TATA
BAHASA BAHASA INDONESIA
A.
MENGENAL HURUF DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
I.
Huruf
1. Pengertian
huruf
a. Huruf
dan aksara yang dipergunakan untuk melambangkan
bunyi bahasa, baik vokal maupun konsonan
bunyi bahasa, baik vokal maupun konsonan
b. Huruf
vokal adalah huruf hidup yaitu a,e,i,o,u
c. Huruf konsonan adalah huruf mati seperti b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,dan z
c. Huruf konsonan adalah huruf mati seperti b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,dan z
2. Fonem
a. Fonem
adalah lambang bunyi ucapan terkecil sebagai bentuk kata.
b. Fonem
dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
-
vokal
-
konsonan
-
diftong atau vokal rangkap misalnya ai,ou, oi
-
konsonan rangkap misalnya: ng, ny, sy, kh
II.
Suku
kata
1. Suku
kata
a. Suku
kata adalah bagian-bagian pembentuk kata
b. Setiap
suku kata selalu ditandai oleh adanya vokal dan konsonan.
2. Pemisahan
suku kata
Pemisahan
suku kata dengan struktur fonem seperti v,vk,kv,kvk,kkv,vkk,kkvk,kvkk,kkkv,kkvkk,kkkvk.
B. PENGERTIAN DAN JENIS KATA
I. Kata dan jenis kata
1.Pengertian
kata
Menurut KBBI kata adalah unsur
bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesadaran
perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
2. Jenis
kata dalam Tata Bahasa Indonesia terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
a. Kata
benda
b. Kata
kerja
c. Kata
sifat
d. Kata
keterangan
e. Kata
ganti
f. Kata
bilangan
g. Kata
depan
h. Kata
sambung
i. Kata
sandang
j. Kata
seru
III. Pendalaman jenis kata
1. Kata
benda
Kata benda/nomina adalah kata
yang memberikan nama benda atau menyatakan benda atau segala sesuatu yang
dibendakan.
Contoh:
Air adalah sumber kehidupan manusia.
2. Kata
kerja
Kata kerja/verba adalah kata
yang menyatakan perbuatan atau pekerjaan.
Contoh:
Adik tidak mau membaca buku.
3. Kata
sifat
Kata sifat/adjektiva
adalah kata yang menyatakan sifat
khusus, watak, keadaan suatu benda.
Contoh:
Saya menyukai rambut ikal anak itu
4. Kata
keterangan
Kata
keterangan/adverbia adalah kata yang memberikan keterangan
pada kata kerja, kata sifat dan
kata bilangan.
Contoh: Rida menyimpan foto
ibunya di lemari kaca.
5. Kata
Ganti
Kata Ganti/ pronomina adalah
kata yang menggunakan benda atau sesuatu yang dibendakan. Kedudukannya dalam
kalimat adalah sebagai subyek dan obyek
Contoh:
Kami akan mengunjungi nenek.
6. Kata
bilangan
Kata bilangan/numeral adalah
kata yang digunakan untuk menyatakan jumlah urutan atau himpunan
Contoh:
Dio memperoleh juara kedua.
7. Kata
Depan
Kata Depan/preposisi adalah
kata yang menghubungkan kata benda dengan kata yang lain.
Contoh:
Ayah berangkat dari bandara Binaka
8. Kata
sambung
Kata sambung/konjugsi adalah
kata yang menghubungkan dua kalimat menjadi satu kalimat.
Contoh: Adit bermain game sedangkan Rian bermain kelereng.
9. Kata
sandang
Kata sandang adalah kata yang
menentukan atau membatasi kata benda.
Contoh:
Raja telah memanggil sang pangeran.
10. Kata seru
Kata seru/interveksi adalah
kata yang menyatakan perasaan seseorang.
Contoh: Wah, hebat juga ayahmu!
C.
BENTUK KATA
I.
Bentuk kata dan pengertian kata
Bentuk kata terdiri dari:
Bentuk kata terdiri dari:
Kata
dasar
Kata jadian
Kata ulang
Kata berklitika
Kata majemuk
Kata jadian
Kata ulang
Kata berklitika
Kata majemuk
2. Pengertian kata
Kata adalah
satuan bunyi yang dilambangkan dengan susunan huruf- huruf yang mengandung
pengertian.
Kata-kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari:
·
Satu suku kata; cat, trik, bom
·
Dua suku kata; ju-al, li-hat,
de-ras
·
Tiga suku kata; le-la-ki,
te-ri-ma, se-le-sai
·
Empat suku kata; pe-nga-ca-ra,
nu-san-ta-ra, me-ka-ni-ka
·
Lima suku kata; pa-ri-wi-sa-ta,
par-ti-si-pa-si, pe-ra-ga-wa-ti
II. Pendalaman bentuk kata
1 Kata
dasar
Kata
dasar adalah kata asal/ asli yang belum mendapat imbuhan.
Contoh;
jalan, jual, pergi, siram, buku
2 Kata
jadian
a. Kata
jadian adalah bentuk kata tidak asli karena telah mendapat imbuhan atau telah
mengalami perubahan.
b. Kata
jadian yang mendapat imbuhan disebut kata berimbuhan
c. Imbuhan
(afiks) terdiri dari:
v AWALAN/PREFIKS
adalah imbuhan yang terletak di awal suku kata seperti: ber-,se-,me-,di-, ke-,ter-,pe-,
se-
Contoh
kata dasar yang mendapat awalan:
Ber
+ canda = bercanda
Se
+ sama = sesama
Me
+ nikah = menikah
Di
+ suruh = disuruh
Ke
+ hendak = kehendak
Ter
+ sesat = tersesat
Pe
+ minum = peminum
Perhatikan fungsi awalan di
bawah ini!
- Awalan me- membentuk kata kerja aktif intransitif
Makna:
1. Menyatakan
menyerupai; membisu, menggunung
2. Menyatakan
menjadi: membatu, meluas
3. Menyatakan
membuat: menyambal, menggoreng
4. Menyatakan
melakukan kegiatan: menari, menyapu
5. Menyatakan
bekerja dengan alat: mencangkul, menggergaji
6. Menyatakan
mengumpulkan: merotan, mendamar
7. Menyatakan
mengeluarkan: mendengkur, menggumam
8. Menyatakan
menuju ke: menepi, melaut
- Awalan ber- membentuk kata kerja aktif intransitif
1. Menyatakan
mempunyai: berambut, bertaring
2. Menyatakan
memakai: bertopi, bersarung
3. Menyatakan
menjadi: bersatu, berkumpul
4. Menyatakan
kumpulan: berkelompok, berderet
5. Menyatakan
saling: bercerita, bercengkrama
6. Menyatakan
mengendarai: bersepeda, berkuda
7. Menyatakan
mengerjakan: berladang, berkebun
8. Menyatakan
menganggap: bersahabat, berteman
- Awalan di- membentuk kata kerja pasif
Contoh:
dilihat, ditonton, dikunyah
- Awalan ter- membentuk kata kerja pasif
1. Menyatakan
sudah di: tertulis, terpajang
2. Menyatakan
tiba-tiba: terbangun, terdiam
3. Menyatakan
paling: tercantik, terpandai
4. Menyatakan
dapat di: tercapai, terbaca
5. Menyatakan
tidak sengaja: terinjak, tergilas
- Awalan pe- membentuk kata benda
1. Menyatakan
pelaku: penulis, pencuri
2. Menyatakan
yang ditugaskan: pesuruh, petugas
3. Menyatakan
profesi: pelukis, petani
4. Menyatakan
sifat: penyabar, penyayang
5. Menyatakan
penyebab: pewarna, pewangi
6. Menyatakan
alat: pengukur, penghapus
- Awalan ke- membentuk kata benda abstrak dan bilangan
1. Menyatakan
tingkat atau kumpulan: kelima, ketujuh
2. Menyatakan
yang di: kekasih, kehendak
- Awalan se-
1. Menyatakan
satu: sebuah, sekuntum
2. Menyatakan
seluruh isi: sekampung, sekabupaten
3. Menyatakan
segera sesudah: setiba, sesampai
v SISIPAN/INFIKS
adalah imbuhan yang terletak di tengah suku kata.
Seperti : el,
em, er
Contoh kata dasar yang
mendapat sisipan:
el
tapak telapak
tunjuk telunjuk
em guruh gemuruh
kilau kemilau
er gigi gerigi
suling seruling
v AKHIRAN/SUFIKS
adalah imbuhan yang terletak di akhir suku kata.
seperti
: i, kan, an, nya
Contoh
kata dasar yang mendapat akhiran:
-i bumbu + i =
bumbui
-an hukum +an =
hukuman
-kan dapat + kan =
dapatkan
-nya baik + nya =
baiknya
Makna
akhiran dalam kalimat
v Akhiran
i membentuk kata kerja: duduki, bumbui
v Akhiran
-an membentuk kata benda
§ Menyatakan
himpunan: lautan, daratan
§ Menyatakan
tiap-tiap: harian, bulanan
§ Menyatakan
menyerupai: mobil-mobilan
§ Menyatakan
sifat: kampungan, murahan
§ Menyatakan
tempat: kuburan
§ Menyatakan
benda: minuman, makanan
§ Menyatakan
hasil: tuaian, ketikan
§ Menyatakan
melakukan: latihan, ujian
v Akhiran
-kan membentuk kata kerja
§ Menyatakan perintah: sapukan, lakukan
v Akhiran
-nya sebagai kata ganti
§ Menyatakan
milik: bukunya, bajunya
§ Menyatakan
membentuk kata benda: baiknya, buruknya
SUFIKS
SERAPAN
a. Sufiks
–i
Fungsi
akhiran -i membentuk kata sifat yang disebut kata dasar.
Contoh: insan + i
= insani
badan + i = badani
b. Sufiks
–wi
Contoh:
manusia + wi = manusiawi
dunia + wi = duniawi
c. Sufiks
–ah
Contoh:
jasmani + ah = jasmaniah
rohani + ah = rohaniah
d. Sufiks
-man
Fungsi
akhiran -man membentuk kata benda
Contoh:
seni + man = seniman
budi + man = budiman
e. Sufiks
–wan
Fungsi
akhiran -wan membentuk kata benda
Contoh:
harta + wan = hartawan
negara + wan = negarawan
f. Sufiks
–wati
Fungsi
akhiran -wan membentuk kata benda
Contoh:
karya + wati = karyawati
sastra + wati = sastrawati
g. Sufiks
–isme
Fungsi
akhiran - isme membentuk kata benda
Contoh:
kapital + isme = kapitalisme
Feodal + isme = feodalisme
h. Sufiks
–isasi
Fungsi
akhiran - isasi membentuk kata benda
Contoh:
modern + isasi = modernisasi
sosial + isasi = sosialisasi
v IMBUHAN
GABUNG/ KONFIKS
Merupakan
imbuhan (awalan dan akhiran yang melekat sekaligus pada kata dasar).
Contoh: kekayaan
, kepulauan (imbuhannya tidak
boleh dipisahkan, awalan dan akhiran harus melekat sekaligus)
v IMBUHAN
GABUNG/ SIMULFIKS
Merupakan
imbuhan (awalan dan akhiran yang melekat secara bertahap/boleh diuraikan.
Contoh:
-
berpakaian == pakaian jika awalannya (ber-) dipisahkan, kata itu
tetap memiliki arti.
-
Kesatuan ==
kesatu kedua kata ini adalah
satuan bentuk simulfiks dari kata kesatuan
satuan bentuk simulfiks dari kata kesatuan
masing-masing
kata memiliki arti meski telah mendapat pemisahan.
3. KATA ULANG
Kata
ulang/reduplikasi adalah kata dasar yang
memiliki arti dan mengalami pengulangan. Bentuk kata ulang ditandai dengan tanda
hubung.
Contoh:
buku-buku
berlari-lari
lauk-pauk
Kata
ulang dapat dibagi dalam beberapa bentuk
a. Kata
ulang utuh/dwilingga; merupakan kata ulang yang seluruh kata dasarnya diulang
seluruhnya.
Contoh: rumah-rumah
bukit-bukit
naik-naik
b. Kata ulang sebagian/dwipura; merupakan kata
ulang yang mengulang sebagian dari kata dasar
Contoh: menari-nari
terbata-bata
bersama-sama
c. Kata
ulang berubah bunyi/dwilingga salin suara: merupakan kata ulang yang hanya
mengalami perubahan pada beberapa konsonan.
Contoh: lauk-pauk
sayur-mayur
pontang-panting
d. Kata
ulang berimbuhan :merupakan kata ulang yang mendapat imbuhan baik awalan,
akhiran maupun imbuhan gabung.
Contoh: mobil-mobilan
pukul-pukulan
kemerah-merahan
e. Kata
ulang suku awal
Contoh: tamu ==
tetamu
laki == lelaki
pohon== pepohonan
MAKNA
KATA ULANG
1. Menyatakan
saling
Contoh: pukul-memukul
kejar-mengejar
2. Menyatakan
jumlah/kuantitas
Contoh: dua-dua
lima-lima
3. Menyatakan
sering/ intensitas
Contoh: menetes-netes
berteriak-teriak
4. Menyatakan
paling
Contoh: sedalam-dalamnya
selebar-lebarnya
5. Menyatakan
sangat
Contoh: cantik-cantik
cepat-cepat
6. Menyatakan
hal
Contoh: jahit-menjahit
tulis-menulis
7. Menyatakan
menyerupai
Contoh: mobil-mobilan
kuda-kudaan
8. Menyatakan
meskipun
Contoh: mahal-mahal
kecil-kecil
9. Menyatakan
bermacam-macam
Contoh: sayur-sayuran
buah-buahan
10.
Menyatakakan agak
Contoh: kekuning-kuningan
kebarat-baratan
KLITIKA
Klitika
berada pada awal atau akhir sebuah kata
1. Klitika
awalan seperti; ku, kau
Conth : Kuselesaikan tugas itu dalam waktu 1
jam.
2. Klitika
akhiran seperti; mu, nya, kah, lah
Contoh: Dia sengaja
merobek bukuku
FUNGSI
KLITIKA ku-
1. Menyatakan
objek pertama
Contoh:
Bajuku sudah robek.
Maksudku itu hanya untuk acara
besok.
2. Menyatakan
untuk
Contoh:Minumanku sudah dihabiskan adik.
Makananku belum juga
dihidangkan.
3. Sebagai
kata ganti milik orang pertama bila dilekatkan pada kata benda
Contoh:
Rumahku yang berwarna merah.
Bajuku belum dicuci
4. Menyatakan
asal sesuatu
Contoh:
Pendapatku tolong dipertimbangkan
Jawabanku tidaklah penting
bagi mereka.
FUNGSI
KLITIKA mu:
1. Sebagai
kata ganti milik orang kedua bila diletakkan pada benda
Contoh:Rumahmu sangat jauh
Sepatumu susah kekecilan
2. Menyatakan objek penderita
Contoh:
Dia tidak bermaksud memukulmu
Maksudmu memang sangat baik.
3. Menyatakan untuk
Contoh:Aku
belum membuatkan minumanmu
Makananmu sudah terhidang di
meja makan
4. Menyatakan
asal sesuatu
Contoh:Ceritamu sangat menarik
Idemu sangat membingungkan.
FUNGSI
KLITIKA nya:
1. Sebagai
kata ganti milik orang ketiga bila dilekatkan pada kata benda
Contoh: Bukunya sudah usang
Rambutnya
terlalu pendek
2. Menyatakan
objek penderita
Contoh: Saya tidak
berniat memukulnya.
Maksudnya memang sangat baik
3. Menyatakan
untuk
Contoh: Minumannya tidak menarik
Mainannya
sudah dibelikan.
4. Menyatakan
asal sesuatu
Contho: Karangannya sangat menginspirasi
Ceritanya sudah diulang-ulang
5. Menyatakan
penegasan
Contoh: Indahnya
pemandangan pantai ini membuat hati tenang.
Pergi secepatnya dari ruangan ini!
6. Membentuk
kata benda
Contoh: Beratnya
kurang dari satu ton.
Tingginya sudah sama dengan
ayah.
FUNGSI
KLITIKA kah:
1. Untuk
membentuk kalimat tanya
Contoh: Apakah dia ayahmu?
Luluskah kakakmu?
2. Untuk
menegaskan
Contoh: Haruskah aku percaya padamu?
Ingatkah ayah dan ibu pada ulang tahunku?
FUNGSI
KLITIKA lah:
1. Menegaskan
subek dalam kalimat
Contoh: Akulah yang bersalah atas kejadian itu.
Dialah
yang selalu mengingatkanku.
2. Menegaskan
predikat dalam kalimat
Contoh: Sejak itu
pergilah ia ke kota.
Pada akhirnya, menjabatlah ia.
5.
KATA
MAJEMUK
Kata majemuk adalah gabungan dua buah kata
yang membentuk makna khusus atau mempunyai arti baru. Kata majemuk disebut juga
kompositum.
Contoh:
·
rumah sakit
·
tenis meja
·
bola basket
Contoh
dalam kalimat:
1. Neneknya
dirawat di rumah sakit.
2. Ayah
sangat suka bermain tenis meja.
3. Dion
ingin bermain bola basket.
D .
KALIMAT
1. Pengertian
Kalimat adalah
satuan bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang mengandung satu
pengertian dan mempunyai pola intonasi akhir.
Makna kalimat
dipengaruhi beberapa faktor yaitu:
a. Bentuk
kata, yaitu wujud kata dalam kalimat
b. Susunan
kata, yaitu susunan kata dalam kalimat.
c. Intonasi
yaitu lagu kalimat.
d. Situasi
yaitu; keadaan kalimat tersebut pada waktu diucapkan.
2.
Unsur-unsur
kalimat
1. Untuk
menyusun suatu kalimat sedikitnya harus mengandung dua unsur inti pembentuk
kalimat.
2. Unsur-unsur
inti pembentuk kalimat meliputi pola:
·
Subyek atau pokok kalimat (S)
·
Predikat (P)
·
Obyek (O)
·
Keterangan (K)
3. Suatu
kalimat dapat dibentuk dari pola S, P. Jadi subyek dan predikat dapat membentuk
sebuah kalimat apabila susunan kalimatnya benar meskipun tidak ada obyek
ataupun keterangannya.
Contoh: Prita
menari
S P
4. Suatu
kalimat dapat dibentuk dari pola S P O
Contoh: Dany mengarang
cerita
S P O
5. Kalimat
berpola SPOK
Contoh:Carisa menyimpan
surat di lemari kamarnya.
S P
O K
3.
JENIS
KALIMAT
a. Kalimat
sempurna; terdiri dari pola kalimat yang lengkap
Contoh: Dita membeli baju renang.
S P O
Adik mau meminjam majalah.
S P
O
b. Kalimat
tak sempurna, kalimat yang tidak memiliki pola kalimat lengkap
Contoh: Berangkat.
P
Pergi!
P
a. KALIMAT BERDASARKAN SUBYEK
DAN PREDIKAT
1. Kalimat
aktif; merupakan kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan/perbuatan dalam
kalimat. Predikatnya biasanya berawalan me- dan ber-
Contoh:
Adik
memakai sepatu baru.
Dion
bermain biola.
2. Kalimat
pasif; merupakan kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan dalam kalimat.
Predikatnya biasanya berawalan di- dan ter-
Contoh:
Baju
batik merah dipakai oleh Rino.
Bola
itu tersepak oleh Yogi.
Kalimat
aktif berubah menjadi kalimat pasif
·
Predikat yang berawalan me-
diubah menjadi awalan di-
·
Subyek dan obyeknya saling
bertukar
Contoh:
-
Ibu memasak martabak (aktif)
-
Martabak dimasak oleh ibu (pasif)
Kalimat
pasif berubah menjadi kalimat aktif
·
Predikat yang berawalan di-
diubah menjai awalan me-
·
Subyek dan obyeknya saling bertukar
Contoh:
-
Baju baru dijahit ibu
-
Ibu menjahit baju
b. JENIS KALIMAT BERDASARKAN
ISI ATAU MAKSUDNYA
1. Kalimat
berita adalah kalimat yang isinya memberitakan suatu kejadian atau sesuatu hal
Kalimat
berita dibedakan menjadi dua:
Kalimat
berita positif yaitu kalimat berita yang membenarkan tentang sesuatu.
Contoh:
-
Pemain sepakbola berjumlah
sebelas orang.
-
Pengarang bukunya sangat
cerdas.
a. Kalimat
berita positif adalah kalimat yang membenarkan tentang sesuatu.
Contoh: Saya mau
berbelanja ke pasar
Ayahnya seorang
penulis
b. Kalimat
berita negatif
Contoh:
Saya tidak akan hadir pada rapat nanti.
Dia
bukan saudara saya.
2. Kalimat
tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan seseorang kepada orang lain.
Untuk
membentuk kalimat tanya dipergunakan kata tanya. Jenis kata tanya; apa, siapa,
berapa, mengapa, dimana, dan bagaimana.
Contoh:
Apa yang sedang kamu lakukan?
Bagaimana perasaanmu setelah
menang?
3. Kalimat
perintah adalah kalimat yang berisikan perintah atau suruhan seseorang kepada
orang lain.
Contoh:
Tolong jangan buat keributan!
Bersihkan tempat tidurmu!
Kalimat
perintah dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Kalimat
suruhan
Contoh: Baca buku itu
dengan baik!
Kerjakan
tugas-tugasmu!
2. Kalimat
ajakan
Contoh: Ayo, ikut
denganku!
Mari duduk di
sini!
3. Kalimat
larangan
Contoh: Jangan menginjak
taman ini!
Dilarang buang
sampah sembarangan!
4. Kalimat
harapan
Contoh: Semoga ayahmu
lekas sembuh!
Mudah-mudahan
usulku diterima!
5. Kalimat
permohonan
Contoh: Sudilah kiranya
menghadiri rapat di balai desa.
Perkenankanlah
saya bertemu dengan direktur.
c.
JENIS
KALIMAT BERDASARKAN SUSUSAN
1. Kalimat
tunggal
Kalimat yang mempunyai
satu subyek dan satu predikat serta mempunyai satu pengertian atau satu
peristiwa.
Contoh: Andi membeli buku
Indah makan
martabak
2. Kalimat
Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat
yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang dijadikan satu kalimat
Kalimat majemuk tediri
dari 2 yaitu;
a. Kalimat
majemuk setara.
Kalimat majemuk setara adalah
kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya
setara atau sederajat yang masing-masing dapat berdiri sendiri.
Kalimat majemuk setara
dibagi menjadi 3 yaitu;
1. Kalimat
majemuk setara sejalan
Menggunakan kata
penghubung dan, lalu, kemudian, lagipula, serta.
2. Kalimat
majemuk setara berlawanan
Menggunakan kata penghubung
tetapi, sedangkan, melainkan, padahal, namun, biarpun, meskipun.
3. Kalimat
majemuk setara sebab akibat
Menggunakan kata
penghubung sebab, oleh sebab itu, karena, oleh karena itu, maka
b. Kalimat
majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat
yaitu kalimat tunggal yang diperluas. Bagian kalimat yang diperluas adalah
subyek, predikat, objek atau keterangan. Memiliki kata penghubung untuk
memperluas kalimat tunggal.
Terdiri dari induk kalimat
dan anak kalimat. Bagian kalimat yang diperluas itu dinamakan anak kalimat.
Contoh: Saya belum
mengetahui kalau dia sedang dirawat di rumah sakit.
Kalimat
saya belum mengetahui merupakan induk kalimat
Dia
sedang dirawat di rumah sakit merupakan
anak kaimat
Kalau
adalah kata penghubung
Perhatikan contoh perluasan
berikut ini!
1. Perluasan
untuk subjek;
Anak
itu
sangat menggemaskan
S
P
Anak yang berambut ikal itu sangat menggemaskan
Anak yang berambut ikal itu sangat menggemaskan
S P
Kucing
itu
milik Pak Hadi.
S P
Kucing yang berbulu panjang dan tebal itu
milik Pak Hadi.
S P
2. Perluasan
untuk predikat;
Dia
belajar.
S
P
Dia
sedang asyik belajar.
S P
Penjahatnya
tinggi.
S P
Penjahatnya
orang yang berbadan tinggi.
S P
3. Perluasan
pada Obyek
Erna
menanam bunga
S
P O
Erna
menanam bunga mawar berwarna merah dan biru.
S P
O
Bunga mawar berwarna merah
dan biru adalah perluasan dari obyek
bunga.
4. Perluasan
pada keterangan
Ibu
menyimpan benang di kotak.
S P O K
Ibu
menyimpan benang di kotak berwarna biru laut.
S P O K
Karina
memasak mi instan di dapur
S P O K
Karina
memasak mi instan di dapur yang sangat luas dan bersih
S O K
d.
KALIMAT
BERDASARKAN PENGUCAPANNYA
1. Kalimat
langsung; kalimat yang secara langsung disampaikan oleh sumbernya.
Contoh:
Ibunya berkata, “Kakek akan
tiba nanti sore.”
Karin bertanya, “Mengapa
kamu menangis?”
2. Kalimat
tak langsung; kalimat yang isinya memberitahukan ucapan seseorang
Ibunya mengatakan bahwa
kakek akan tiba nanti sore.
Karin menanyakan mengapa
dia menangis.
Kedua jenis kalimat itu
dibedakan dari cara penyampaiannya dan pemakaian tanda bacanya.
e.
KALIMAT
BERDASARKAN OBYEKNYA
1.
Kalimat
transitif; kalimat yang mempunyai obyek
Contoh;
Adik menutup pintu
Kami memetik bunga
Rita menulis cerita
2.
Kalimat
intransitif; kalimat yang tidak mempunyai
obyek
Kakak makan
Adik berenang
Ayah Nisa marah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar