Senin, 16 April 2018

ARTIKEL BISNIS PENGEMBANGAN USAHA START-UP



Pengembangan usaha rintisan/start-up





             Kreativitas menjadi salah satu alasan berkarya dan berusaha. Berawal dari imajinasi maupun inspirasi dari lingkunngan sekitar, dari teman-teman, bahkan dari sedia massa dan media sosial. Keinginan untuk mencipta sesuatu hal yang orang lain belum lakukan serta yang sedang tercipta di dalam pikiran, bisa dikatakan sebagai usaha rintisan. Seseorang yang pernah berimajinasi untuk membuat sebuah karya lukisan berarti di dalam pikirannya pernah tercipta suatu kreasi bentuk, paduan warna serta bahan dan alat pembuatannya. Maka ia akan memulai membuat sketsa nya. Mencari tahu teknik melukis yang baik, akan belajar pula bagaimana mengkombinasikan warna-warna hingga bisa hasilkan karya lukisan indah bernilai jual tinggi. Ia haruslah fokus pada proses nya tanpa ragu-ragu.
            Begitu pula dengan seorang pengusaha yang akan merintis dari nol, baik berskala kecil maupun besar. Memulai dari konsep usaha yang akan dijalankan, bagaimana proses pengerjaannya, jenis usaha apa yang akan dikembanngkan, siapa sasaran usaha dan bagaimana pemasarannya. Peluang usaha memang selalu ada. Tak terbatas pada siapapun dan di manapun berada. Tak melihat besar kecilnya kemampuan seseorang. Tak pandang siapa yang punya kekuatan besar. Semua punya kesempatan yang sama. Hanya saja tingkat keberanian memulai/merintis itu yang berbeda. Tak banyak orang yang bersiap dengan resiko yang menghadang usahanya. Hal itulah yang ditakuti setiap orang bila ingin memulai bisnisnya, disamping faktor pemodalan yang juga menjadi salah satu kendala. Akan tetapi bila seseorang enterreneur sejati telah meniatkan dirinya untuk berani mencoba peluang bisnis, modal akan mudah dicari. Ada perbankan yang memberi bantuan usaha. Ada banyak pengusaha besar yang akan mengintip usaha kita bila yang kita kerjakan itu punya nilai tinggi.
Semua diawali dari keyakinan diri sendiri. Untung dan rugi akan selalu ada dalam hal apapun, tapi prioritaskan lah keuntungan pada pola pikir kita agar ketakutan akan kerugian tidak akan mengganggu konsentrasi kita. Merintis sebuah usaha dimulai dari keyakinan. Seorang yang punya niat untuk menjalankan usahaharuslah sepenuhnya yakin bahwa yang akan dimulainya itu akan punya hasil yang maksimal. Singkirkan segala kekhawatiran akan resiko.
Semua usaha merupakan usaha rintisan. Merintis berarti memulai/membuka jalan. Tidak ada usaha yang langsung tersedia. Merintis sebuah usaha selalu dimulai dari menentukan lokasi/bangunan, membuat kesepakatan usaha yang mau dijalankan, mencari bahan/alat usaha, membuat peta konsep pangsa pasar yang jadi sasaran pendistribusian barang/jasa yang dihasilkan. Jadi tidak ada yang instan dan muncul dengan sendirinya. Semua butuh proses kerja keras yang tinggi. Cepat ataupun lambat, prosesnya harus dinikmati. Pengusaha berintuisi terhadap pekerjaannya, terutama bila usaha tersebut merupakan hobi atau sesuai dengan kemampuan berpikirnya. Seorang enterpreneur yang handal juga harus siap menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan usahanya. Seorang pengusaha yang baik  harus memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk memudahkannya berkomunikasi dengan lingkungan usaha lain. Tidak ada batasan seberapa luas sebuah usaha diciptakan sebab semakin besar usaha, mmaka jumlah produksi juga akan besar dan sebanding pula dengan keuntungan yang besar.
Beberapa cara yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pengembangan usaha rintisan. Antara lain; dengan jalur pelatihan dan pembinaan. Cara ini berdamapak besar bagi usaha yang baru ditetas. Pelatihan akan membantu memperkuat visi misi seorang enterpreneur. Pengusaha-pengusaha muda akan diberikan pelatihan untuk mendorong serta membangkitkan semangat memulai bisnisnya. Pelatihan ini juga menjurus pada penguatan mental enterpreneurship seoroang pengusaha. Diarahkan dan diberikan kepastian bahwa usaha yang sudah dikonsep dalam pikiran, harus sesegera mungkin dimulai, dikerjakan, berkembang dan harus bertahan hingga sampai pada melihat hasil kerja. Selama pelatihan, peserta akan diberi materi, diberikan demo sebagai bahan contoh, diberi motivasi yang kuat yang mampu meruntuhkan segala kekhawatiran.
Hal kedua yang juga punya pengaruh baik dalam pengembagan usaha rintisan/start up adalah pendampingan. Pendampingan ini dilakukan oleh lembaga terkait, boleh juga dilakukan pihak/individu yang berkompeten secara individual.  Pendampingan ditujukan untuk mengarahkan sanga pengusaha baru agar tetap fokus pada satu tujuan. Ketika sebuah usaha sudah di setting dengan apik, cobalah untuk tetap menjalankan usaha tersebut tanpa meleng ke kiri dan kanan untuk melihat dan berusaha mencoba-coba usaha lain yang dianggap lebih menggiurkan/menjanjikan. Pendampingan dari lembaga tertentu ini bisa sangat bermanfaat karena sang pendamping dapat mengkomunikasikan ide-ide kreatifnya pada si pengusaha dalam rangka pengembangan usaha.
Start up bisni adalah sebuah usaha yang butuh jamahan tangan orang kompeten. Suguhan kreatif dari berbagai pihak akan sangat dirinsukan. Ibarat bayi yang mulai belajar berdiri, dibutuhkan tangan yang siap menopang bilamana si anak terjatuh. Begitu pula kenyataan pada usaha start up. Sering sekali kita temui di lapangan, usahanya tiba-tiba redup karena tidak menemukan solusi usaha yang baik atau bahkan karena ketidaksanggupan si pengusaha untuk bersaing di muka publik. Usaha rintisan sering diasumsikan sebagai usaha coba-coba. Seperti mencoba peruntungan, lanjutkan bila itu menguntungkan dan berhenti jika tak mengalami perkembangan. Hal ini yang sebaiknya dihindari. Sebab usaha coba-coba pun, apabila dimulai dengan niat baik, tentu saja akan memberikan hasil. Usaha yang dirintis tentulah telah mengeluarkan modal yang besar. Sehingga hal itu harus jadi pertimbagan bagi pengusaha pemula yang dengan tergesa-gesa memutuskan untuk menghentikan usahanya. Sebaiknya diteruskan saja, ikuti prosesnya yang meski perlahan, hasilnya niscaya akan terlihat. Tergantung sabar tidaknya menunggu hasil tersebut.
Harus ada kebulatan tekad untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dimulai. Sejumlah pemuda telah berani mencoba membangun bisnis sendiri baik skala kecil maupun usaha yang besar. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, para enterpreneur muda itu telah dimudahkan dalam menjalankan bisnisnya.


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar