MENGAPA KITA MUDAH BOSAN?
Pagi pagi sebelum beranjak dari
tempat tidur, hal yang seringkali bahkan selalu kita lakukan di zaman milenial
ini adalah mengintip notifikasi terbaru di ponsel pintar kita. Dan sangat susah
rasanya beranjak dari kasur kalau belum melakukan semua itu. Lain hal kalau
urusan ke belakang sudah menuntut, si ponsel pun akan mengikuti kita.
Kita bahkan lupa seberapa
pentingnya mengucap syukur pada Sang Pencipta begitu membuka mata dan alam
sekeliling kita juga rindu untuk disapa. Setelah selesaikan aktivitas, kita
juga sering lupa ucapkan terima kasih. Kita masih tetap berpikir, hidup yang
kita jalani, ya, milik kita. Sementara ada ruang dimana kita harus komunikasi
dengan sang pencipta. Bukan hanya komunikasi pada keluarga, teman atau pasangan
kita. Dan kita cukup sering bercerita
pada teman dibandingkan pada si pemilik hidup.
Pernahkah kamu merasa tanggapan
temanmu menyakitkan dan cenderung menjatuhkan. Di situasi ini, barulah kita
ingat untuk mengadu pada Tuhan. Kita merasa hidup ini jadi semakin buruk. Dan
sikap kita itu yang mendorong kita jadi mudah bosan atas hidup yang kita
jalani. Kita akan bersungut-sungut menuntut banyak dan melupakan jati diri kita
yang sebenarnya.
Setelah larut dalam istirahat dan
kita terbangun lagi esok harinya, kita masih mengulangi rutinitas itu sehingga
kita akan semakin merasa bosan mengerjakan hal yang sama. Kita mulai
mencari-cari kegiatan lain yang lebih berarti dan memberi tantangan baru
sebagai pengisi kebosanan. Kalau perasaan bosan selalu ada di hati, pikiran
kita akan ikut terganggu, kita selalu merasa tidak nyaman.
Sesungguhnya jawabannya ada dalam
diri kita. Bagaimana kita mengisi hidup ini dengan hal yang menyenangkan dan
bermanfaat. Bagaimana kita mampu keluar dari tantangan dan rintangan, juga
bagaimana kita bersyukur untuk apapun yang kita alami. Dengan begitu kita tak
akan mudah merasa bosan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar