GEJOLAK CINTA
Mungkinkah ini yang namanya gejolak
cinta? Segalanya terlihat semakin indah. Berlaksa-laksa rasa yang juga beradu
di dalam jiwa. Kadang yang rumit akan terlihat indah. Benang kusut tak berarti,
kini punya makna di hati. Sesungguhnya cinta hanya sebuah rasa. Datang dan
perginya sulit diterka. Kadang kala gundah gulana beriringan bersamanya.
Cintaku kini bersemilah. Meski tlah
sekian lama dikubur masa. Kini ia tiba saatnya untuk merekah. Aku merasa
semakin membumbung jauh. Jauh di ketinggian. Kan kusemaikan cintaku agar
bertambah banyaknya. Kusirami kisah kita agar tetap bersemi. Dan ketika ia telah
mekar, kerinduanku akan dirimu terlihat sempurna. Kubingkai dan kupatrikan
dalam hati. Akan kusenandungkan rasaku di tiap langkah. Hingga semua tau
perasaan di dada. Dan tak seorang pun mengusiknya ketika gejolak cinta itu
terasa. Semua orang hanya bisa tertawa dan bahagia.
Hatiku bergejolak. Hasratku menyeruak. Semakin tak bisa
kukendalikan rasa. Ya, ini pasti gejolak cinta. Mengapa hatiku bergitu terbuai?
Mengapa kau datang memanjakan hati? Kini ragaku seperti terperdaya. Olehmu. Aku
semakin melupakan senja kelam. Sepi menjelma jadi riuh. Kepedihan telah
berubah. Nyanyian syahdu menggema. Membuatku terpana.
Oh cinta. Tetaplah kau di sisi. Jangan beranjak terlalu dini.
Aku telah menunggumu begitu lama. Teramat lama. Lika-liku kepedihan telah
kulalui. Sendiriku. Kini aku mau bersamamu. Untuk waktu yang lama. Bersama dia
yang kucinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar