1. Jelaskan alat-alat
penting dalam pendidikan anak ! Jelaskan pelaksanaannya/penerapannya oleh
pendidik dan mengapa dilakukan?
Jawab:
Alat
pendidikan yaitu usaha-usaha atau perbuatan si pendidik yang bertujuan mendidik
para muridnya. Alat pendidikan penting bagi pendidikan anak untuk mencapai
tujuan pendidikan lebih mudah dan anak lebih mudah memahami pelajaran apa yang
diajarkan. Penggunaan alat pendidikan seharusnya sudah ditegaskan tujuan apa
yang akan dicapai tetapi juga harus selalu diingat, bagi para pendidik,
hendaknya berusaha menghindarkan tindakan yang bersifat memaksa bagi anak
didik. Penggunaan alat pendidikan dipengaruhi oleh pribadi itu sendiri dan
harus menyesuaiakan dengan tujuan yang dikandung oleh alat itu.
2. Sebutkan dan
jelaskan serta bagaimana penerapan pilar pendidikan sehingga anak memiliki
kemampuan sesuai pilar tersebut !
1.
Learning to know (Belajar mengetahui) Belajar untuk mengetahui (learning to
know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga
sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan.
2.
Learning to do (Belajar melakukan) Learning to do adalah belajar untuk
berkarya. Setelah peserta didik itu belajar mengetahui, belajar untuk mencari
hal-hal yang ingin diketahuinya, maka peserta didik tersebut diiringi dengan
potensi yang dimilikinya, ia harus harus bisa menghasilkan suatu karya dari
potensi yang dimilikinya.
3.
Learning to be (Belajar untuk menjadi pribadi yang utuh) Learning to Be adalah belajar
untuk menjadi sesuatu atau berkembang menjadi pribadi yang seutuhnya.
4.
Learning to live together (Belajar hidup bersama) Setelah memahami konsep
menjadi pribadi yang utuh diharapkan peserta didik mampu mempelajari bagaimana
caranya untuk dapat hidup baik bersama masyarakat dalam lingkungannya. Dalam
prosesnya kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan
menerima perlu dikembangkan disekolah. Kebiasaan inilah yang nantinya akan
menghasilkan tumbuhnya sikap saling memahami, mengerti dan toleransi antar ras,
suku dan agama.
3. a. Sebutkan
semboyan dan asas-asas pendidikan menurut K.H Dewantara!
b. Bagaimana penerapannya dalam proses
pendidikan di sekolah?
Jawab :
a.
- tut wuri handayani
-
Ing madya mangun karso
-
Ing ngarso sung tulodo.
b.
Tut wuri handayani mengandung makna
dibelakang memberikan motivasi, artinya bahwa pendidik harus mampu memotivasi
peserta didik , ing madya mangun karso mengandung makna di tengah memberi
semangat yang artinya pendidik harus memberikan ide dan prakarsa, ing ngarso
sung tulodo mengandung makan bahwa
didepan memberi contoh yaitu pendidik harus menjadi contoh dan teladan yang
baik dalam segala hal misalnya perilaku, sikap, dan kepribadian.
4. a. Sebutkan dan
jelaskan landasan pendidikan.
b. Mengapa
masing-masing landasan tersebut perlu diterapkan dalam proses pelaksanaan pendidikan.
Jawab :
a.
– Landasan Agama , berdasarkan iman dan
kepercayaan kita masing-masing manusia diciptakan Tuhan YME untuk maksud mulia.
Agama sebagai landasan pendidikan melandasi pendidikan formal, non formal dan
informal. Agama tidak mengajarkan kejahatan, keributan, sampai pembunuhan.
Ajaran, norma, dan nilai agama menjadi patokan, mengarah serta menetapkan
terbinanya kehidupan yang aman dan damai.
-
Landasan Filsafat, landasan ini berkenaan dengan sistem nilai, yaitu merupakan
pandangan seseorang tentang sesuatu terutama berkenaan dengan arti kehidupan,
sehingga filsafat disebut juga sebagai pandangan hidup.
-
Landasan Sosiologis, pendidikan berlangsung dalam pergaulan atau interaksi
antara pendidik dengan peserta didik, antara guru dengan murid dan staf sekolah
lainnya.
-
Landasan Psikologis, Kajian psikologis erat hubungannya dengan pendidikan
adalah yang berkaitan dengan kecerdasan, berfikir dan belajar, perkembangan
peserta didik juga merupakan landasan psikologis, karena peserta didik selalu
berada dalam proses perubahan baik dalam pertumbuhan maupun karena
perkembangan(mencakup aspek behaviour dan motivation)
-
Landasan Kultural
Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk menstranmisi kebudayaan kepada generasi penerus, tetapi pendidikan juga berfungsi untuk menstranformasikan kebudayaan agar sesuai dengan perkembangan dan tujuan zaman. Dengan kata lain, sekolah secara seimbang melaksanakan fungsi ganda pendidikan , yakni sebagai proses sosialisasi dan sebagai agen pembaruan. Dalam bidang pendidikan, kedua fungsi tersebut kadang-kadang dipertentangkan, antara penganut pendidikan sebagai pelestarian (teashing a conserving activity).
Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk menstranmisi kebudayaan kepada generasi penerus, tetapi pendidikan juga berfungsi untuk menstranformasikan kebudayaan agar sesuai dengan perkembangan dan tujuan zaman. Dengan kata lain, sekolah secara seimbang melaksanakan fungsi ganda pendidikan , yakni sebagai proses sosialisasi dan sebagai agen pembaruan. Dalam bidang pendidikan, kedua fungsi tersebut kadang-kadang dipertentangkan, antara penganut pendidikan sebagai pelestarian (teashing a conserving activity).
-
Landasan
yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau
peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar.
Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan
minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan
berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 ditekankan bahwa Pembelajaran pada Kelas
I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik.
5. a. Sebutkan dan
jelaskan aliran-aliran pendidikan.
b. sebutkan dan mengapa aliran yang berpandangan
- pesimis terhadap pendidikan dalam proses pendidikan anak
- optimis bahwa pendidikan maha kuasa terhadap pembentukan anak.
Jawab :
a. Aliran
–Aliran Pendidikan
·
Aliran
Nativisme yaitu perkembangan manusia telah ditentukan oleh
faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir, lingkungan tidak mempunyai
peran. Pendidikan tidak mempunyai ilmu pendidik disebut juga pesimisme
pedagogis.
·
Aliran
Naturalisme yaitu semua manusia yang baru lahir
mempunyai pembaruan yang baik, bagaimana hasil perkembangannya kemudian sangat
ditentukan oleh pendidikan yang diterimanya atau yang mempengaruhinya. Aliran ini memandang tidak perlunya
pendidikan, aliran ini berpendapat bahwa pendidikan hanya memberikan
pertumbuhan dan perkembangan anak dengan sendirinya sesuai dengan pembawaannya
atau mengikuti ilmu alam.
·
Aliran
Emperisme yaitu perkembangan anak menjadi manusia dewasa sama
sekali ditentukan oleh lingkungan. Jadi pembewaan tidak ada peranannya dalam perubahan,
pertumbuhan dan perkembangan anak.
·
Aliran
Konvergensi yaitu aliran yang berpendapat bahwa
lingkungan dan pembawaan sama-sama
mempengaruhi perkembangan peserta didik.
Pendidikan dikatakan
adalah yang mahakuasa terhadap pembentukan anak, karena manusia diibaratkan
selembar kertas putih yang masih polos dan belum diisi oleh tulisan. Oleh sebab
itu pendidikanlah yang membuat adanya perubahan dan pengetahuan yang baru dari
yang tidak tahu menjadi tahu yang nantinya akan membentuk perilaku , pola pikir,
tingkah laku dan sudut pandang manusia itu sendiri.
b.
– aliran pesimis menganggap bahwa
pendidikan tidak mengubah sifat-sifat pembawaan, dengan kata lain, pendidikan
tidak mempunyai arti apa-apa, merupakan pekerjaan yang sia-sia.
-
aliran optimisme menganggap bahwa manusia seperti kertas putih yang sifatnya
ditentukan oleh siapa penulisnya, artinya manusia dapat didik menjadi apa saja
menurut kehendak pendidiknya. Penganut aliran ini mengabaikan pengaruh faktor
pembawaan dan malah menurut aliran ini tidak ada faktor pembawaan.
6. a. Bagaimana penerapan pendidikan
- Watak
- Karakter
- Nilai-nilai kemanusiaan
- Nilai agama
Diberikan kepada peserta didik di sekolah
b. mengapa pendidikan
- Watak
- Karakter
- Nilai-nilai kemanusiaan
- Nilai agama
Sangat penting diberikan dalam proses pendidikan anak sejak SD
Jawab :
a. Pendidikan akal budi, watak dan karakter serta
nilai agama pada peserta didik dapat diberikan dengan menanamkan ajaran moral, mengamalkan nilai atau norma-norma yang melatarbelakangi hidup dan
kehidupan mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
adapun akal budi watak dan karakter peserta didik yaitu :Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras,
Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah
Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca,
Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab
b. Pendidikan
akal budi, watak dan karakter serta nilai agama diberikan agar memahami dan
mampu mengamalkan karakter dan watak yang baik sesuai dengan budaya masyarakat
sekitar serta meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
7. Bagaimana
pelaksanaan/penerapan proses pendidikan sehingga peserta didik memiliki :
a. kecerdasan intelektual
b. emosional
c. moral
d. sosial
Jawab :
Pelaksanaan atau
penerapan yang tepat agar peserta didik memiliki kecerdasan intelektual,
emosional, moral dan sosial adalah dengan menggunakan teori kecerdasan sebagai
pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang lebih memahami kemampuan
interpersonal dan intrapersonal, pendidik dan peserta didik, kemampuan afektif
tiap peserta didik berbeda sehingga harus menggunakan pendekatan yang berbeda
pula. Dan pendidikan diterapakan untuk menggali potensi baik dari sgi kognitif,
afektif dn psikomotoriknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar