Rabu, 29 November 2017

KUMPULAN PUISI TENTANG CINTA


AKU TAK MAU MELEWATKANMU

Sudah bertahta semua rasa
Pemberian hatimu untukku
Singgahmu begitu memesona

Sulit bibirku berkata
Begitu dalam aku mendamba
Meski hadirmu begitu lama
Tapi kutau ini rahasia yang kuasa

Kini
Hingga tiada ragu
Aku melangkah menuju ke hatimu
Aku jatuh cinta

Hatiku kini terbawa
Dengan bahagia
Bersama impian yang kau punya

RENGGUT JIWANYA KEMBALI
Kita pernah ingin berlari bersama mimpi
Bergelayut dengan harapan yang membubung tinggi
Kita pernah teriakkan kata-kata berjuang
Berharap kita bisa temukan peluang

Kulihat wajahmu kini lelah
Dan terisak dalam perhentian
Adakah kau merasa susah
Membawa cinta bak simbah darah

Jangan berhenti wahai jiwaku
Raih dia yang dalam sepi
Renggut jiwanya kembali
Untuk bersama lanjutkan mimpi

Oh waktu...
Beranikah aku melawanmu
Setumpuk rinduku utuh merayu
Berapa lama lagikah aku bisa menggenggammu
Aku sudah bertaruh demi hidupku

AKU MENERIMA
Datangmu mengalahkan kilau cahya bintang di kala malam
Kau torehkan warna terindah di setiap perjalanan hidupku
Terima kasih pernah buatku berharga
Walau kini jenuhmu nelangsa

Biarlah berlalu semua waktu
Kita melangkah bersama ribuan mimpi
Karena datangmu tak menjanjikan kau bertahan di sisi

Mauku tak menyakiti
Namun aku terlanjur terluka
Sulit akalku menerima
Dadaku sesak penuh amarah

Ingin sekali aku mencacimu
Namun tak kuasa bibirku berucap marah
Aku hanya ikhlas menerima
Sebab dulu kau pernah kupuja

RINDUKU MERAYU
Selalu tersenyum
Langkahku selalu  gontai
Tak ayal kuubah segala sepi
Ucapmu tetap dalam rayuan

Aku merindumu
Sungguh
Katakan mengapa kau begitu kudamba
Rindu ini tak akan berubah

Kita akan bertemu kembali nanti
Membawa setumpuk rindu yang membelenggu
Sudah tak terbendung lagi
Ruang di hati seakan tersentuh

Dan ketika kulihat senyummu di ujung jalan
Hatiku melonjak
Sungguh ini kebahagiaan
Aku merindumu

TAK MENDUSTA
Adakah ku sedikit di hatimu
Pernahkah hadirku mengganggumu
Usik kebahagiaanmu
Katakan agar aku mengerti

Mengapa sulit aku meraihmmu
Mengapa selalu salah bila mendambamu
Sungguh..
Kau yang bersemayam di hatiku

Mungkinkan cinta ini tak tercipta
Adakah ini sekedar inginku
Bersama khayalku
Sungguh, kau yang ada di hatiku
Dan aku tak mendusta

UNTUK KAU PUNYA
Saat pasir pergi menghindar
Pergi di telan ombak
Akulah pantai mu yang kan kau peluk erat

Saat kau basuh hatimu dari sesal
Pergi membawa impian
Akulah yang tertinggal untuk kau punya

Benar tak bisa kutahan lagi
Tidak sedang merayumu
Tapi akulah sesungguhnya merindumu
Ingin menjadi milikmu




TAK LAGI MENGINGINKANMU

Sulit kutemukan ruang gelap di hatimu
Dulu kau begitu kudamba
Sekarang kau tak lagi bicara
Kau berdiam dalam ruang hampa

Kau mengingkari janjimu 
Kau jadikan hatiku beku 
Hingga aku tak ingin lagi memilikimu 
Pergilah menjauh


JERAT DUSTAMU MENGHITAMKAN ASAKU

Kumulai untuk memahami ucapanmu
Kucoba rasakan hatimu
Sesaat aku berhasil masuk dalam bualanmu
Lebur dalam khayalmu

Dengan mudahnya kau jatuhkan rasa yang tumbuh 
Kau ingkari semua janji 
Sesungguhnya asa itu telah hilang terjerat dalam janji palsumu 
Yang terlanjur menghanyutkanku




JANGAN TINGGALKAN KHIANAT ITU
Ketika itu aku sering mendengarmu bicara
Aku melihatmu di dekatku, lama
Kau mengungkapkan kejujuranmu
Kau selalu dengan janjimu

Tapi itu khianat
Munafik itu menjadi bagianmu 
Aku tak ingin mengikutimu lagi 
Karena kini kau telah mengubah arahmu 
Pergi saja dan jangan tinggalkan khianat itu padaku





RASAMU HADIRKAN CINTA
Begitu lama
Tak jatuh cinta lagi
Karna pedihnya putus cinta

Kusadari sesuatu terjadi padaku
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan luka


Awalnya ku tak mengerti apa yang kurasakan
Segalanya berubah
Dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku

Kau berbeda dari yang kukira
Aku jatuh cinta
Sungguh-sungguh cinta
Hingga tak ku ragu lagi

Telah lama terpendam
Aku tak percaya
Membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa

Kadang aku cemburu
Kadang pula aku gelisah
Seringnya ku tak mampu lalui hariku
Betapa aku jatuh cinta kepadamu
Benar, ku sungguh cinta

PERGI  TOREHKAN  LUKA
Temani aku sebentar saja
Mengapa singgah jika sesaat
Menorehkan luka
Dan aku pun merana

Sudahkah kau lupa
Jika dulu terlampau memuja
Dirimu kian jauh
Bahkan melangkah berlalu

Tak kusiapkan hatiku
Rasakan sakit sepedih ini
Belum kucari sandaranku
Untuk menopang raga ini

PERTEMUAN KITA
Pagi itu
Di bawah sinar mentari
Aku menujumu

Pertemuan kita
Menyelipkan cerita indah
Di balik cemerlangmu
Ternyata senyummu lebih membelenggu

Lama tak kutemui
Meski pernah kualami
Namun tak seindah kini
Hingga aku terdiam mengagumi

Sesabar ini
Aku bertahan dalam penantian
Pernah kurasa lelah
Bahkan ingin berhenti mencoba

Kau mengajakku bersama
Menuju cerita yang pernah dimulai
Menggantikan luka lama
Menjadi kebahagiaan

Terima kasih atas hadirmu
Kuakui kaulah yang kunanti itu
Teramat lama
Bawalah aku ke bilik bahagiamu

CINTAMU TENGGELAMKAN RESAHKU
Tak lagi kuasa untuk melawan
Gejolak asmaraku kian membara
Mengancam kegundahan
Menenggelamkan resahku

Lama aku bersenggama dengan pilu
Berkali-kali aku takut untuk mencoba
Bahkan nyaris berhenti mencinta

Sakit yang pernah kurasa
Membayangi di tiap lamunan
Kini telah menggantikan sepi
Mengubahnya dengan tawa

MENDUSTA
Kudengar kau teriakkan pada dunia
Jika kau sudah bersamanya
Memadu kasih seperti yang dulu kuduga

Mengapa dulu bibirmu mendusta
Kupercaya kau selalu setia
Sementara kau sengaja mendua

Harapku memang tak banyak
Kumiliki kau tidak seutuhnya
Agar hatiku siap bila berpisah

Mengapa dulu kau membual
Membuatku bertahan dalam sesal
Sungguh aku menyesal

HINGGA HILANG RESAHKU
Pernah kuselami lautan sendirian
Kuteriak pada ombak beriringan
Ku tak takut deru yang mencekam
Sendiriku

Tidakkah kau dengar teriakku
Kulihat kau sembunyi dibalik kuasamu
Khayalku telah jadi senjatamu
Mempermainkan rasaku

Mengapa biarkanku pergi
Saat rasaku telah ada padamu
Tak bisakah kau menunggu
Hingga hilang resahku

DATANG SAAT KU TERLUKA
Kutau rasanya diperhatikan olehmu
Kusingkap egoku agar kuterima perasaanmu
Sulit memang
Sebab kau datang kala kuterluka

Bagaimana jadinya
Sementara tanya harus diberi jawab
Bisakah kau menunggu
Sampai runtuh kemarahanku

Dan saat rasaku tlah utuh
Aku kan siap menyambut hadirmu



LAGU UNTUK KUSENANDUNGKAN

Kutuliskan ini untukmu yang tak jua bicara
Sedang kusiapkan lagu untuk disenandungkan
Agar kau tau seluruh isi hati
Sebab tak lagi aku menanti

Meski diri ini merasa sepi
Tak temukan dirimu di sini
Kucoba menepis segala rindu
Menyembuhkan semua pilu
Yang  t’lah lama selimuti kalbu

Bisakah kau luangkan waktu
SebentaR saja membaca tulisanku ini
Setelahnya kau boleh pergi
Melangkah menjauh dari sisi

LUKA ITU KARNAKU
Dengarkah aku berteriak lantang
Memekik tajam di kegelapan
Adakah surut langkah yang beriringan
Tinggalkan bias dan keresahan

Berkabunglah wahai jiwaku
Lelahmu kugantikan dengan sendu
Saat aku tersesat kaupun pilu
Maafkan aku

Hatiku..
Aku selalu melukaimu
Membuatmu gundah tak menentu

Mengertilah oh jiwaku
Kini aku lukaimu lagi
Aku takkan resahkanmu lagi
Karna dia yang pergi tak lagi kurindu

PERGI TANPA BERPAMITAN
Cintaku pergi tanpa berpamitan
Senandung yang kucipta tak lagi didengarkan
Betapa sesal yang kupunya
Tak bisa mengikat asmara kita

Aku masih menunggunya pulang
Ingin kutunjukkan kalau aku masih giat berjuang
Kembalilah engkau sang kekasih
Aku di sini  masih mencari



TERTINGGAL DALAM SEPI

Mengapa ku setia pada kesepian
Yang kau bagikan beriringan
Sementara aku tak pernah tahan sepi
Mengapa kau ajarkan aku tuk diam
Sementara denganmu kuingin bahagia

Jika hanya sebatas ini
Buat apa lelah berjuang
Mengabaikan kata hati
Dan ocehan yang menyerang

Sudah kutunggu sekian lama
Rindu tak jua menepi
Kau jauh tanpa haluan
Tak jua membawaku serta
Dan aku tertinggal dalam sepi

PENUH RINDU
Segala kegundahan tlah dipayungi kabut
Laraku juga resahku
Tlah lama sirna

Sejenak aku akan lupa
Sepi tlah menjelma
Di sela-sela gelisah
Kurajut kasih denganmu

Setiap langkah kita penuh rindu
Usik kebisuan di hidupku
Kita bernyanyi
Senandungkan isi suara hati




TEMPATKAN RASA
Mengapa memilih diam
Apa yang kau rasakan
Nyanyikan
Agar kutau tempatkan rasa

Baiknya merindu tanpa rasa gundah
Tanpa ada pilu
Nada-nada tercipta
Bagi kita yang sedang bermadu

Bercahaya di dalam hati




SANG PUJAAN
Telah kusampaikan segala rasa yang tersimpan
Kusisipkan rindu dan kutuliskan
Untukmu sang pujaan
                                        
Beribu rasa tlah menjadi satu
Riakkan pantai memecah keheningan
Betapa aku merindu
Tak terbendung lagi hasratku

Lindungilah hatiku sepenuhnya

Agar kurasakan teduhnya cintamu








Tidak ada komentar:

Posting Komentar