Rabu, 10 Juni 2020

PERISTIWA BERHARGA DALAM HIDUP



PERISTIWA BERHARGA DALAM HIDUP
Berapa banyak kisah yang harus kita miliki di sepanjang hidup kita? Adakah tolak ukurnya? Semakin banyak pengalaman, apakah semakin bermakna hidup yang kita jalani? Seringkali hujan menghentikan langkah manusia, akan tetapi matahari terbit dan terbenam tak akan pernah dihalangi oleh sang hujan. Itu akan datang tepat pada waktunya dan ketetapannya mutlak. Seberapa penting kita mencatat setiap peristiwa berharga dalam hidup. Cukupkah memori di otak menyimpannya untuk masa depan kita?

Peristiwa-peristiwa berharga bisa bersumber dari diri sendiri atau bahkan datang dari orang lain. Jika kita yang menciptanya sendiri, maka akan lebih banyak sukacita yang kita dapatkan karena kita tau mana yang bisa membahagiakan kita. Namun jika peristiwa itu datang dari orang lain, kita sulit menduga seberapa ikhlas orang lain memberi kebaikan pada kita. Bisa saja mereka hanya ingin membuat kita terluka. Bisa saja dengan tidak sengaja, tindakan mereka mampu menjatuhkan kita.

Saya sering temui orang yang menggebu-gebu menceritakan kebahagiaannya atas barang baru yang dimilikinya, atas prestasi yang ia dapatkan, atas keberuntungan yang ia peroleh dengan singkat, juga atas pasangan yang dimilikinya. Namun ketika kesulitan datang, ia akan menutup rapat jendela cerita hingga tiada ada celah untuk kita boleh bertanya.
Ada pula yang selalu datang dengan cerita pilu yang baru saja didapatinya atau bahkan torehan luka yang sudah terjadi di masa lampau. Terus-menerus diulang-ulang sampai kita hafal titik koma ceritanya. Tak sedikitpun ia sisipkan cerita bahagianya. Tipe seperti ini adalah orang yang sangat butuh diperhatikan secara khusus.

Pernah juga saya temui teman yang selalu menanyakan hidup kita bak jurnalis majalah. Seakan-akan dia ingin menunjukkan keprihatinannya dan seperti mengukur seperapa bahagia dirinya atas kita. Teman seperti apakah ini? Sebab ketika kita bertanya hal serupa padanya, dia hanya balas dengan senyum tanpa jawaban. Mereka ingin tau tanpa mau memberi tau.

Peristiwa-peristiwa itu akan jadi warna bagi hidup kita. Yang pantas untuk diingat semestinya harus diingat. Cerita buruk boleh saja dilupakan tapi petik dulu pelajaran agar tak ada kesempatan terulang untuk kedua kalinya. Di usia yang kita miliki saat ini, coba hitung perbandingan baik buruk pengalaman yang kamu punya.  Seimbangkah? Atau ada sisi yang timpang.



PEDULI PADANYA

PEDULI PADANYA

Sisi baik yang kamu tawarkan pada temanmu akan berdampak baik padamu karena ia akan melakukan hal serupa terhadapmu. Jadi bicaralah yang jujur agar ia jujur padamu. Katakan kebaikan agar ia pun lakukan demikian. Belajarlah bersama agar hilang kesalahpahaman. Teman terbaik akan selalu jadi bagian dari kehidupanmu. Dan kamupun akan menempati posisi yang sama bila mau menjadi teman terbaik baginya.

Kebaikan yang diabaikan dan tak dihargai
Benarkah ini bisa terjadi? Ya, bisa jadi. Kesetiaan dan ingkar punya relasi yang kuat. Hubungan yang baik tak selamanya akan baik. Janji yang manis bisa saja diingkari. Faktanya sangat beragam. Sumbernya bisa internal ataupun eksternal. 

Bisa jadi sifat dan perilakumu tak sesuai dengan keinginan temanmu.  Kita tidak bisa memaksakan agar sifat kita disukai atau dikagumi orang lain. Atau bahkan ada sifat kita yang selalu melukai hati orang lain. Faktor dari dalam diri sangatlah berpengaruh pada kesuksesan pertemananmu. 

Mungkin saja temanmu merasa bosan terhadapmu dan ingin menemukan sosok teman yang lain dengan petualangan yang baru pula selain dirimu. Bisa pula pengaruh itu datang dari orang lain yang tidak ingin hubungan pertemananmu tetap terjalin baik. Orang lain itu akan berusaha menarik simpati temanmu untuk tujuan melupakan dirimu. Ketika temanmu merasa ada orang lain yang lebih baik darimu, maka ia akan perlahan-lahan beralih darimu. Pihak eksternal seperti ini bisa jadi menjelek-jelekanmu. Menyatakan kebohongan atas dirimu demi mendapatkan simpati.
Perlu kehati-hatian dalam bersikap dan bertindak. Perilakumu akan jadi kunci seberapa hangat orang lain di sisimu. Menjadikanmu teman sejatinya.


GEJOLAK CINTA




GEJOLAK CINTA
Mungkinkah ini yang namanya gejolak cinta? Segalanya terlihat semakin indah. Berlaksa-laksa rasa yang juga beradu di dalam jiwa. Kadang yang rumit akan terlihat indah. Benang kusut tak berarti, kini punya makna di hati. Sesungguhnya cinta hanya sebuah rasa. Datang dan perginya sulit diterka. Kadang kala gundah gulana beriringan bersamanya. 

Cintaku kini bersemilah. Meski tlah sekian lama dikubur masa. Kini ia tiba saatnya untuk merekah. Aku merasa semakin membumbung jauh. Jauh di ketinggian. Kan kusemaikan cintaku agar bertambah banyaknya. Kusirami kisah kita agar tetap bersemi. Dan ketika ia telah mekar, kerinduanku akan dirimu terlihat sempurna. Kubingkai dan kupatrikan dalam hati. Akan kusenandungkan rasaku di tiap langkah. Hingga semua tau perasaan di dada. Dan tak seorang pun mengusiknya ketika gejolak cinta itu terasa. Semua orang hanya bisa tertawa dan bahagia.

Hatiku bergejolak. Hasratku menyeruak. Semakin tak bisa kukendalikan rasa. Ya, ini pasti gejolak cinta. Mengapa hatiku bergitu terbuai? Mengapa kau datang memanjakan hati? Kini ragaku seperti terperdaya. Olehmu. Aku semakin melupakan senja kelam. Sepi menjelma jadi riuh. Kepedihan telah berubah. Nyanyian syahdu menggema. Membuatku terpana. 

Oh cinta. Tetaplah kau di sisi. Jangan beranjak terlalu dini. Aku telah menunggumu begitu lama. Teramat lama. Lika-liku kepedihan telah kulalui. Sendiriku. Kini aku mau bersamamu. Untuk waktu yang lama. Bersama dia yang kucinta.