PERISTIWA
BERHARGA DALAM HIDUP
Berapa
banyak kisah yang harus kita miliki di sepanjang hidup kita? Adakah tolak
ukurnya? Semakin banyak pengalaman, apakah semakin bermakna hidup yang kita
jalani? Seringkali hujan menghentikan langkah manusia, akan tetapi matahari
terbit dan terbenam tak akan pernah dihalangi oleh sang hujan. Itu akan datang
tepat pada waktunya dan ketetapannya mutlak. Seberapa penting kita mencatat setiap
peristiwa berharga dalam hidup. Cukupkah memori di otak menyimpannya untuk masa
depan kita?
Peristiwa-peristiwa
berharga bisa bersumber dari diri sendiri atau bahkan datang dari orang lain.
Jika kita yang menciptanya sendiri, maka akan lebih banyak sukacita yang kita
dapatkan karena kita tau mana yang bisa membahagiakan kita. Namun jika
peristiwa itu datang dari orang lain, kita sulit menduga seberapa ikhlas orang
lain memberi kebaikan pada kita. Bisa saja mereka hanya ingin membuat kita
terluka. Bisa saja dengan tidak sengaja, tindakan mereka mampu menjatuhkan
kita.
Saya sering
temui orang yang menggebu-gebu menceritakan kebahagiaannya atas barang baru
yang dimilikinya, atas prestasi yang ia dapatkan, atas keberuntungan yang ia
peroleh dengan singkat, juga atas pasangan yang dimilikinya. Namun ketika
kesulitan datang, ia akan menutup rapat jendela cerita hingga tiada ada celah
untuk kita boleh bertanya.
Ada pula yang
selalu datang dengan cerita pilu yang baru saja didapatinya atau bahkan torehan
luka yang sudah terjadi di masa lampau. Terus-menerus diulang-ulang sampai kita
hafal titik koma ceritanya. Tak sedikitpun ia sisipkan cerita bahagianya. Tipe
seperti ini adalah orang yang sangat butuh diperhatikan secara khusus.
Pernah juga
saya temui teman yang selalu menanyakan hidup kita bak jurnalis majalah.
Seakan-akan dia ingin menunjukkan keprihatinannya dan seperti mengukur seperapa
bahagia dirinya atas kita. Teman seperti apakah ini? Sebab ketika kita bertanya
hal serupa padanya, dia hanya balas dengan senyum tanpa jawaban. Mereka ingin
tau tanpa mau memberi tau.
Peristiwa-peristiwa itu akan jadi warna bagi hidup kita. Yang pantas
untuk diingat semestinya harus diingat. Cerita buruk boleh saja dilupakan tapi
petik dulu pelajaran agar tak ada kesempatan terulang untuk kedua kalinya. Di
usia yang kita miliki saat ini, coba hitung perbandingan baik buruk pengalaman
yang kamu punya. Seimbangkah? Atau ada
sisi yang timpang.