AKU TAK MAU MELEWATKANMU
Sudah bertahta semua rasa
Pemberian hatimu untukku
Singgahmu begitu memesona
Sulit bibirku berkata
Begitu dalam aku mendamba
Meski hadirmu begitu lama
Tapi kutau ini rahasia yang kuasa
Kini
Hingga tiada ragu
Aku melangkah menuju ke hatimu
Aku jatuh cinta
Hatiku kini terbawa
Dengan bahagia
Bersama impian yang kau punya
RENGGUT JIWANYA KEMBALI
Kita pernah ingin berlari bersama
mimpi
Bergelayut dengan harapan yang membubung
tinggi
Kita pernah teriakkan kata-kata
berjuang
Berharap kita bisa temukan peluang
Kulihat wajahmu kini lelah
Dan terisak dalam perhentian
Adakah kau merasa susah
Membawa cinta bak simbah darah
Jangan berhenti wahai jiwaku
Raih dia yang dalam sepi
Renggut jiwanya kembali
Untuk bersama lanjutkan mimpi
Oh waktu...
Beranikah aku melawanmu
Setumpuk rinduku utuh merayu
Berapa lama lagikah aku bisa menggenggammu
Aku sudah bertaruh demi hidupku
AKU MENERIMA
Datangmu mengalahkan kilau cahya
bintang di kala malam
Kau torehkan warna terindah di
setiap perjalanan hidupku
Terima kasih pernah buatku berharga
Walau kini jenuhmu nelangsa
Biarlah berlalu semua waktu
Kita melangkah bersama ribuan mimpi
Karena datangmu tak menjanjikan kau
bertahan di sisi
Mauku tak menyakiti
Namun aku terlanjur terluka
Sulit akalku menerima
Dadaku sesak penuh amarah
Ingin sekali aku mencacimu
Namun tak kuasa bibirku berucap
marah
Aku hanya ikhlas menerima
Sebab dulu kau pernah kupuja
RINDUKU
MERAYU
Selalu tersenyum
Langkahku selalu gontai
Tak ayal kuubah segala sepi
Ucapmu tetap dalam rayuan
Aku merindumu
Sungguh
Katakan mengapa kau begitu kudamba
Rindu ini tak akan berubah
Kita akan bertemu kembali nanti
Membawa setumpuk rindu yang membelenggu
Sudah tak terbendung lagi
Ruang di hati seakan tersentuh
Dan ketika kulihat senyummu di
ujung jalan
Hatiku melonjak
Sungguh ini kebahagiaan
Aku merindumu
TAK MENDUSTA
Adakah ku sedikit di hatimu
Pernahkah hadirku mengganggumu
Usik kebahagiaanmu
Katakan agar aku mengerti
Mengapa sulit aku meraihmmu
Mengapa selalu salah bila
mendambamu
Sungguh..
Kau yang bersemayam di hatiku
Mungkinkan cinta ini tak tercipta
Adakah ini sekedar inginku
Bersama khayalku
Sungguh, kau yang ada di hatiku
Dan aku tak mendusta
UNTUK KAU PUNYA
Saat pasir pergi menghindar
Pergi di telan ombak
Akulah pantai mu yang kan kau peluk
erat
Saat kau basuh hatimu dari sesal
Pergi membawa impian
Akulah yang tertinggal untuk kau
punya
Benar tak bisa kutahan lagi
Tidak sedang merayumu
Tapi akulah sesungguhnya merindumu
Ingin menjadi milikmu
TAK LAGI MENGINGINKANMU
Sulit
kutemukan ruang gelap di hatimu
Dulu kau
begitu kudamba
Sekarang
kau tak lagi bicara
Kau
berdiam dalam ruang hampa
Kau mengingkari janjimu
Kau jadikan hatiku beku
Hingga aku tak ingin lagi memilikimu
Pergilah menjauh
JERAT DUSTAMU MENGHITAMKAN
ASAKU
Kumulai
untuk memahami ucapanmu
Kucoba
rasakan hatimu
Sesaat aku
berhasil masuk dalam bualanmu
Lebur
dalam khayalmu
Dengan mudahnya kau jatuhkan rasa yang tumbuh
Kau ingkari semua janji
Sesungguhnya asa itu telah hilang terjerat dalam janji palsumu
Yang terlanjur menghanyutkanku
JANGAN TINGGALKAN KHIANAT ITU
Ketika itu
aku sering mendengarmu bicara
Aku
melihatmu di dekatku, lama
Kau
mengungkapkan kejujuranmu
Kau selalu
dengan janjimu
Tapi itu
khianat
Munafik itu menjadi bagianmu Aku tak ingin mengikutimu lagi
Karena kini kau telah mengubah arahmu
Pergi saja dan jangan tinggalkan khianat itu padaku
RASAMU HADIRKAN CINTA
Begitu
lama
Tak
jatuh cinta lagi
Karna
pedihnya putus cinta
Kusadari sesuatu terjadi padaku
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri
tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan
luka
Awalnya ku tak mengerti apa yang
kurasakan
Segalanya berubah
Dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku
Kau berbeda dari yang kukira
Aku jatuh cinta
Sungguh-sungguh cinta
Hingga tak ku ragu lagi
Telah lama terpendam
Aku tak percaya
Membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa
Kadang aku cemburu
Kadang aku cemburu
Kadang pula aku gelisah
Seringnya ku tak mampu lalui hariku
Betapa aku jatuh cinta kepadamu
Benar, ku sungguh cinta
PERGI TOREHKAN LUKA
Temani aku sebentar saja
Mengapa singgah jika sesaat
Menorehkan luka
Dan aku pun merana
Sudahkah kau lupa
Jika dulu terlampau memuja
Dirimu kian jauh
Bahkan melangkah berlalu
Tak kusiapkan hatiku
Rasakan sakit sepedih ini
Belum kucari sandaranku
Untuk menopang raga ini
PERTEMUAN KITA
Pagi itu
Di bawah sinar mentari
Aku menujumu
Pertemuan kita
Menyelipkan cerita indah
Di balik cemerlangmu
Ternyata senyummu lebih membelenggu
Lama tak kutemui
Meski pernah kualami
Namun tak seindah kini
Hingga aku terdiam mengagumi
Sesabar ini
Aku bertahan dalam penantian
Pernah kurasa lelah
Bahkan ingin berhenti mencoba
Kau mengajakku bersama
Menuju cerita yang pernah dimulai
Menggantikan luka lama
Menjadi kebahagiaan
Terima kasih atas hadirmu
Kuakui kaulah yang kunanti itu
Teramat lama
Bawalah aku ke bilik bahagiamu
CINTAMU TENGGELAMKAN RESAHKU
Tak lagi kuasa untuk melawan
Gejolak asmaraku kian membara
Mengancam kegundahan
Menenggelamkan resahku
Lama aku bersenggama dengan pilu
Berkali-kali aku takut untuk
mencoba
Bahkan nyaris berhenti mencinta
Sakit yang pernah kurasa
Membayangi di tiap lamunan
Kini telah menggantikan sepi
Mengubahnya dengan tawa
MENDUSTA
Kudengar kau teriakkan pada dunia
Jika kau sudah bersamanya
Memadu kasih seperti yang dulu
kuduga
Mengapa dulu bibirmu mendusta
Kupercaya kau selalu setia
Sementara kau sengaja mendua
Harapku memang tak banyak
Kumiliki kau tidak seutuhnya
Agar hatiku siap bila berpisah
Mengapa dulu kau membual
Membuatku bertahan dalam sesal
Sungguh aku menyesal
HINGGA HILANG RESAHKU
Pernah kuselami lautan sendirian
Kuteriak pada ombak beriringan
Ku tak takut deru yang mencekam
Sendiriku
Tidakkah kau dengar teriakku
Kulihat kau sembunyi dibalik
kuasamu
Khayalku telah jadi senjatamu
Mempermainkan rasaku
Mengapa biarkanku pergi
Saat rasaku telah ada padamu
Tak bisakah kau menunggu
Hingga hilang resahku
DATANG SAAT KU TERLUKA
Kutau rasanya diperhatikan olehmu
Kusingkap egoku agar kuterima
perasaanmu
Sulit memang
Sebab kau datang kala kuterluka
Bagaimana jadinya
Sementara tanya harus diberi jawab
Bisakah kau menunggu
Sampai runtuh kemarahanku
Dan saat rasaku tlah utuh
Aku kan siap menyambut hadirmu
LAGU
UNTUK KUSENANDUNGKAN
Kutuliskan
ini untukmu yang tak jua bicara
Sedang
kusiapkan lagu untuk disenandungkan
Agar kau
tau seluruh isi hati
Sebab tak
lagi aku menanti
Meski diri
ini merasa sepi
Tak temukan
dirimu di sini
Kucoba
menepis segala rindu
Menyembuhkan
semua pilu
Yang t’lah lama selimuti kalbu
Bisakah kau
luangkan waktu
SebentaR saja
membaca tulisanku ini
Setelahnya kau
boleh pergi
Melangkah
menjauh dari sisi
LUKA
ITU KARNAKU
Dengarkah
aku berteriak lantang
Memekik
tajam di kegelapan
Adakah surut
langkah yang beriringan
Tinggalkan
bias dan keresahan
Berkabunglah
wahai jiwaku
Lelahmu
kugantikan dengan sendu
Saat aku
tersesat kaupun pilu
Maafkan aku
Hatiku..
Aku selalu melukaimu
Membuatmu
gundah tak menentu
Mengertilah
oh jiwaku
Kini aku
lukaimu lagi
Aku takkan
resahkanmu lagi
Karna dia
yang pergi tak lagi kurindu
PERGI
TANPA BERPAMITAN
Cintaku
pergi tanpa berpamitan
Senandung
yang kucipta tak lagi didengarkan
Betapa
sesal yang kupunya
Tak bisa
mengikat asmara kita
Aku masih
menunggunya pulang
Ingin
kutunjukkan kalau aku masih giat berjuang
Kembalilah
engkau sang kekasih
Aku di
sini masih mencari
TERTINGGAL DALAM SEPI
Mengapa ku setia pada kesepian
Yang kau bagikan beriringan
Sementara aku tak pernah tahan sepi
Mengapa kau ajarkan aku tuk diam
Sementara denganmu kuingin bahagia
Jika hanya sebatas ini
Buat apa lelah berjuang
Mengabaikan kata hati
Dan ocehan yang menyerang
Sementara aku tak pernah tahan sepi
Mengapa kau ajarkan aku tuk diam
Sementara denganmu kuingin bahagia
Jika hanya sebatas ini
Buat apa lelah berjuang
Mengabaikan kata hati
Dan ocehan yang menyerang
Sudah kutunggu sekian lama
Rindu tak jua menepi
Kau jauh tanpa haluan
Tak jua membawaku serta
Dan aku tertinggal dalam sepi
PENUH RINDU
Segala
kegundahan tlah dipayungi kabut
Laraku
juga resahku
Tlah
lama sirna
Sejenak
aku akan lupa
Sepi
tlah menjelma
Di
sela-sela gelisah
Kurajut
kasih denganmu
Setiap
langkah kita penuh rindu
Usik
kebisuan di hidupku
Kita
bernyanyi
Senandungkan
isi suara hati
TEMPATKAN RASA
Mengapa memilih diam
Apa yang kau rasakan
Nyanyikan
Agar kutau tempatkan rasa
Baiknya merindu tanpa rasa gundah
Tanpa ada pilu
Nada-nada tercipta
Bagi kita yang sedang bermadu
Bercahaya di dalam hati
SANG PUJAAN
Telah kusampaikan segala rasa yang tersimpan
Kusisipkan rindu dan kutuliskan
Untukmu sang pujaan
Beribu rasa tlah menjadi satu
Riakkan pantai memecah keheningan
Betapa aku merindu
Tak terbendung lagi hasratku
Lindungilah hatiku sepenuhnya
Agar kurasakan teduhnya cintamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar