Rabu, 10 Juni 2020

GEJOLAK CINTA




GEJOLAK CINTA
Mungkinkah ini yang namanya gejolak cinta? Segalanya terlihat semakin indah. Berlaksa-laksa rasa yang juga beradu di dalam jiwa. Kadang yang rumit akan terlihat indah. Benang kusut tak berarti, kini punya makna di hati. Sesungguhnya cinta hanya sebuah rasa. Datang dan perginya sulit diterka. Kadang kala gundah gulana beriringan bersamanya. 

Cintaku kini bersemilah. Meski tlah sekian lama dikubur masa. Kini ia tiba saatnya untuk merekah. Aku merasa semakin membumbung jauh. Jauh di ketinggian. Kan kusemaikan cintaku agar bertambah banyaknya. Kusirami kisah kita agar tetap bersemi. Dan ketika ia telah mekar, kerinduanku akan dirimu terlihat sempurna. Kubingkai dan kupatrikan dalam hati. Akan kusenandungkan rasaku di tiap langkah. Hingga semua tau perasaan di dada. Dan tak seorang pun mengusiknya ketika gejolak cinta itu terasa. Semua orang hanya bisa tertawa dan bahagia.

Hatiku bergejolak. Hasratku menyeruak. Semakin tak bisa kukendalikan rasa. Ya, ini pasti gejolak cinta. Mengapa hatiku bergitu terbuai? Mengapa kau datang memanjakan hati? Kini ragaku seperti terperdaya. Olehmu. Aku semakin melupakan senja kelam. Sepi menjelma jadi riuh. Kepedihan telah berubah. Nyanyian syahdu menggema. Membuatku terpana. 

Oh cinta. Tetaplah kau di sisi. Jangan beranjak terlalu dini. Aku telah menunggumu begitu lama. Teramat lama. Lika-liku kepedihan telah kulalui. Sendiriku. Kini aku mau bersamamu. Untuk waktu yang lama. Bersama dia yang kucinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar