Pengembangan
usaha rintisan/start-up
Kreativitas menjadi salah satu alasan
berkarya dan berusaha. Berawal dari imajinasi maupun inspirasi dari lingkunngan
sekitar, dari teman-teman, bahkan dari sedia massa dan media sosial. Keinginan
untuk mencipta sesuatu hal yang orang lain belum lakukan serta yang sedang
tercipta di dalam pikiran, bisa dikatakan sebagai usaha rintisan. Seseorang
yang pernah berimajinasi untuk membuat sebuah karya lukisan berarti di dalam
pikirannya pernah tercipta suatu kreasi bentuk, paduan warna serta bahan dan
alat pembuatannya. Maka ia akan memulai membuat sketsa nya. Mencari tahu teknik
melukis yang baik, akan belajar pula bagaimana mengkombinasikan warna-warna
hingga bisa hasilkan karya lukisan indah bernilai jual tinggi. Ia haruslah
fokus pada proses nya tanpa ragu-ragu.
Begitu
pula dengan seorang pengusaha yang akan merintis dari nol, baik berskala kecil
maupun besar. Memulai dari konsep usaha yang akan dijalankan, bagaimana proses
pengerjaannya, jenis usaha apa yang akan dikembanngkan, siapa sasaran usaha dan
bagaimana pemasarannya. Peluang usaha memang selalu ada. Tak terbatas pada
siapapun dan di manapun berada. Tak melihat besar kecilnya kemampuan seseorang.
Tak pandang siapa yang punya kekuatan besar. Semua punya kesempatan yang sama.
Hanya saja tingkat keberanian memulai/merintis itu yang berbeda. Tak banyak
orang yang bersiap dengan resiko yang menghadang usahanya. Hal itulah yang
ditakuti setiap orang bila ingin memulai bisnisnya, disamping faktor pemodalan
yang juga menjadi salah satu kendala. Akan tetapi bila seseorang enterreneur
sejati telah meniatkan dirinya untuk berani mencoba peluang bisnis, modal akan
mudah dicari. Ada perbankan yang memberi bantuan usaha. Ada banyak pengusaha
besar yang akan mengintip usaha kita bila yang kita kerjakan itu punya nilai
tinggi.
Semua
diawali dari keyakinan diri sendiri. Untung dan rugi akan selalu ada dalam hal
apapun, tapi prioritaskan lah keuntungan pada pola pikir kita agar ketakutan
akan kerugian tidak akan mengganggu konsentrasi kita. Merintis sebuah usaha
dimulai dari keyakinan. Seorang yang punya niat untuk menjalankan usahaharuslah
sepenuhnya yakin bahwa yang akan dimulainya itu akan punya hasil yang maksimal.
Singkirkan segala kekhawatiran akan resiko.
Semua usaha
merupakan usaha rintisan. Merintis berarti memulai/membuka jalan. Tidak ada
usaha yang langsung tersedia. Merintis sebuah usaha selalu dimulai dari
menentukan lokasi/bangunan, membuat kesepakatan usaha yang mau dijalankan,
mencari bahan/alat usaha, membuat peta konsep pangsa pasar yang jadi sasaran
pendistribusian barang/jasa yang dihasilkan. Jadi tidak ada yang instan dan
muncul dengan sendirinya. Semua butuh proses kerja keras yang tinggi. Cepat
ataupun lambat, prosesnya harus dinikmati. Pengusaha berintuisi terhadap
pekerjaannya, terutama bila usaha tersebut merupakan hobi atau sesuai dengan
kemampuan berpikirnya. Seorang enterpreneur yang handal juga harus siap
menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan
usahanya. Seorang pengusaha yang baik
harus memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk memudahkannya berkomunikasi
dengan lingkungan usaha lain. Tidak ada batasan seberapa luas sebuah usaha
diciptakan sebab semakin besar usaha, mmaka jumlah produksi juga akan besar dan
sebanding pula dengan keuntungan yang besar.
Beberapa
cara yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pengembangan usaha rintisan. Antara
lain; dengan jalur pelatihan dan pembinaan. Cara ini berdamapak besar bagi
usaha yang baru ditetas. Pelatihan akan membantu memperkuat visi misi seorang
enterpreneur. Pengusaha-pengusaha muda akan diberikan pelatihan untuk mendorong
serta membangkitkan semangat memulai bisnisnya. Pelatihan ini juga menjurus
pada penguatan mental enterpreneurship seoroang pengusaha. Diarahkan dan diberikan
kepastian bahwa usaha yang sudah dikonsep dalam pikiran, harus sesegera mungkin
dimulai, dikerjakan, berkembang dan harus bertahan hingga sampai pada melihat
hasil kerja. Selama pelatihan, peserta akan diberi materi, diberikan demo
sebagai bahan contoh, diberi motivasi yang kuat yang mampu meruntuhkan segala
kekhawatiran.
Hal kedua
yang juga punya pengaruh baik dalam pengembagan usaha rintisan/start up adalah
pendampingan. Pendampingan ini dilakukan oleh lembaga terkait, boleh juga
dilakukan pihak/individu yang berkompeten secara individual. Pendampingan ditujukan untuk mengarahkan
sanga pengusaha baru agar tetap fokus pada satu tujuan. Ketika sebuah usaha
sudah di setting dengan apik, cobalah untuk tetap menjalankan usaha tersebut
tanpa meleng ke kiri dan kanan untuk melihat dan berusaha mencoba-coba usaha
lain yang dianggap lebih menggiurkan/menjanjikan. Pendampingan dari lembaga
tertentu ini bisa sangat bermanfaat karena sang pendamping dapat mengkomunikasikan
ide-ide kreatifnya pada si pengusaha dalam rangka pengembangan usaha.
Start up
bisni adalah sebuah usaha yang butuh jamahan tangan orang kompeten. Suguhan
kreatif dari berbagai pihak akan sangat dirinsukan. Ibarat bayi yang mulai
belajar berdiri, dibutuhkan tangan yang siap menopang bilamana si anak
terjatuh. Begitu pula kenyataan pada usaha start up. Sering sekali kita temui
di lapangan, usahanya tiba-tiba redup karena tidak menemukan solusi usaha yang
baik atau bahkan karena ketidaksanggupan si pengusaha untuk bersaing di muka
publik. Usaha rintisan sering diasumsikan sebagai usaha coba-coba. Seperti
mencoba peruntungan, lanjutkan bila itu menguntungkan dan berhenti jika tak
mengalami perkembangan. Hal ini yang sebaiknya dihindari. Sebab usaha coba-coba
pun, apabila dimulai dengan niat baik, tentu saja akan memberikan hasil. Usaha
yang dirintis tentulah telah mengeluarkan modal yang besar. Sehingga hal itu
harus jadi pertimbagan bagi pengusaha pemula yang dengan tergesa-gesa
memutuskan untuk menghentikan usahanya. Sebaiknya diteruskan saja, ikuti
prosesnya yang meski perlahan, hasilnya niscaya akan terlihat. Tergantung sabar
tidaknya menunggu hasil tersebut.
Harus ada
kebulatan tekad untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dimulai. Sejumlah
pemuda telah berani mencoba membangun bisnis sendiri baik skala kecil maupun
usaha yang besar. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, para enterpreneur
muda itu telah dimudahkan dalam menjalankan bisnisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar