Sabtu, 11 Agustus 2018

MENGAPA ORANG BERPUTUS ASA?

MENGAPA ORANG BERPUTUS ASA?

Ada begitu banyak tekanan yang terjadi dalam hidup ini. Siapa kuat, dia bertahan, siapa lemah, akan terbawa arus zaman. Meski banyak cinta yang tumbu pada setiap umat manusia, tekanan yang datang lebih kuat mengalahkan dan menyiksa hati kita hingga putus asa yang selalu kita rasakan. Hidup pada masa-masa kritis yang sulit dihadapi dapat membuat akal sehat jadi tersesat, bahkan dapat membawa kita pada kekacauan untuk berfikir mengakhiri hidup kita
Keputusasaan yang kita timbulkan merupakan bagian dari perbuatan kita. Kegagalan yang menjadi pemicu keputusasaan adalah akibat dari keteledoran, kelemahan, dan kesalahan kita. Jadi kita sendirilah yang harus mengendalikan diri. Bukan dengan menghindari masalah, namun mencari penyelesaiannya
Sementara kita tidak menyadari bahwa pertolongan Tuhan masih ada untuk kita. Namun ketika putus asa hadir lebih dulu, tindakan di luar sadar bisa terjadi. Tak mengenal siapa. Tak memandang usia.  Oleh sebab itu perteguhlah iman agar bisa terbebas. 

Mengapa orang stres lebih suka memendam masalahnya?
                Seperti pepatah mengatakan, ungkapkan segala hal yang kamu rasakan agar kamu bisa dapatkan solusi bila ada masalah berat yang kamu terima. Banyak orang yang sungkan memberitahu masalahnya pada orang-orang di lingkungannya karena takut mendapat cemooh bahkan tidak ingin diremehkan atas masalah itu. Padahal bisa saja ada solusi dari orang lain atas masalah itu.  Mereka cenderung menutup diri dan memendam masalahnya sendiri hingga berakar dan membuatnya semakin tertekan.
                Sebagian orang mau membagi masalahnya dan mengungkapkan semua detailnya. Akan tetapi sulit menerima masukan dari orang lain dengan anggapan kalau saran itu bisa saja menjebak dirinya agar semakin jatuh pada keterpurukan. Alasan lain mengapa orang lebih suka memendam masalahnya adalah karena ia selalu  punya pikiran negatif dan menganggap orang lain juga punya pikiran negatif terhadap dirinya.
                Semua orang akan menghadapi situasi pelik. Namun kita telah dibekali akal sehat oleh sang pencipta. Sedapat mungkin kita sikapi dulu setiap masalah kita lalu cari jalan keluar secepatnya. Siapa yang sanggup mengatasinya akan terbebas dari keputusasaan. Jadi janganlah sekali-kali kita mudah berputus asa. Tuhan lebih senang melihat usaha kita, lalu ia akan turunkan pertolongan. Dan kita juga harus mau meminta bantuanNya sebagai tanda bahwa kita masih andalkan Tuhan dalam hidup kita.
Kita tau bahwa problem datang dan pergi selagi kita masih hidup. Ada yang tampaknya tak tertanggulangi untuk saat ini. Tetapi bersabarlah. Situasi bisa berubah menjadi lebih baik. Kadang-kadang problem bisa berkurang dengan cara yang tak diduga. Atau kamu menemukan pemecahannya dari orang lain. Jarang sekali ada masalah yang hilang dengan sendirinya hanya dengan membiarkannya. Malah,  masalah itu akan membesar dan stresmu akan bertambah. Jika kamu telah putuskan penanganan masalah tersebut, jangan tunda lagi. Betindaklah segera. Ada kepuasan tersendiri jika masalah itu bisa selesai.
Akan terdengar aneh jika dikatakan stres itu ada perlunya. Jika masih pernah kamu alami, itu tandanya nuranimu belum tumpul. Seperti ketika si pemalas berdiam dalam tidurnya. Tidak memikirkan tanggung jawab pekerjaan, berarti nuraninya telah tumpul. Dia tidak bisa merasakan stres. Ia hanya terdiam tanpa usaha. Tapi apakah dengan begitu hidupnya damai dan bahagia? Tentu saja tidak. Hidup harus berjalan di dua sisi karena gelap dan terang selalu bergantian. Baik buruk, sukar mudah atau bahkan sakit dan sehat. Oleh sebab itu syukurilah bila kamu masih mengalami stres sebab itu bisa mengasah kualitas emosionalmu.
Yang perlu dikendalikan dalam situasi ini adalah emosi. Kematangan emosional akan menjadi kunci kita bisa menyelesaikan berbagai ragam tantangan yang menimbulkan stres.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar