Kamis, 17 Mei 2018

7 PERTANYAAN DAN JAWABAN PENERAPAN DAN LANDASAN PENDIDIKAN



1. Jelaskan alat-alat penting dalam pendidikan anak ! Jelaskan pelaksanaannya/penerapannya oleh pendidik dan mengapa dilakukan?
Jawab:
Alat pendidikan yaitu usaha-usaha atau perbuatan si pendidik yang bertujuan mendidik para muridnya. Alat pendidikan penting bagi pendidikan anak untuk mencapai tujuan pendidikan lebih mudah dan anak lebih mudah memahami pelajaran apa yang diajarkan. Penggunaan alat pendidikan seharusnya sudah ditegaskan tujuan apa yang akan dicapai tetapi juga harus selalu diingat, bagi para pendidik, hendaknya berusaha menghindarkan tindakan yang bersifat memaksa bagi anak didik. Penggunaan alat pendidikan dipengaruhi oleh pribadi itu sendiri dan harus menyesuaiakan dengan tujuan yang dikandung oleh alat itu.
2. Sebutkan dan jelaskan serta bagaimana penerapan pilar pendidikan sehingga anak memiliki kemampuan sesuai pilar tersebut !
Jawab:
  1.   Learning to know (Belajar mengetahui) Belajar untuk mengetahui (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan.
2.      Learning to do (Belajar melakukan) Learning to do adalah belajar untuk berkarya. Setelah peserta didik itu belajar mengetahui, belajar untuk mencari hal-hal yang ingin diketahuinya, maka peserta didik tersebut diiringi dengan potensi yang dimilikinya, ia harus harus bisa menghasilkan suatu karya dari potensi yang dimilikinya.
3.      Learning to be (Belajar untuk menjadi pribadi yang utuh) Learning to Be adalah belajar untuk menjadi sesuatu atau berkembang menjadi pribadi yang seutuhnya.
4.      Learning to live together (Belajar hidup bersama) Setelah memahami konsep menjadi pribadi yang utuh diharapkan peserta didik mampu mempelajari bagaimana caranya untuk dapat hidup baik bersama masyarakat dalam lingkungannya. Dalam prosesnya kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan disekolah. Kebiasaan inilah yang nantinya akan menghasilkan tumbuhnya sikap saling memahami, mengerti dan toleransi antar ras, suku dan agama.


3. a. Sebutkan semboyan dan asas-asas pendidikan menurut K.H Dewantara!
       b. Bagaimana penerapannya dalam proses pendidikan di sekolah?
Jawab :
a.       -  tut wuri handayani
-          Ing madya mangun karso
-          Ing ngarso sung tulodo.
b.      Tut wuri handayani mengandung makna dibelakang memberikan motivasi, artinya bahwa pendidik harus mampu memotivasi peserta didik , ing madya mangun karso mengandung makna di tengah memberi semangat yang artinya pendidik harus memberikan ide dan prakarsa, ing ngarso sung tulodo  mengandung makan bahwa didepan memberi contoh yaitu pendidik harus menjadi contoh dan teladan yang baik dalam segala hal misalnya perilaku, sikap, dan kepribadian.

4. a. Sebutkan dan jelaskan landasan pendidikan.
       b. Mengapa masing-masing landasan tersebut perlu diterapkan dalam proses pelaksanaan      pendidikan.
Jawab :
a.       – Landasan Agama , berdasarkan iman dan kepercayaan kita masing-masing manusia diciptakan Tuhan YME untuk maksud mulia. Agama sebagai landasan pendidikan melandasi pendidikan formal, non formal dan informal. Agama tidak mengajarkan kejahatan, keributan, sampai pembunuhan. Ajaran, norma, dan nilai agama menjadi patokan, mengarah serta menetapkan terbinanya kehidupan yang aman dan damai.

- Landasan Filsafat, landasan ini berkenaan dengan sistem nilai, yaitu merupakan pandangan seseorang tentang sesuatu terutama berkenaan dengan arti kehidupan, sehingga filsafat disebut juga sebagai pandangan hidup.

- Landasan Sosiologis, pendidikan berlangsung dalam pergaulan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik, antara guru dengan murid dan staf sekolah lainnya.

-          Landasan Psikologis, Kajian psikologis erat hubungannya dengan pendidikan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan, berfikir dan belajar, perkembangan peserta didik juga merupakan landasan psikologis, karena peserta didik selalu berada dalam proses perubahan baik dalam pertumbuhan maupun karena perkembangan(mencakup aspek behaviour dan motivation)
-          Landasan Kultural
Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk menstranmisi kebudayaan kepada generasi penerus, tetapi pendidikan juga berfungsi untuk menstranformasikan kebudayaan agar sesuai dengan perkembangan dan tujuan zaman. Dengan kata lain, sekolah secara seimbang melaksanakan fungsi ganda pendidikan , yakni sebagai proses sosialisasi dan sebagai agen pembaruan. Dalam bidang pendidikan, kedua fungsi tersebut kadang-kadang dipertentangkan, antara penganut pendidikan sebagai pelestarian (teashing a conserving activity).
-          Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 ditekankan bahwa Pembelajaran pada Kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik.


5. a. Sebutkan dan jelaskan aliran-aliran pendidikan.
b. sebutkan dan mengapa aliran yang berpandangan
- pesimis terhadap pendidikan dalam proses pendidikan anak
- optimis bahwa pendidikan maha kuasa terhadap pembentukan anak.
Jawab :
a. Aliran –Aliran Pendidikan
·         Aliran Nativisme yaitu perkembangan manusia telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir, lingkungan tidak mempunyai peran. Pendidikan tidak mempunyai ilmu pendidik disebut juga pesimisme pedagogis.
·         Aliran Naturalisme yaitu semua manusia yang baru lahir mempunyai pembaruan yang baik, bagaimana hasil perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterimanya atau yang mempengaruhinya.  Aliran ini memandang tidak perlunya pendidikan, aliran ini berpendapat bahwa pendidikan hanya memberikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan sendirinya sesuai dengan pembawaannya atau mengikuti ilmu alam.
·         Aliran Emperisme yaitu perkembangan anak menjadi manusia dewasa sama sekali ditentukan oleh lingkungan. Jadi pembewaan tidak ada peranannya dalam perubahan, pertumbuhan dan perkembangan anak.
·         Aliran Konvergensi yaitu aliran yang berpendapat bahwa lingkungan dan pembawaan  sama-sama mempengaruhi perkembangan peserta didik.
Pendidikan dikatakan adalah yang mahakuasa terhadap pembentukan anak, karena manusia diibaratkan selembar kertas putih yang masih polos dan belum diisi oleh tulisan. Oleh sebab itu pendidikanlah yang membuat adanya perubahan dan pengetahuan yang baru dari yang tidak tahu menjadi tahu yang nantinya akan membentuk perilaku , pola pikir, tingkah laku dan sudut pandang manusia itu sendiri.
b.      – aliran pesimis menganggap bahwa pendidikan tidak mengubah sifat-sifat pembawaan, dengan kata lain, pendidikan tidak mempunyai arti apa-apa, merupakan pekerjaan yang sia-sia.
- aliran optimisme menganggap bahwa manusia seperti kertas putih yang sifatnya ditentukan oleh siapa penulisnya, artinya manusia dapat didik menjadi apa saja menurut kehendak pendidiknya. Penganut aliran ini mengabaikan pengaruh faktor pembawaan dan malah menurut aliran ini tidak ada faktor pembawaan.

6. a.  Bagaimana penerapan pendidikan
- Watak
- Karakter
- Nilai-nilai kemanusiaan
- Nilai agama
Diberikan kepada peserta didik di sekolah
b. mengapa pendidikan
- Watak
- Karakter    
- Nilai-nilai kemanusiaan
- Nilai agama
Sangat penting diberikan dalam proses pendidikan anak sejak SD
Jawab :
a.       Pendidikan akal budi, watak dan karakter serta nilai agama pada peserta didik dapat diberikan dengan menanamkan ajaran moral, mengamalkan nilai atau norma-norma yang melatarbelakangi hidup dan kehidupan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia. adapun akal budi watak dan karakter peserta didik yaitu :Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab
b.      Pendidikan akal budi, watak dan karakter serta nilai agama diberikan agar memahami dan mampu mengamalkan karakter dan watak yang baik sesuai dengan budaya masyarakat sekitar serta meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


7. Bagaimana pelaksanaan/penerapan proses pendidikan sehingga peserta didik memiliki :
a. kecerdasan intelektual
b. emosional
c. moral
d. sosial
Jawab :
Pelaksanaan atau penerapan yang tepat agar peserta didik memiliki kecerdasan intelektual, emosional, moral dan sosial adalah dengan menggunakan teori kecerdasan sebagai pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang lebih memahami kemampuan interpersonal dan intrapersonal, pendidik dan peserta didik, kemampuan afektif tiap peserta didik berbeda sehingga harus menggunakan pendekatan yang berbeda pula. Dan pendidikan diterapakan untuk menggali potensi baik dari sgi kognitif, afektif dn psikomotoriknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar