Rabu, 10 Juni 2020

MENGAPA KITA MUDAH BOSAN?



MENGAPA KITA MUDAH BOSAN?
Pagi pagi sebelum beranjak dari tempat tidur, hal yang seringkali bahkan selalu kita lakukan di zaman milenial ini adalah mengintip notifikasi terbaru di ponsel pintar kita. Dan sangat susah rasanya beranjak dari kasur kalau belum melakukan semua itu. Lain hal kalau urusan ke belakang sudah menuntut, si ponsel pun akan mengikuti kita. 

Kita bahkan lupa seberapa pentingnya mengucap syukur pada Sang Pencipta begitu membuka mata dan alam sekeliling kita juga rindu untuk disapa. Setelah selesaikan aktivitas, kita juga sering lupa ucapkan terima kasih. Kita masih tetap berpikir, hidup yang kita jalani, ya, milik kita. Sementara ada ruang dimana kita harus komunikasi dengan sang pencipta. Bukan hanya komunikasi pada keluarga, teman atau pasangan kita.  Dan kita cukup sering bercerita pada teman dibandingkan pada si pemilik hidup. 

Pernahkah kamu merasa tanggapan temanmu menyakitkan dan cenderung menjatuhkan. Di situasi ini, barulah kita ingat untuk mengadu pada Tuhan. Kita merasa hidup ini jadi semakin buruk. Dan sikap kita itu yang mendorong kita jadi mudah bosan atas hidup yang kita jalani. Kita akan bersungut-sungut menuntut banyak dan melupakan jati diri kita yang sebenarnya. 

Setelah larut dalam istirahat dan kita terbangun lagi esok harinya, kita masih mengulangi rutinitas itu sehingga kita akan semakin merasa bosan mengerjakan hal yang sama. Kita mulai mencari-cari kegiatan lain yang lebih berarti dan memberi tantangan baru sebagai pengisi kebosanan. Kalau perasaan bosan selalu ada di hati, pikiran kita akan ikut terganggu, kita selalu merasa tidak nyaman.

Sesungguhnya jawabannya ada dalam diri kita. Bagaimana kita mengisi hidup ini dengan hal yang menyenangkan dan bermanfaat. Bagaimana kita mampu keluar dari tantangan dan rintangan, juga bagaimana kita bersyukur untuk apapun yang kita alami. Dengan begitu kita tak akan mudah merasa bosan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar