                S                                     P
Kucing itu milik Pak Hadi.
          S               P
   Kucing yang berbulu panjang dan tebal itu milik Pak Hadi.
       S                                                   P

2.   Perluasan untuk predikat;
Dia belajar.
 S       P
Dia sedang asyik belajar.
 S             P
Penjahatnya tinggi.
        S           P
Penjahatnya orang yang berbadan tinggi.
      S                     P
3.   Perluasan pada Obyek
Erna menanam bunga
   S         P             O
Erna menanam bunga mawar berwarna merah dan biru.
    S           P                                 O  
Bunga mawar berwarna merah dan biru adalah perluasan dari obyek bunga.
4.   Perluasan pada keterangan
Ibu menyimpan benang di kotak.
 S         P              O                K
Ibu menyimpan benang di kotak berwarna biru laut.
 S         P                O                         K
Karina memasak mi instan di dapur
    S          P                 O          K
Karina memasak mi instan di dapur yang sangat luas dan bersih
     S                             O                         K


d.  KALIMAT BERDASARKAN PENGUCAPANNYA
1.   Kalimat langsung; kalimat yang secara langsung disampaikan oleh sumbernya.
Contoh:
Ibunya berkata, “Kakek akan tiba nanti sore.”
Karin bertanya, “Mengapa kamu menangis?”
2.   Kalimat tak langsung; kalimat yang isinya memberitahukan ucapan seseorang
Ibunya mengatakan bahwa kakek akan tiba nanti sore.
Karin menanyakan mengapa dia menangis.
Kedua jenis kalimat itu dibedakan dari cara penyampaiannya dan pemakaian tanda bacanya.
e.  KALIMAT BERDASARKAN OBYEKNYA
1.  Kalimat transitif; kalimat yang mempunyai obyek
Contoh;
Adik menutup pintu
Kami memetik bunga
Rita menulis cerita
2.  Kalimat intransitif; kalimat yang tidak mempunyai obyek
Kakak makan
Adik berenang
Ayah Nisa marah










Tidak ada komentar:

Posting Komentar